Kadinas Ikuti Lelang Jabatan, Bupati Keerom Turun Buka Pemalangan SD Negeri Pitewi

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, didampingi Kapolsek Arso timur, Iptu Katman dan Kadistrik Arso Timur, Matias Mekawa, saat melihat pembukaan palang SDN Pitewi oleh tokoh adat, Niko Kera, di Pitewi, Kamis (21/01/2022). (arief / lintaspapua.com)
0 1

Pemalangan SDN Pitewi Selama 2 Minggu Berakhir, Sekolah Diminta Aktif Kembali.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sudah dua minggu terakhir murid-murid SDN Pitewi Distrik Arso Timur tidak bersekolah. Hal ini tak lain karena sekolah tersebut sedang dipalang oleh pemilik tanah adat yaitu Niko Kera dkk.

Mengethaui hal ini, Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, turun tangan untuk menangani dan mengakhiri aksi pemalangan ini. Turut mendampingi Bupati saat ke SDN Pitewi, Kapolsek Arso Timur, Iptu Katman dan Kadistrik Arso Timur, Matias Mekawa.

Bupati Keerom, Piter Gusbager bersama Muspida saat Turun Lapangan Untuk Membantu Menyelesaikan Pemalangan SD Piitewi. (arief / lintaspapua.com)
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP., saat diwwawancara. (arief / lintaspapua.com)
Suasana Negosiasi Dengan Masyarakat Yang Lakukan Pemalangan Hingga Akhirnya Bisa Dibuka Kembali. (arief / lintaspapua.com)

Saat tiba, telah ada di lokasi SDN Pitewi, tokoh adat yang melakukan pemalangan yaitu Bpk. Niko Kera dan beberapa orang lainnya. Bupati pun langsung melakukan dialog dengan Bpk Niko Kera, yang kemudian menyampaikan tentang keluhannya.

‘’Tahun 2020, waktu itu kita buka pemalangan terkait tanah, bupati saat itu, Bpk Markum, kita dijanjikan pembayaran tapi ternyata sampai saat bupati berganti tidak juga dibayarkan, maka sejak dua minggu lalu, SDN Pitewi ini saya palang agar ada kejelasan pembayaran sesuai janji,’’ujar Niko.

Atas permintaan tersebut Bupati Keerom, Piter Gusbager, pun mengemukakan bahwa pihak Pemkab akan mengeluarkan biaya yang dimaksud. Namun ia menegaskan bahwa pemalangan seperti ini tidak boleh terjadi karena yang dirugikan adalah masa depan anak-anak dan masa depan bangsa ini.

Selanjutnya pemalangan yang dilakukan pun berakhir, bpk. Niko Kera pun membuka pintu pagar sekolah yang telah ia rantai dan gembok selama 2 minggu terakhir. Bupati pun segera memerintahkan guru sekolah tersebut untuk mengaktifkan proses belajar mengajar disana.

Usai pelepasan palang, Bupati Keerom didampingi Kadistrik dan Kapolsek Arso Timur menjelaskan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah urusan wajib yang harus diselenggarakan pemerintah, sehingga mengetahui ada pemalangan, maka ia pun segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

‘’Masalah sekolah, yaitu pendidikan dan juga kesehatan merupakan pelayanan dasar dan itu urusan wajib sesuai perintah UU, kalau fasilitas kesehatan dan pendidikan dipalang pasti kita langsung turun tangan. Namun setelah saya dengarkan langsung apa penyebabnya saya pikir ini terjadi hanya karena masalah komunikasi, dan akhirnya pemalangan bisa kita akhiri,’’ujarnya kepada wartawan, di lokasi SDN Pitewi, Arso Timur, kemarin (20/01/22).

Ia juga menyayangkan kenapa sekolah sudah dipalang dua minggu dan ia barui diberi informasi kemarin, sehingga penanganannya terlambat. Karena sekolah tutup dua minggu adalah hal yang sangat merugikan bagi anak-anak dan masa depan mereka.

‘’Juga hari ini memang jabatan Kadinas Pendidikan masih dijabat oleh Plt. sehingga penyelesaiannya pun tidak maksimal, disamping itu, saat ini juga sedang dilaksanakan lelang jabatan sehingga pejabatnya sedang mengikuti lelang, jadi bupati turun tangan langsung tangani masalah ini, karena masalah pendidikan tak boleeh dibiarkan berlarut-larut, syukurlah kita sudah sepakat sehingga saya tadi perintahkan guru untuk segera aktifkan sekolah ini mulai besok,’’perintahnya.

Tokoh Adat yang melakukan pemalangan, Niko Kera, menyampaikan terimakasih atas penyelesaian dari bupati keerom, dan berjanji tak akan melakukan pemalangan lagi. (arief / lintaspapua.com)

Sementara itu,  Tokoh Adat yang melakukan pemalangan, Niko Kera, menyampaikan terimakasih atas penyelesaian dari bupati keerom, dan berjanji tak akan melakukan pemalangan lagi.

‘’Kami masyarakat adat tetap dukung pendidikan, karena anak-anak kami perlu sekolah. Tidak ada palang-palang lagi,’’janjinya. Semoga… (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×