Hujan Seharian, Air Kali Tami dan Bewan Meluap

0 11

Beberapa Rumah Terendam, Arus Jalan Transpapua Diarahkan Lewat Dalam.

KEEROM (LINTASPAPUA) –  Hujan yang mengguyur Arso seharian, sejak kemarin, membuat debit air di DAS Kali Tami (Mannem) dan Kali Bewan (Arso Timur) mengalami peningkatan sejak pagi hari (22/2/22).

Akibatnya beberapa rumah di Arso Timur dan Matajalan Arso Swakarsa, digenangi air. Dan sejak pukul 09.00 WIT, ruas jalan Transpapua, khususnya dari arah Matajalan Arso 2 ke Arso Swakarsa, terpaksa ditutup.

“Kendaraan kami arahkan untuk lewat jalur dalam jika dari dan menuju Jayapura – kantor bupati keerom,”ujar salah seorang anggota Polres Keerom yg berada di lokasi.

Dilokasi terdampak, tampak Kadistrik Arso, Laurens Borotian, juga Danramil Arso, Mayor Suprapto, melihat dan memantau kondisi terkini di beberapa titik lokasi.

Air mulai menggerus tepian jalan trans Papua. (Arief/LINTASPAPUA)
Kadistrik Arso melihat langsung lokasi di Arso Swakarsa. (arief/LINTASPAPUA)

 

“Memang sepanjang jalan Arso 2 hingga Arso Swakarsa ini memang masuk daerah rawan banjir. Penyebab yang dominan adalah adanya luapan kali Tami yg meluap hingga lokasi ini,”ujarnya saat ditemui di Matajalan Arso Swakarsa, Selasa (22/2/22).

Karena itu, pihaknya telah menghimbau agar warga yg bermukim di lokasi tersebut untuk waspada datangnya banjir kiriman.

“Kita juga sesuai yg disampaikan Bupati Keerom, agar disepanjang jalan raya Transpapua ini untuk tidak dibangun, maka hal ini terus kami ingatkan dan himbau kepada masyarakat untuk mematuhinya,”tutupnya.

Sementara itu Danramil Arso, Mayor Suprapto dan di lain kesempatan, Kapolsek Arso Timur, Iptu Katman, nampak melakukan pantauan situasi sejak pagi hari.

“Sejak pagi tadi, air memang terus meningkat hingga pagi ini meluber di jalan Transpapua,”ujar Danramil Arso.

Ketinggian air di Matajalan Arso Swakarsa (LINTASPAPUA/ist)
Beberapa rumah dan tempat usaha di Matajalan Arso Swakarsa (LINTASPAPUA/ist)

 

Sedangkan Kapolsek Arso Timur bersama anggota nampak melakukan pantauan di kampung Pitewi dan Pikere. Anggota Sat Lantas Polres Keerom pun nampak bersiaga dan mengarahkan kendaraan agar melalui jalur dalam melewati Arso 2 (Yuwanain) – Arso Swakarsa (Asyaman) — Yammua — Sanggaria — Warbo.

Kadistrik Arso, Laurens Borotian, menambahkan dari pantauan saat ini, memang air blm surut, namun hujan sudah berhenti, sehingga diharapkan sungai kembali surut.

Kadistrik Arso, Laurens Borotian, saat diwawancarai di lokasi banjir (ariefnugroho/LINTASPAPUA)

“Kita terus ingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas membangun pemukiman dan juga menebang pohon di sepanjang jalan Arso kota hingga Yowong. Terutama di sebelah timur, karena ini adalah daerah resapan air sesuai larangan bupati Keerom dan kita akan terus mengkoordinasikan ini dengan pimpinan,”pungkasnya.  (AriefNugroho/LintasPapua.Com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×