Hardiknas 2022 Untuk Kesadaran Pendidikan Bagi Pembangunan Bangsa

Dr. Leonardus Tumuka, P.Hd, Alumnus Doktoral tahun 2013 pada University of The Philippine Los Banos (UPLB), Laguna, Filipina. (Foto : Pribadi)
0 104

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pada tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), melalui Keppres RI Nomor, 316  tahun 1959. Sehingga sudah pasti Pemerintah Indonesia melalui kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI pun memperingatinya hingga ke tingkat daerah. Hal itu sebagaimana sesuai arahan Surat Pedoman Pelaksanaan Hardiknas 2022 Nomor 28254/MPK/TU.02.03/2022.

Di tahun 2022 ini dengan mengusung Tema “Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar,”.

Ini juga merupakan sebuah Tema yang lebih Ready for Action alias Just Do it (lakukan saja). Yah sudah pasti merupakan  sebuah tema yang luar biasa karena berkaitan langsung dengan upaya membangun kesadaran para penggerak di Dunia Pendidikan dari Tingkat Kementrian, Propinsi dan Daerah.

Membangun semua unsur dan elemen dari Keterpurukan Bangsa ini, selama Pandemic Covid -19 melanda dan melumpuhkan semua sektor Tatanan berkehidupan dalam bernegara.

Melalui peringatan Hardiknas itu sendiri, nanti akan digelar secara During pada 13 Mei 2022, karena tanggal 2 Mei masih  betepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H  bagi Umat Muslim.

Hari ini, dengan Tema “Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar,” Pemerintah Indonesia telah menyusun Strategi Baru dalam Inovasi Pendidikan.

Indonesia sebagai sebuah bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, adat istiadat, budaya serta karakter pada Negara yang terdiri dari 13,466 pulau, dan luas daratan 1.910.000 km2 serta luas lautan 6.279.000 km2 sebagai sebuah kesatuan bangsa. Tentunya menjadi momentum dikokohkannya kesadaran sekaligus sebagai ranah dimana komitmen seluruh komponen bangsa Indonesia kembali disegarkan akan sangat pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa.

Pendidikan adalah landasan sebuah peradaban. Dengan demikian ia memainkan peranan yang sangat penting dalam kemajuan bangsa. Sehingga berbagai upaya untuk membangun pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting pula. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi terus ditingkatkannya dukungan pada berbagai sektor pendidikan. Walaupun demikian, masih banyak hal miris yang masih dialami oleh para pendidik, murid dan orang tua. Misalnya, para guru mengajar dengan fasilitas yang sangat minim serta kebutuhan hidup yang tidak dapat menunjang upaya mendidik generasi mudah dengan baik.

Di sisi lain murid yang sering berhadapan dengan minimnya fasilitas belajar karena kondisi sekolah yang tidak memadai, serta berbagai kekerasan yang dialaminya sehingga pada saat yang bersamaan menjadi putus asa lalu masa depannya sirna, dan orang tua yang tidak mampu mendukung anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan karena kebutuhan ekonomi yang semakin menghimpit.

Semua itu merupakan kompleksitas persoalan pendidikan yang sebetulnya membutuhkan upaya serius untuk ditangani, walaupun masih banyak tantangan lain yang juga membutuhkan penanganan, misalnya menanamkan pandangan mengenai pentingnya pendidikan pada generasi mudah.

Menanamkan pandangan mengenai pentingnya pendidikan

Menanamkan pandangan akan pentingnya pendidikan pada generasi mudah merupakan sebuah kebutuhan saat ini, di Provinsi Papua terlebih lagi di Kabupaten Mimika. Sebab ia (pentingnya pendidikan) akan memberikan semangat lebih bagi generasi mudah untuk mengenyam pendidikan. Mereka yang telah paham secara sungguh-sungguh dengan mereka yang belum paham mengenai pentingnya pendidikan akan terlihat berbeda.

Mereka yang memahami bahwa pendidikan penting tanpa disuruh untuk berangkat ke sekolah pun akan dengan mandiri berangkat. Mereka ini memiliki semangat belajar yang tinggi. Sementara mereka yang tidak paham mengenai pentingnya pendidikan cenderung tidak tertarik untuk sekolah.

Hampir seluruh pesarta didik di wilayah Mimika, terutama masyarakat lokal belum memahami secara jelas untuk apa orang pergi ke sekolah. Keterbatasan informasi mengenai pentingnya pendidikan inilah yang turut menjadi andil mengapa banyak generasi mudah masyarakat lokal tidak tertarik mengenyam pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, walaupun sebetulnya mereka sangat bangga jika mengetahui anak-anaknya berada pada jenjang pendidikan tinggi.

Konteks menanamkan pandangan akan pentingnya pendidikan pun tidak hanya terbatas pada untuk apa orang ke sekolah, tetapi juga seharusnya menjelaskan bagaimana cara dan berapa lama tingkat pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu ditempuh, apa yang harus diperhatikan ketika berada pada level pendidikan tersebut dan bagaimana seseorang dapat belajar untuk mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Sebab jika tidak, hingga pada level pendidikan tinggipun seseorang akan kesulitan dalam menempuh dan menyelesaikan studinya.

Kondisi yang disebutkan di atas ditemui saat dilakukannya penelitian tahun 2011 pada beberapa kota studi yang diantaranya, Timika-Papua dan Pulau Jawa yang meliputi Semarang, Jakarta, Bandung, Yogyakata, Surabaya, dan Malang pada salah satu suku di Timika. Yang sangat mengejutkan, ada mahasiswa tugas akhir hingga pada semester akhir baru menyadari betapa pentingnya pendidikan. Setelah paham ia kemudian termotivasi sehingga dapat menyelesaikan studinya. Situasi yang seperti ini hampir dialami oleh sebagian besar generasi mudah yang hendak melanjutkan studi. Dan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama semua pemerintah daerah dimanapun berada.

Agar kemudian dapat mengembangkan kreativitas bagi seluruh elemen pendidik di wilayahnya masing-masing guna mendidik dan mengembangkan generasi mudahnya. Karena bagaimana pun mereka yang berada di luar Kabupaten asal secara tidak langsung juga telah menjadi duta daerah di setiap wilayah rantauan.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan bagaimana cara menempuhnya akan memberikan nilai tambah dan kepercayaan diri untuk dapat segera selesai pada berbagai level pendidikan berserta tantangan yang menyelimutinya.

Semoga Hari Pendidikan Nasional tanggal, 2 Mei 2022 ini, menjadi momentum semakin bersemangatnya berbagai elemen masyarakat untuk bersinergi bahu membahu saling mendorong untuk membangun generasi mudah guna meraih masa depannya dan turut serta mengokohkan kemajuan peradaban bangsa yang unggul. (Dr. Leonardus Tumuka, P.Hd)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×