Aksi Damai Masyarakat Moy – Tanah Merah Pertanyakan Realisasi Pembangunan Jalan Kemiri – Depapre

Suasana Aksi Damai Terkait Pembangunan Jalan Kemiri - Depapre yang belum terealisasi dengan baik. (Vhiky Done / lintaspapua.com)
0 25

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Berbagai Kekecewaan mewarnai suasna masyarakat saat melakukan aksi, karena hingga kini ruas jalan Kemiri – Depapre yang direncanakan untuk di bangun, namun belum juga terealisasi baik.

Masyarakat kecewa karena tidak adanya proyek pembangunan untuk ruas jalan kemiri – depapre dalam APBD Provinsi Papua tahun 2022 ,masyarakayat yang tergabung dari 22 kampung 4 distrik yang ada di lembah Moy Distrik Sentani Barat, Pesisir Tanah Merah Distrik Ravenirara, Distrik Depapre dan Distrik Yokari , tidak termasuk Demta karena memiliki jalan akses yang bedah lewat wilayah Genyem.

Baca Juga: Jalan Raya Sentani-Depapre, DPR: Pemprov Papua Serahkan Saja ke BBPJN XVIII Jayapura Tuk Dikerjakan

Masyarakat itu kembali turun memblokade jalan pada rABU, 23 Maret  2022, dengan aksi demo damai dan konvoi  di jalan mengelilingi Kota Sentani menuntut janji pemerintah Provinsi Papua dan DPRD Papua, yang sebelumnya berjanji  pada tahun 2021 akan di bangunnya ruas jalan kemiri – depapre tahun 2022.

Aksi konvoi yang dilakukan sepanjang jalan mulai dari Distrik depapre sampai depan Hotel Suni Garden Kota Sentani sambil meneriakan aspirasi mereka, sedangkan untuk titik pemalangan bertempat di Kampung Sabron Sari, di lokasi yang sama saat aksi tahun 2021.

Diperkirakan massa mencapi lima ratusan lebih dengan puluhan roda dua dan roda empat juga truck, berbagai macam tulisan di hiasi pada body kendaraan ada spanduk dan juga tulisan pada kertas manila yang memuat kekecewaan terhadap janji pemerintah.

Koordinator Aksi, Filep Bano, saat menyampaiakn aspirasi saat aksi. (Vhiky Done / lintaspapua.com)

Koordinator Aksi, Filep Bano menyampaikan kami menagi janji pemerintah pada aksi demo tahun 2021 yang mana katanya akan di bahas dalam APBN perubahan bulan Oktober 2021, jika tidak akan di bahas pada APBN 2022, sekarang sudah bulan Maret 2022, tetapi tidak ada pengerjaan.

“Kami akan palang jalan sampai pemerintah kerjakan jalan ini,” tegas  Filep Bano.

Ketua  Dum Truck Community Moy (DTCM),  Bob Banundi, bahwa terkait aksi, maka   jalan akan tetap dipalang total. (Vhiky / lintaspapua.com)

Hal senada disampaikan Ketua  Dum Truck Community Moy (DTCM),  Bob Banundi, bahwa terkait aksi, maka   jalan akan tetap dipalang total.

“Terkecuali Hal yang bersifat Emergency, seperti orang sakit, kedukaan, anak sekolah yang akan menghikuti ujian, selain itu tidak boleh lewat ” tegas Bob.

Baca Juga: Papua Muda Inspiratif Siap Bangun Sinergitas Kembangkan Pertanian dan Perikanan di Kabupaten Jayapura

Berlangsungnya aksi ini di pantau langsung oleh awak media , dalam aksi ini mendapat pengamanan dan pengawalan dari personil gabungan 2 pleton dari Polres Jayapura dan tambah 16 personil Polsek Sentani Barat dari awal aksi hingga sore hari saat masa membubarkan diri

Namun ada sebagian massa yang tetap berjaga di tempat titik pemalangan itu ,dengan harapan ada tanggapan serius dari pemda agar jalan dikerjakan secepatnya.  (Vhiky Done  / lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×