Pemkab Keerom Pastikan Segera Realisasikan Land Clearing Lahan Jagung dan Tanggul Pengendali Banjir

Bupati Keerom dan Tim BWS Gelar Rakortek Finalisasi Design Lahan Jagung Arso Timur -- Mannem.

0 31

KEEROM (LINTASPAPUA)  — Upaya Pemerintah Kabupaten Keerom dengan dukungan Pemerintah Pusat untuk menjadikan Keerom sebagai lahan budidaya jagung, juga mengendalikan banjir akibat luapan sungai tami semakin pasti dan akan segera direalisasikan.

Hal ini sebagaimana hasil pertemuan atau Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) yang dilaksanakan pada Sabtu (9/4/22) kemarin dipimpin langsung Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. Turut serta dalam rapat ini, Kepala BWS Papua, Nimrot Rumaropen, Tim teknis bidang SDA BWS, Ariston Samosir beserta jajaran juga Kepala Bappelitbangda Keerom, Daniel Pantja Pasanda.

  

Dalam rapat ini, dibahas tentang finalisasi design rencana land clearing budidaya jagung di ex lahan sawit Arso Timur Mannem. Juga tentang rencana program penanggulangan banjir arso aakibat luapan sungai tami, yaitu pembuatan tanggul pengendali bannjir sepanjan sekitar 3 Km di sepanjang Arso II — Swakarsa serta normalisasi kali Ubiyau.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, usai kegiatan, mengemukakan rakortek tersebut sangat penting untuk menyamakan persepsi antara Pemkab Keerom dan BWS untuk kegiatan land clearing rencana budidaya jagung di lahan ex sawit, serta penanggulangan banjir arso akibat luapan sungai tami dan ubiyai.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP.

“Kita hari ini menerima kepala BWS dan kosultan BWS terkait detail design enginering dan finalisasi peta lokasi, menyamakan persepsi antara BWS dan Pemkab Keerom untuk memastikan wilayah ex plasma sawit yang harus disiapkan untuk lokasi perencanaan budidaya jagung,”ujarnya..

Dikemukakan bahwa anggaran untuk kedua kegiatan tersebut dipastikan tahun ini ada. Untuk land clearing saat ini dalam proses tender selanjutnya dlakukan kontrak, sementara untuk program pengendali banjir telah dilakukan kontrak, sehingga dipastikan untuk kedua program tersebut segera dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan.

“Finalisasi peta lahan ex plasma sawit ini sangat penting untuk memastikan lokasi yang masuk program kegiatan yaitu 5 kampung di Arso TimurMannem yaitu Kampung Wambes, Piawi, Wonorejo, Yamara, Wembi. Wilayah ini yang harus ter-cover dalam 3000 Ha, ini harus fix, itulah sebabnya pertemuan ini penting, dan inilah yang jadi pergumulan kami dalam beberapa bulan ini,”terangnya lanjut.

Ia juga menjelaskan dalam pertemuan ini, tidak hanya soal kesiapan budidaya jagung, tapi juga BWS meminta arahan pengendalian banjir khususnya pembuatan tanggul untuk pengendalian limpahan air dari sungai tami.

“Saya berikan arahan untuk pembuatan tanggul pengendali banjir di sepanjang 3 km antara Arso swakarsa — arso II. Pembuatan tanggul pengendali banjir ini senilai Rp. 10 milyar. Selain itu Dana hibah provinsi sudah disiapkan untuk normalisasi kali Ubiyau senilai Rp. 20 milyar,”tambahnya.

Dengan adanya program tersebut, ia mengemukakan telah dipastikan program budidaya jagung akan jalan untuk total hingga akhir tahun 2023 seluas 3000 Ha dengan tahap awal sekitar 500 Ha di wambes. Sementara tanggul banjir dan normalisasi kali ubiyau diharap bisa menanggulangi secara bertahap persoalan banjir di arso khususnya di Swakarsa dan sekitarya.

” Selain ini, tahun depan di daerah Arso 7 Yowong akan ada kolam retensi seluas 100 Ha, BWS selaku Satker/UPTD di Papua akan melanjutkan ke BNPB terkait ini. Juga dari KLHK akan ada 50 Ha kebun agro forestery yang lokasinya persis di samping kolam retensi. Jadi penanganan pengendali banjir ini kita akan lakukan dengan beberapa pendekatan sekaligus,”ujarnya.

Diharapkan masyarakat mendukung semua program pemerintah ini karena tujuan pemerintah kabupaten keerom tak lain adalah Keerom Berubah dan Sejajar dengan Kabupaten lain. Jadi tak ada alasan untuk tidak mendukung kegiatan ini.

“Inilah upaya-upaya untuk mengatasi banjir, sehingga masyarakat bisa terus menjalankan, aktivitasya dengan baik. Saya juga minta, tak ada alasan untuk tidak dukung, ini semata-mata untuk kemajuan keerom, ini untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat, program ini bukan untuk kepentingan A, B atau C. Ini kepentingan kita semua, jadi ini masalah ini jangan ada pihak yang coba-coba mempolitisir, akan berhadapan dengan seluruh masyarakat Keerom,”tegasnya.

Sementara itu Kepala BWS Papua, Nimrot Rumaropen, ST, MT, mengemukakan dalam rapat tersebut, Bupati Keerom telah memberikan arahan terkait 5 kampung yang akan masuk dalam program budidaya jagung Arso Timur — Mannem.

Kepala BWS Papua, Nimrot Rumaropen.

“Tim konsultan BWS Papua akan memfinalisasi design, karena tahun 2022 tidak lama akan terkontrak selanjutnya pekerjaan fisik atau land celaring tanaman jagung akan segera dilaksanakan dan diupayakn akhir 2023 sebanyak 3000 Ha sdh bisa terselesaikan, tahap awal kita fokus 500 Ha di Wambes, dan selanjutnya ke kampung-kampung lain,”ujarnya.

Demikian pula untuk pekerjaan pengendalian banjir keerom, aakan segera dikerjakan. Titiknya nanti akan kita lihat dari situasi lapangan yang pasti antara arso II Swakarsa sekitar 3 km,ujarnya

Hal senada dikemukakan tim teknis dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) BWS Papua, Ariston Samosir.

Ariston Samosir.

“Terkait program jagung kab keerom, kita dijadwalkan tahun 2022–2023 selesai, tahap kondisi sekarang kita sedang lelang, mudahana awal mei sdh terkontrak dan langsung bisa action untuk land clearing dan pembuatan drainase, sesuai tupoksi kami di SDA,”pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×