150 Peserta Jadi Agen Perubahan Cegah Stunting

0 10

150 peserta berfoto bersama Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai M.Si (kiri),Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakya Republik Indonesia, Emanuel Melkiades Laka Lena (tengah),Betty Anthoneta Puy, SE, M.PA ,Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak & KB Kota Jayapura (Kana) foto : Fransisca

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)– Sekitar 150 peserta dari kalangan Remaja, element masyarakat dan  Mahasiswa Universitas Cendrawasih hadir menjadi agen perubahan mencegah stunting (kekurangan gizi balita 1000 hari pertama) membantu calon orang tua memperhatikan gizi saat hamil agar pertumbuhan balita tidak terhambat. Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Pencegahan Stunting bersama Mitra ini menghadirkan Nara Sumber : Emmanuel Melkiades Laka Lena (Mitra BKKBN/Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakya RI), Drs. Nerius Auparai M.Si (Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Papua), dan Betty Anthoneta Puy, SE, M.PA (Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak & KB Kota Jayapura). Kegiatan di laksanakan pada Selasa (22/2/2022) Horizon Ultima Entrop.

Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakya Republik Indonesia, Emanuel Melkiades Laka Lena mengharapkan Papua bebas Stunting, perlu mempersiapkan segala aspek melalui perencanaan dengan tujuan kualitas manusia unggul bersama program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Meminimalisir stunting di Papua ini, kalau bisa menghilangkan stunting di tanah Papua ini,

semua tidak lepas dari pola hidup, pola makan dan pola asuh. Keluarga sehat, produktif, dan berkualitas adalah tujuan program Bangga Kencana menuju Indonesia emas 2045, Bangga Kencana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perencanaan,”Tegasnya.

Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai M.Si, berpesan bahwa Stunting hanya bisa di cegah tidak bisa di tanggulangi bila sudah terjadi pada anak, dan akan menjadi permasalahan Negara, maka dari itu perlu menginformasikan Stunting kepada Calon orang tua.

“Stunting kalau tidak di tangani baik akan menjadi beban pemerintah, bangsa ini butuh generasi lebih cerdas berkualitas, sehingga itu butuh edukasi untuk keluarga beresiko Stunting (calon orang tua, ibu hamil, orang tua),Tutupnya.

(Fransisca/lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×