Kebijakan Larangan Ekspor Akan Membuat Harga Minyak Goreng Turun Drastis

0 641

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kebijakan tentang larangan ekspor RBD Palm Olein, CPO, RPO, Pome dan Used Cooking Oil akan diberlakukan pada Kamis, 28 April 2022, Pukul 00.00 WIB.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartanto.

“Jangka waktu larangan ekspor akan ditetapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia sampai harga minyak goreng di masyarakat bisa menyentuh tarif yang ditargetkan yaitu Rp. 14 ribu per liter”, ujarnya.

Dilansir dari media sosial line, Airlangga mengatakan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) akan akan diterbitkan per hari ini.

“Larangan ekspor ini berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD Palm Olein, CPO, RPO, Pome dan Used Cooking Oil ”, jelasnya.

RBD Palm Olein merupakan produk hasil proses pemurnian dan penyulingan Crude Palm Oil (CPO) yang digunakan sebagai minyak goreng.

CPO merupakan bahan minyak sawit mentah sedangkan RBD Palm Olein adalah bahan baku minyak goreng yang sudah melalui proses pengolahan.

“Bea Cukai akan memantau kebijakan tersebut. Ini dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan”, imbuhnya.

“Bea Cukai akan mengawasi seluruh aktivitas dan rantai pasok yang dilakukan perusahaan sesuai dengan data dari Januari sampai Maret”, tambahnya.

Dalam pengawasan ini Bea Cukai akan didampingi Satgas Pangan. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Pengawasan akan terus menerus dilakukan selama libur Idul Fitri”, ucapnya.

Evaluasi akan dilaksanakan secara berulang terkait Kebijakan larangan ekspor yang sudah ditetapkan Pemerintah. (Milenial / lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×