<
Lintaspapua.com

Warga Yamara Adukan Kepala Kampung ke Pemkab Keerom

LINTAS PAPUA - Jumat, 7 Januari 2022 - 18:02 WITA
Warga Yamara Adukan Kepala Kampung ke Pemkab Keerom
Suasana pertemuan antara tokoh masyarakat warga Kampung Yamara dengan Wakil Bupati Keerom dan jajaran di ruang rapat Wakil Bupati Keerom, Kamis (06/01/2022). (Arief /lintaspapua.com) (LINTAS PAPUA)
Penulis
|
Editor

Ketua Bamuskam dan Masyarakat bertemu Wabup dan Jajaran, Sampaikan Keluhan Mereka.

KEEROM  (LINTAS PAPUA) –  Puluhan warga Kampung Yamara, Distrik Mannem, Kab. Keerom, mendatangi Kantor Bupati Keerom pada Kamis (06/01/21). Kedatangan mereka kali ini adalah untuk mengadukan kepala kampung mereka yang dinilai tidak melaksanakan transparansi pekerjaan di kampung tersebut.

Diantara puluhan warga Kampung Yamara tersebut nampak diantaranya, Ketua Bamuskam, Marthen Wenda dan tokoh masyarakat, tokoh pemmuda serta tokoh wanita Kampung Yamara. Mereka menyampaikan untuk meminta waktu audiense dengan pemerintah kabupaten Keerom perihal kampung mereka.

Akhirnya beberapa perwakilan mereka pun disetujui untuk bertemu dengan Pemkab yang akan diwakili Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi. Diantara mereka antara lain, Aten Wenda (Ketua Bamuskam Yamara), Irene Fatagur, Hendrik Kelen, Kornelia Imbiri dan Marijen Bate.

Ketua Bamuskam, Marthen Wenda, saat memberikan keterangan kepada media. (lintaspapua.com)

Sementara itu, dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat Setda Keerom, dari pihak Pemkab ada Wakil bupati dan jajaran. Diantaranya, Trisiswanda Indra (Sekda), Edi Buntan (Asisten II), Yohana Waas (Asisten III), Vincen Jehandu (Inspektorat), Adolof Boryam (Kadistrik Mannem) Barmen (DPMK). Selain itu hadir pula perwakilan dari pihak kepolisian, Kabag Ops Polres Keerom, AKP Yoan F, dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut, para perwakilan masyarakat Yamara menyampaikan beberapa keluhan terkait Kepala Kampung Yamara yang dinilai atau diduga  melakukan penggunaan dana kampung sebagai mana mestinya bahkan diduga kuat ada penyimpangan atau penyelewengan penggunaan.

 

Atas keluhan ini, Wakil Bupati keemudian menyampaikan bahwa pihak pemerintah setelah menerima laporan ini akan menindaklanjuti dengan menurunkan tim dari inspektorat dll untuk mengecek kebenaran laporan atau pengaduan masyarakat tersebut.

Seusai pertemuan, Ketua Bamuskam, Aten Wenda dan salah satu tokoh perempuan, Marijen Bate, mengemukakan bahwa mereka membawa bukti-bukti ada penyimpangan dalam penggunaan dana-dana yang masuk ke kampung.

Salah Satu Tokoh Perempuan, Marijen Bate, (lintaspapua.com)

‘’Dari catatan kami, ada 17 item pelanggaran kepala kampung dan telah kami serahkan kepada Pemkab Keerom dalam pertemuan tadi. Karenanya kami meminta agar masalah ini segera ditindaklanjuti dengan menurunkan tim audit untuk memeriksa kondisi pekerjaan dan kondisi kampung Yamara,’’ujar Marijen.

Hal serupa dikemukakan oleh Ketua Bamuskam, Aten Wenda. ‘’Kami rasa yang kami sampaikan tadi sudah jelas di rapat, soal penggunaan uang di kampung harus jelas, kalau tidak jelas begini, maka kami minta Kepala Kampung Yamara harus turun,’’pungkasnya. (tim-red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123