Kekayaan yang sejati dan hakiki adalah kekayaan hati yang dipenuhi ucapan syukur.

(Gambar : GridOto.com)
0 40

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6 : 10).

Bagi kita, rasanya sudah tidak asing lagi mendengar istilah “Crazy Rich”, apalagi belakangan ini media sosial dan pemberitaan-pemberitaan di berbagai media elektronik. Juga dihebohkan dengan tertangkapnya 2 crazy rich akibat dugaan penipuan dan pencucian uang melalui investasi Binomo. Berita ini tentunya mengejutkan berbagai khalayak, terlebih lagi para korban yang sudah termakan tipuan mereka.

Tidak ada yang salah mengenai kekayaan. Tidak ada yang salah juga mengenai uang atau harta yang Tuhan percayakan pada kita. Yang salah itu ketika kekayaan sudah mengendalikan kehidupan kita, dan uang sudah menjadi ‘tuan’ di dalam kehidupan kita. Ketika ini terjadi, maka hati manusia rentan sekali terseret kepada cinta uang.

Rasul Paulus mengingatkan; “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”. Jadi, kalau seseorang sudah sampai kepada cinta uang, maka risiko untuk jatuh ke dalam berbagai-bagai perbuatan yang menyimpang sangat rentan. Contohnya yang kita lihat dari para crazy rich yang sudah tertangkap, dan setelah itu mereka harus merasakan hidup di dalam bui. Mereka ditangkap karena dugaan penipuan, pencucian uang, dan juga dugaan adasnya unsur judi di dalamnya. Akibatnya, seluruh aset mereka disita dan seluruh rekening mereka di bank dibekukan. Dalam sekejap, kekayaan yang mereka pernah bangga-banggakan di media sosial sudah tidak lagi sanggup menolong mereka, bahkan tidak dapat membebaskan mereka dari tuntutan hukum.

Melalui peristiwa ini kita bisa memetik hikmahnya, bahwa tidak usah minder bila kita tidak memiliki kehidupan seperti seorang crazy rich. Sebab standar masuk Kerajaan Allah bukan menjadi crazy rich, melainkan memiliki kekayaan hati, yaitu:

1. Kehidupannya yang senantiasa dipimpin oleh Roh Allah. Ia tahu kapan harus menabur benih dan kapan harus menyimpan roti untuk dimakan.
2. Hatinya dipenuhi dengan ucapan syukur.
3. Perbuatannya senantiasa memuliakan nama Tuhan.
4. Perkataannya menuntun orang lain kepada kehidupan, tanpa ada maksud terselubung.

Biarlah kita memiliki kekayaan hati yang tidak dapat dicuri oleh iblis dan tidak dapat dirusakkan oleh ngengat dan karat. Jangan tergoda dengan tipuan untuk cepat menjadi kaya. Sejatinya, tidak ada kekayaan yang dapat bertahan bila diperoleh dengan cara yang instan. (LA)

Pertanyaan :
1. Apa yang menyebabkan seseorang dapat dengan mudah jatuh ke dalam berbagai perbuatan yang menyimpang?
2. Bagaimana ciri-ciri orang yang memiliki kekayaan hati?

Nilai :
Siapa yang mengendalikan hidup kita? Tuhan atau Uang? Bila Tuhan yang mengendalikan, maka hidup kita akan digerakkan oleh nilai-nilai Kerajaan Allah.

“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” 1 Yohanes 5.14

Terkadang kita fokus pada Ia mengabulkan permintaan kita; namun melupakan bagian penting lainnya bahwa jikalau jita meminta sesuai kehendakNya. Hidup bukanlah tentang kita melainkan tentang Dia, namun Dia lah Allah pengasih yang juga memperhatikan dan memenuhi kebutuhan kita.

Sudahkah kita meminta dengan benar ? *

Leave a Reply

Install di layar

Install
×