Tidak Miliki Ijin, Polisi Bubarkan Massa Penolak Provinsi Papua Selatan

Polisi membubarkan massa demonstrasi yang berkumpul di Lingkaran Brawijaya, Merauke. (Ari Bagus Purnomo / lintaspapua.com)
0 4

MERAUKE (LINTAS PAPUA) – Polisi membubarkan warga yang berkumpul di Lingkaran Brawijaya, Merauke, Kamis (31/01/2022). Pembubaran warga yang hendak berdemonstrasi ke Kantor DPRD Merauke untuk menolak Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan (PPS) itu dibubarkan polisi lantaran tidak memiliki ijin.

“Mereka tidak memiliki ijin, secara prosedural minimal 3 hari sebelum melakukan aksi mereka harus mengajukan ijin ke Kepolisian. Tapi mereka baru mengajukan ijin itu ke kami kemarin apalagi saat ini situasi masih dalam masa pandemi, sehingga aksi ini terpaksa kita bubarkan” kata Kabag Ops Polres Merauke, Kompol VIcky Pandu.

Dia menambahkan sebelum massa tersebut dibubarkan, sebelumnya pihak kepolisian sudah mendatangi titik-titik kumpul dari para pendemo tersebut bahwa aksi yang akan dilakukan itu tidak diijinkan.

Dia juga menuturkan, pihak keamanan hanya mengijinkan aksi dalam bentuk audiensi saja.

“Audiensi saja yang kami ijinkan, 15 – 20 orang. Hal itu sudah kami sampaikan, tapi karena tidak diindahkan ditambah lagi mereka melakukan aksi longmarch, maka kami langsung mengambil langkah tegas untuk membubarkan aksi demosntrasi itu” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, setelah masa itu dicegat di Lingkaran Brawijaya dan ditawarkan kembali untuk audiensi saja bersama DPRD. Namun karena masa tersebut menolak untuk audiensi sehingga mereka memilih untuk membubarkan diri.

“Sekitar limapuluhan orang, dari aksi itu kita amankan alat peraga yang menyatakan untuk menolak Provinsi Papua Selatan (PPS). Syukur himbauan kami yang keduakallinya ini diindahkan dan mereka memutuskan untuk membubarkan diri” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×