Forkompinda Keerom Minta Umat Beragama Tidak Terprovokasi

0 14

Percobaan Pembakaran Pintu Gereja di Bagia, Tokoh Agama Keerom Kutuk Keras, Minta Pelaku Diusut dan Ditindak Tegas.

KEEROM (LINTASPAPUA) — Wakil Bupati beserta Forkompinda dan tokoh Agama di Kabupaten Keerom meminta agar umat beragama di Kabupaten Keerom khususnya umat Kristiani, untuk tidak terprovokasi dan terus menjaga soliditas kerukunan beragama di Keerom yang telah terjaga baik selama ini.

Hal ini disampaikan Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi bersama Forkompinda diantaranya Sekda, Kapolres keerom, Dandim 1701 Jayapura, dan tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kab Keerom, dalam suatu konferensi pers yang dilakukan di Kantor Bupati Keerom, pada Sabtu (5/3/22).

Konferensi pers dilaksanakan menyusul adanya peristiwa percobaan pembakaran pintu Gereja GKI Simon Petrus, Kampung Bagia, Arso PIR III, Keerom pada sehari sebelumnya (Jumat, 4/3/22) sekitar pukul 06.00 pagi WIT.

“Peristiwa ini adalah peristiwa yang kita sayangkan, karena ini adalah upaya mengusik ketenangan, ketentraman dan kerukunan umat beragama di kabupaten Keerom. Kami seluruh komponen pemerintah dan tokoh agama di kab Keerom mengutuk peristiwa ini dan sepakat menyerahkan masalah ininuntuk diusut oleh aparat keamanan yaitu Polres Keerom,”ujar Wabup.

Wakil Bupati Keerom, Drs Wahfir Kosasih SH, MH, MSi.

Atas peristiwa ini, Wabup juga meminta kepada seluruh umat Beragama di Keerom untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga keamanan dan kerukunan serta solidaritas umat di kabupaten Keerom yang telah terjaga baik.

Hal senada disampaikan Ketua FKUB Keerom, Nursalim Arrozy.

“Atas kejadian ini, FKUB Kabupaten Keerom telah meninjau lokasi dan bertemu tokoh agama disana. Kami mengecam keras tindakan oknum yang mencoba membakar gereja tersebut, oleh siapapun dan atas dalih apapun.. Ini tindakan biadab,”ujarnya.

Ketua FKUB Keerom, Nursalim Arrozy

Maka atas kejadian FKUB minta agar apaarat kepolisian agar segera mengusut tuntas pelaku pembakaran pintu utama gereja.

Kecaman keras juga disampaikan Ketua Persatuan Gereja-gereja Kab Keerom (PGGK) yang juga Ketua Klasis GKI kab. Keerom, Pdt. Frans Mambrasar, STh.

“Kami mengecam keras kejadian ini, namun juga sepakat bahwa upaya mereka memprovokasi umat Kristen dan umat beragam di Keerom tidak akan berhasil, kami sepakat bahwa ini adalah upaya pihak tidak bertanggung jawab untuk merusak kerukunan beragama yg terjaga baik di keerom,”ujarnya.

Ketua PGGK Keerom dan juga Ketua Klasis GKI Kab Keerom, Pdt. Frans Mambrasar, STh.

Ia juga meminta kepada seluruh umat di kampung Bagia dan seluruh umat di kabupaten Keerom agar dapat menahan diri, jangan mudah terprovokasi.

“Mari bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama, menciptakan situasi yang aman dan kondusif. kami juga minta pihak kepolisian bekerja menangani kasus ini dan menghukum pelakunya dengan tegas,”tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan bahwa kerukunan beragama terjaga dan tak mempengaruhi kegiatan ibadah, maka hari ini (Minggu, 6/3/22) akan dilaksanakan ibadah Minggu yg dihadiri para pendeta dan juga tokoh agama FKUB Keerom. ***** (arief nugroho/LINTASPAPUA.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×