Peringati Hari Air Sedunia dan HUT Kota Jayapura, Alumni SMU II Tanam 1000 Pohon

Ikatan Alumni SMA Negeri II Jayapura dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia dan HUT Jayapura yang ke-112 di Angkasa, Distrik Jayapura Utara, Sabtu (19/03/2022). (Putri / lintaspapua.com)
0 2

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Penanaman 1000 pohon dilakukan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri II Jayapura dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia dan HUT Jayapura yang ke-112 di Angkasa, Distrik Jayapura Utara, Sabtu (19/03/2022).

Pada lokasi penanam bibit 1000 pohon ini merupakan lokasi intek air yang telah dibangun Ikatan Alumni SMA Negeri II Jayapura untuk mengairi 350 rumah dan 2000 jiwa didaerah Dok IX, Distrik Jayapura Utara.

Pada lokasi penanam bibit 1000 pohon ini merupakan lokasi intek air yang telah dibangun Ikatan Alumni SMA Negeri II Jayapura untuk mengairi 350 rumah dan 2000 jiwa didaerah Dok IX, Distrik Jayapura Utara.. Tampak saat foto bersama. (Putri Kurita / lintaspapua.com)

“Ini adalah lokasi intek air yang kami bangun, pada tanggal 5 Desember 2021 lalu air sudah masuk dirumah warga termasuk rumah Konsulat PNG. Kami tanam pohon disini untuk menjaga lokasi intek air,” kata Ketua Alumni, Denis Auparay, SH, MM kepada media.

Menggandeng beberapa komunitas peduli lingkungan yang ada di kota Jayapura, Denis mengatakan harapannya dengan kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat agar jangan menebang pohon sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Ir. Dolfina Joce Mano, M. Si., mengatakan lokasi penanaman merupakan lokasi yang kritis terhadap patahan atau longsoran. Secara fisik seharusnya dilakukan penanaman. Pihaknya berharap kegiatan hari ini dapat dilanjut, agar tanaman yang sudah ditanam itu terdapat terpelihara.

“Kami mengapresiasi kegiatan dari alumni SMA Negeri II Jayapura, yang ikut perhatian akan penanganan perlindungan dan peduli lingkungan di Kota Jayapura,” jelasnya.

Sementara itu, Komunitas Bumi Air mengatakan ada 13 mata air yang ada di intek induk digabung menjadi satu dan sudah dialiri diruang warga yang ada di Dok IX, Angkasa, dan Pasir II.

“Kami menggunakan sistem pengairan tradisional yaitu menggunakan pipa yang mengalir dari ketinggian ke tempat tinggi ke tempat rendah. Kami harap pihak pemerintah kota dapat melihat yang kami kerjakan dan bisa menjadi menjadi perhatian. Untuk saat ini aliran air yang masuk dirumah warga cukup deras, ” jelas Edwin Rorey, Kabid Teknis Komunitas Bumi Air. (Putri Kurita / lintaspapua,com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×