Perempuan Papua, Rosaline Rumaseuw Tampikan Karya Desain Motif Batik Papua “Patung Karwar dan Piring Resa-Resa” di New York Fasihon Week

Seorang desainer yang berasal dari Biak Papua Dokter Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes, untuk pertama kalinya mempromosikan budaya asli Papua melalui karya hebatnya dalam ajang bergengsi New York Indonesia Fashion Week, Amerika Serikat, 22 Februari 2022.. (YouTube Naomi)
0 20

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –   Seorang desainer yang berasal dari Biak Papua Dokter Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes, untuk pertama kalinya mempromosikan budaya asli Papua melalui karya hebatnya dalam ajang bergengsi New York Indonesia Fashion Week, Amerika Serikat, 22 Februari 2022.

Karya busananya bertemakan Gold of Papua. Balutan busana yang indah karya wanita paruh baya ini telah diperagakan oleh model dan dianggap sukses mengangkat fashion budaya asli Papua dengan ciri khas kain bercorak emas.

Dalam desainnya, Rosaline Irene Rumaseuw  yang juga berprofesi seorang dokter telah mengangkat budaya sejarah Papua dalam motif busana yang diberi merk Dr. RR. Diantaranya ada motif Patung Karwar dan Piring Resa-Resa.

Sebagaimana dikutip lintaspapua.com dari Postingan YouTube Nani pada tanggal 27 Februari 2022, yang menampilkan informais tersebut yang dibacakan dalam berita MNCTV, dengan jelas mengulas hal tersebut.

Patung Karwar bergambarkan kepala yang besar, mempunyai arti penuh dengan pemikiran cemerlang dalam menghasilkan suatu ide yang luar biasa. Sedangkan untuk Piring Resa-Resa merupakan penghormatan dan simbol pembayaran mas kawin dalam adat suku Biak.

“Saya disitu mengangkat motif Papua, Patung Karwar Dan Piring Resa-Resa dalam design dengan nuansa emas. Mempromosikan satu daerah lewat seni lebih elegant, saya mau sampaikan bahwa Papua itu tidak kalah dengan Bali” tutur Dr.RR.

“Baju-bajunya heboh, penggemarnya banyak, peminatnya banyak, desainnya keren,  seru banget disini, banyak banget yang tertarik, pada bertanya darimana, untuk memperkenalkan Papua. Ungkap produser NYIW, Vanny Tousignant.

Rosalina menunjukkan bahwa dirinya mampu berkarya dan mempromosikan budaya Papua di kancah Internasional.

Dia juga mengajak generasi milenial untuk tidak lupa dan senantiasa melestarikan budaya daerah meskipun dilanda maraknya budaya asing yg masuk ke Indonesia.  (Re-Writer : Septa Kulsumawulan / lintaspapua.com)

 

Leave a Reply

Install di layar

Install
×