Jadi Satu Tungku, Lembaga Dewan Adat Harus Bermitra Dengan Pemerintah dan Agama

0 5

Masyarakat Diingatkan Untuk Tidak Ikut Hasutan dan Ajakan Kelompok Kepentingan Tertentu.

KEEROM (LINTAS  PAPUA) – Menyikapi demo yang dilakukan di DPRD Keerom sesuai ajakan DAK Keerom, maka Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Keerom, menyayangkan adanya demo tersebut. Bahkan demo tersebut dinilai tak urgen dan nyasar.

Hal ini seperti dikemukakan Ketua Umum LMA Kabupaten Keerom, Marinus Isagi, kepada wartawan pada Selasa (29/3/22) kemarin. Menurutnya, sebagai lembaga adat, seharusnya mengurus hal-hal yang terkait culture atau masalah adat lainnya, bukan masalah ASN, jabatan apalagi masalah pengusaha.

Kami dari LMA Keerom, menganggap demo hari ini yang dilaksanakan sesuai edaran DAK, adalah demo yang tak urgen dan nyasar atau salah sasaran. Karena dari 8 poin yang mereka sampaikan adalah bukan ranahnya adat, diantaranya masalah ASN, jabatan eselon II atau SKPD dan pengusaha itu bukan lewat adat,ujarnya saat bertemu wartawan di Keerom, siang tadi.

Ia menyebut poin yang nyasar diantaranya adalah masalah ASN dan pengusaha.

Kedua hal ini ada forumnya, ASN ada organisasi KORPRI, sementara pengusaha ada asosiasi atau Kadin atau Gapensi, seharusnya lewat jalur tersebut, kemudian organisasi ini bertemu Bupati untuk menyampaikan. Bupati Wabup dan Sekda ini tetap ada di tempat, tidak pernah keluar daerah,lanjutnya.

DAK seperti halnya LMA, menurutnya adalah lembaga culture sehingga masalah yang menjadi urusannya adalah masalah culture, seperti pelestarian budaya, perlindungan hak-hak masyarakat adat, peningkatan kesejahteraan masyarakat adat serta peningkatan SDM masyarakat adat, bukan masalah yang dituntut dalam demo sebanyak 8 poin tersebut.

Ia juga berharap, lembaga adat termasuk dewan adat sebagai mitra pemerintah harus benar-benar bersinergi dengan pemerintah dan agama dalam semangat 3 tungku demi peningkatan kegiatan pemerintahan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Apalagi Ketua DAK, Pak Servo dan Bupati yang notebene adalah anak adat, ibarat bapak dan anak, harusnya bicara baik secara kekeluargaan, jangan demo nyasar begini. Apalagi undangan yang disampaikan terlalu heboh katanya datang 500 orang padahal yang ada hanya segelintir orang, yang disampaikan juga begitu begitu, tidak urgen,ujarnya lagi.

Pada kesempatan ini ia juga mengajak masyarakat Keerom untuk mendukung bupati yang sedang bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga sesuai visi-misi Bupati Keerom. Sejauh ini kami lihat bupati sudah meelaksanakan program-programnya dengan baik, semua sudah dan sedang terlaksana, seperti pembangunan pertanian, ada tanama jagung, kakao dan lainnya, juga ada program ekonomi dan pembangunan lainnya.

Mengakhiri wawancara, Ketua LMA mengingatkan masyarakat Keerom untuk tidak ikut hasutan dan ajakan kelompok yang tak bertanggungjawab untuk kepentingan tertentu.

Kami jelaskan masyarakat adat jangan sekali-kali ikuti ajakan ajakan demo untuk kepentingan kelompok tertentu yang tak bertanggungjawab. Kalau ada masalah sampaikan langsung ke bupati, beliau selalu ada di tempat, tak keluar daerah. Kami menghimbau kepada masyarakat adat Keerom dan nusantara, dari sabang sampai merauke, mari kita bangun Keerom jangan ikut hasutan kelompok tak bertanggungjawab,pungkasnya.

Sementara itu, dari pantauan situasi demo. Para pendemo yang dipimpin Servo Tuamis, datang ke DPRD menyampaikan 8 poin aspirasi yang diterima oleh pimpinan dan anggota DPRD Keerom. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×