<
Lintaspapua.com

Beri Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah, Kadin Apresiasi Pemkab Jayapura

LINTAS PAPUA - Selasa, 11 Januari 2022 - 16:13 WITA
Beri Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah, Kadin Apresiasi Pemkab Jayapura
Ketua Kadin Kabupaten Jayapura, Jaap A. Suebu, M.H., saat memberikan keterangan kepada media. (irfan  / lintaspapua.com) (LINTAS PAPUA)
Penulis
|
Editor

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jayapura, Jaap A. Suebu, M.H., berikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura atas upaya pembinaannya kepada pengusaha muda atau pemula di Kabupaten Jayapura yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Asli Khenambay Umbay.

Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberi kesempatan kepada Asosiasi Pengusaha Asli Khenambay Umbay untuk mengerjakan pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga korban banjir bandang dan luapan air pasang Danau Sentani

Sebagai mitra pemerintah dalam proses pembinaan kepada asosiasi kontraktor atau pengusaha, Jaap Suebu sangat menyambut baik langkah pemerintah daerah sebagai upaya keberpihakan pemerintah kepada pengusaha asli asal Kabupaten Jayapura. Namun upaya ini harus dibarengi dengan pembinaan sumberdaya manusia (SDM) dalam bidang pengawasan pekerjaan.

Demikian disampaikan Jaap Suebu kepada wartawan media online ini di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (11/1/2022).

“Mengulas sedikit tentang dana RR yang saat ini sedang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Secara prinsip, masyarakat ini kan sudah sangat menderita selama tahun 2019 hingga saat ini. Dengan adanya kebijakan dari Bupati Jayapura itu, kemudian diberikan kepada 229 kontraktor yang ada di Bumi Khenambay Umbay itu sangat berterima kasih dari masyarakat dunia usaha atau kontraktor. Di sini saya hanya sampaikan sedikit perlu kita melakukan review, bahwa keberadaan pemerintah daerah sebagai pengguna jasa itu harus melakukan pembinaan secara baik kepada penyedia jasa,” ucapnya.

Baik itu, kata Jaap, pembinaan itu kepada kontraktor pemula maupun kontraktor yang sudah berada posisi menengah. Penyedia jasa ini jangan di lupa itu ada dua. Bahwa selain kontraktor, juga ada konsultan. Begitu juga konsultan ini ada dua yakni, konsultan pengawas dan perencana.

 

“Jadi konsultan perencana adalah konsultan yang melakukan perencanaan sebelum pekerjaan itu di lelang atau di kerjakan. Setelah pekerjaan itu dikerjakan, maka yang punya peran penting di sini adalah konsultan pengawas, yang melakukan tugas utama dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dikerjakan oleh penyedia jasa (kontraktor) ini harus sesuai dengan perencanaan awal atau sesuai dengan kontrak yang tersedia. Di sinilah yang penting sekali, untuk proses-proses pembinaan itu dilakukan oleh pemerintah daerah melihat itu,” katanya.

“Jadi, tolong ke depan pemerintah daerah memberikan ruang pembinaan kepada konsultan perencana dan juga konsultan pengawas. Sehingga dalam proses pelaksanaannya, kontraktor sebagai penyedia jasa ini juga terbantu dengan keberadaan dan kehadiran atau tupoksi dari konsultan perencana atau pengawas. Saya pikir ini saja menyangkut dana RR yang sedang bergulir terhadap 229 kontrak yang sudah diberikan terhadap kontraktor putra daerah,” sambungnya.

Jaap Suebu juga menyoroti keberadaan Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay, karena sesuai Tupoksinya adalah menghimpun para pengusaha, sedangkan pembagian pekerjaan merupakan kewenangan asosiasi dan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terkait.

“Kalau menyangkut komposisi disini sebenarnya itu, awalnya petunjuk dari pa Bupati Jayapura itu kita mengarahkan satu kontraktor itu satu pekerjaan. Akan tetapi, dalam implementasinya ini juga terjadi simpang siur. Sehat teman-teman yang tergabung dalam forum yang sebenarnya dia tidak bertanggung jawab, tapi dia menggunakan kewenangan itu secara salah. Nah, disini lah letak tanggung jawab dari pemerintah daerah bersama Kadin melakukan proses pembinaan ke depan,” sorotnya.

“Untuk itu, saya imbau teman-teman yang sudah di forum ini untuk tidak melakukan satu gerakan yang lebih yang bukan tupoksinya mereka. Karena mereka hanya lah mengumpulkan saja, yang selanjutnya itu diserahkan kembali kepada asosiasi yang bertanggung jawab untuk membagi (pekerjaan) tersebut, seperti Gapensi, Gabpeknas, Ardin dan Ardindo, termasuk HIPMI. Kalau forum ini bukan lah asosiasi, sekali lagi saya tegaskan bahwa Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay itu bukan asosiasi yang bertanggung jawab untuk melakukan pembagian pekerjaan karena yang bertugas untuk membagi itu adalah OPD terkait atau BPBD,” tambahnya.

Pria yang juga Staf Khusus Bupati Jayapura ini juga meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi guna memerintahkan konsultan pengawas agar bisa bekerja sesuai Tupoksinya mendampingi para kontraktor pemula ini secara baik dan benar.

Sehingga mereka atau kontraktor pemula ini bisa dibimbing dalam hal menyusun laporan perkembangan pekerjaan mereka dan tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan seluruh pekerjaannya sesuai dengan kontrak karya yang telah disepakati. (Irf)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123