Jaga Persediaan di Gudang, Dinas Kesehatan Keerom Bantah Ada Penarikan Obat

0 16

Rekanan juga bantah adanya penarikan, yang ada Penukaran Obat.

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Dinas Kesehatan Keerom melalui Sekretaris Dinkes, Frangklin Uriager, membantah bahwa telah terjadi penarikan obat dari gudang obat yang dilakukan oleh pihak III. Hal ini disampaikannya dalam sebuah Press Conferense, yang digelar di Keerom pada Kamis (24/2/22).

Sekretaris Dinkes yang ada kesempatan tersebut didampingi rekanan pengadaan obat menyampaikan bantahan ini menyusul adanya pemberitaan yang menyebut telah terjadi penarikan obat dari gudang obat Pemkab Keerom yang dilakukan oleh rekanan atau Pihak III, pada Selasa (22/2) lalu.

‘Pada kesempatan ini kami mau menyampaikan klarifikasi tentang adanya berita penarikan obat oleh pihak III. Pada kesempatan ini kami sampaikan itu tidak benar samasekali. Disamping saya ada pihak rekanan dari PT. Mekar Melati Farmindo, nanti beliau yang akan menjelaskan secara detil apa yang terjadi di gudang obat hari itu,” ujarnya memulai Press Confrerense.

Ia menambahkan,  bahwa tujuan klarifikasi adalah agar masyarakat paham bahwa apa kondisi persediaan obat di Gudang Obat milik Pemkab Keerom samai saat ini masih aman hingga 6 bulan kedepan.

Sementara itu, selaku rekanan pengadaan obat, PT Mekar Melati Farmindo, kali ini hadir Komisaris Utamanya, Yuni Andriani. Bersama seorang staffnya, ia menjelaskan tentang apa yang dilakukan pihaknya di gudang obat yang dimaksud.

 

“Terus terang kami kaget atas pemberitaan tersebut, karena kami juga tidak dihubungi terkait hal itu. Maka pada kesempatan ini kami klarifikasi bahwa apa yang kami lakukan hari itu di gudang obat bukanlah penarikan obat tapi kami sedang melakukan penukaran obat,”ujarnya.

Penukaran obat yang dilakukan pihaknya karena selaku distributor pihaknya sesuai kontrak, harus menjamin pemenuhan obat yang disesuaikan dengan ketersediaan pabrik. Termasuk diantaranya menyangkut expired backcode.

Karena ada kesalahan sistem maka ada yang tak sesuai dengan berita acara, sehingga kita perlu lakukan penyesuaian sehingga dilakukan penukaran obat yang dilakukan pada Selasa (22/2/22) lalu.

“Sesuai kontrak akan dilakukan penukaran paling lambat 6 hari kerja dan kita memang jadwalkan hari ini untuk memasukan obat ke gudang,”paparnya.

Konferensi Press kali ini juga dihadiri, Orgenes Suwae, SIP, (Kabag Humas Pemkab Keerom), dan Pregustina Duma, SH (Kabag Hukum) serta Kabid Kesmas Dinkes Keerom, Jovita.

 

 

Pada kesempatan akhir, Sekretaris Dinkes Keerom mengemukakan bahwa masyarakat Keerom tak usah khawatir karena persediaan obat di Keerom masih aman untuk jangka 6 bulan kedepan. Seusai konferensi Pres, wartawan sempat melihat langsung proses pemasukan obat ke gudang obat yang dilakukan oleh pihak III atau rekanan. (arief nugroho / lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×