Dominika Tafor, Putri Asli Keerom Pertama Resmi Jadi Anggota DPRD Keerom

(Dominika TaFor, Anggota DPRD Keerom, usai diresmikan, mendapatkan ucapan selamat dari Wakil Bupati Keerom, Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSI.. (Arief Nugroho / LINTASPAPUA.COM)
0 4

Bersama Bernard Kenay, Keduanya Diambil Sumpah Janji Sebagai PAW Anggota DPRD Keerom.

KEEROM (LINTASPAPUA) – Akhirnya kader Partai Golkar, Dominika Tafor, diresmikan dan diangkat menjadi anggota DPRD Keerom Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2019-2024. Dominika Tafor, yang juga putri asli Keerom pertama yang berhasil masuk ke kursi parlemen ini diambil sumpah/janji bersama anggota PAW lainnya yaitu Bernard Kenay dari PKS.

Keduanya diambil sumpah dan janji oleh Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, dalam suatu Rapat Paripurna DPRD Keerom Dalam Rangka Pengambilan dan Pengucapan Sumpah/Janji Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Penggantian Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Keerom periode 2019-2024, di Ruang Rapat DPRD Keerom, pada Rabu (31/3/22) siang.

Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, pada rapat ini diwakili Wakil Bupati, Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi. Juga seluruh pimpinan dan anggota DPRD Keerom hadir, selain itu juga hadir tamu undangan lain, serta kerabat dan kolega dari kedua anggota DPRD yang baru. Keduanya menggantikan H. Syahabuddin, SP, MSi dan Joko Pramono, yang berhalangan tetap.

Usai kegiatan, Dominika Tafor, saat diwawancarai media mengemukakan kesiapannya untuk mengemban amanah dari masyarakat Keerom yaitu mengawal program-program pembangunan di Kabupaten Keerom.

Dominika Tafor, PAW anggota DPRD Keerom dari Fraksi Partai Golkar. (arief  / lintaspapua.com)

“Apa yang kami lakukan setelah menjadi anggota dewan, tentunya sebagai wakil rakyat tugas kami adalah bekerja untuk rakyat yaitu mengawal program-program pembangunan di kabupaten keerom,”ujarnya.

Sebagai perempuan asli Keerom yang kini melengkapi 20 anggota DPRD Keerom, maka kini DPRD Keerom memiliki 2 wanita sebagai anggotanya, diakuinya ini adalah beban baginya untuk membawa aspirasi wanita-wanita Keerom.

“Kami akan berusaha berpolitik secara profesional, bukan politik abal-abal. Sebagai perempuan tentunya saya siap kawal aspirasi perempuan-perempuan di Keerom, seluruh perempuan yang ber-KTP Keerom,”lanjutnya.

Diakuinya bahwa keterlibatan perempuan dalam politik telah ada, namun keberpihakan belum terlihat. Karena perempuan terkesan sebagai pelengkap dalam verifikasi faktual partai politik yang dilakukan KPU. Karenanya ini merupakan salah satu PR baginya, untuk membawa aspirasi perempuan di Kabupaten Tapal Batas Negeri ini.

Hal serupa disampaikan Bernard Kenay. Sebagai anggota DPRD Keerom Dapil I dari PKS, ia mengaku siap untuk mengemban amanah rakyat.

Memang tahun 2019 lalu saya sempat menjadi anggota DPRD Keerom, namun karena itu adalah kesempatan pertama dan baru, maka kerja saya belum maksimal. Pada kesempatan kali ini saya akan berusaha lebih baik lagi dalam membawa aspirasi rakyat yang saya wakili dari Dapil I khususnya dari Towe,pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×