PT. Freeport Indonesia Peduli SDM Papua, Seribu Anak Seribu Harapan Masa Depan Papua di SATP

0 23

TIMIKA (LINTAS PAPUA) – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar kegiatan Natal Bersama dan Hari Orang Tua, dalam rangka mengakhiri semester ganjil Tahun Ajaran 2021-2022, pada Kamis (2/12/2021) di SATP, Jalan Kutilang SP4, Kampung Wonosari Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika – Papua.

SATP milik Yayasan Pemberdayaan Masyatakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan dari PT. Freeport Indonesia (PTFI) dan dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL). Acara dihadiri seribu lebih siswa/i bersama para guru, pembina asrama dan tamu undangan.

Dalam ibadah, Pdt. Paul Maniagasi membawakan renungan Natal dari kisah perumpamaan Yesus tentang “Orang Samaria yang Murah Hati”. Dalam kisah itu memberi pelajaran bahwa umat Tuhan perlu memberi diri dengan mempraktekkan tindakan kasih yang sejati. Memperhatikan sesama dan mengikat tali persaudaraan.

“Mari kita melihat dari ‘kacamata’ Tuhan. Tuhan sudah izinkan anak-anak ada di tempat hunian (SATP), pelayanan yang ada di tangan kita. Kita menyelamatkan ribuan masa depan untuk Papua. Mari kita lakukan pekerjaan kita seperti untuk Tuhan dan bukan untuk dilihat manusia. Di balik anak-anak mungil ini ada pelayanan yang kita kerjakan,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Vice President Community Relations and Human Right PT. Freeport Indonesia (PTFI), Arnold Kayame, mengatakan seribu lebih anak-anak penghuni SATP merupakan para calon pemimpin daerah, bangsa dan negara di masa depan. Ia meminta para guru dan pembina asrama untuk mendidik dan mengasuh anak-anak asli Mimika itu seperti anak kandung sendiri.

“Mereka adalah masa depan kabupaten ini. Mungkin ada yang akan jadi bupati atau gubernur. Tuhan sudah menitipkan mereka. Marilah kita menyiapkan anak-anak ini dengan baik, sesuai tema natal bersama : Cinta Kasih Kristus yang Mengerakkan Persaudaraan. Didiklah anak bukan hanya untuk menjadi pintar tapi juga berkarakter baik,” katanya.

Menurutnya peran guru di sekolah dan orang tua di rumah merupakan tokoh penting dalam kehidupan anak. Kedua peran ini saling melengkapi agar anak bisa bertumbuh kembang cerdas, kuat dan berkarakter baik. Ia juga meminta SATP membenahi segala yang terjadi di masa lalu, sehingga anak bisa diajar dengan cara-cara yang santun dan bermartabat kepada anak-anak.

 

“ Anak-anak yang ada di sini terpilih untuk bersekolah di sini, untuk dibina dan dibimbing. Yayasan mengambil peran orang tua saat berada di sekolah. Keberadaan sekolah ini untuk melengkapi peran orang tua, saling melengkapi. Menanamkan nilai-nilai pembelajaran yang kelak berguna bagi masa depan anak. Anak-anak sudah mendapat nilai-nilai yang baik dari sekolah dan asrama, bawa ke rumah, tunjukkan hasil belajarmu. Hormati orang tua, dengar segala nasehat,” tuturnya.

Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro, menitip pesan agar saat menjalani libur Natal dan Tahun Baru di rumah, anak-anak bisa menjaga kesehatan dan kembali ke sekolah di tahun 2022 depan. Ia juga mengingatkan agar anak-anak hidup dalam keteraturan sebagaimana diterapkan di asrama selama ini.

“Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan di antara anak-anak, terbina dengan baik. Besok anak-anak akan kembali kepada orang tua menjalani libur, jaga kesehatan agar bisa kembali ke sekolah di tahun 2022 nanti dengan sehat. Terapkan aturan-aturan di asrama bawa ke rumah, tunjukkan kalian semua anak yang baik. Merry Christmas and Happy New Year,” ungkapnya

Kepala Perwakilan YPL, Andreas Ndityomas, mengungkap terima kasihnya kepada Freeport dan YPMAK atas kepercayaan untuk membina seribu lebih anak-anak di tempat itu. Menurutnya pendidikan merupakan jalan yang harus ditempuh oleh anak-anak menuju masa depan yang gemilang. Pihaknya sebagai mitra yang telah dipercaya akan membina dan mengajar anak sebaik mungkin.

“ Seribu anak, seribu masa depan tanah terkasih, Tanah Papua. Masih banyak kekurangan yg perlu kami benahi dengan didukung semua pihak. Pendidikan adalah jembatan peradaban yang kita percaya atas cara ini rahmat dan karunia, serta berkat berlipat dari Tuhan akan turun temurun diwariskan pada generasi hari ini dan generasi yang akan datang. Terima kasih atas kepercayaan pada Yayasan Pendidikan Lokon,” katanya.

Sementara itu Perwakilan Lemasko, Thomas Mutaweyau, berpesan kepada anak-anak agar menjalani kehidupan di asrama dengan sebaik mungkin, sebagaimana pengalaman hidupnya selalu tinggal di asrama saat duduk di bangku sekolah dan perkuliahan. Manfaat tinggal di asrama akan melatih anak disiplin menyongsong masa depan.

“Di tempat inilah kita belajar, kita dibentuk. Datang dari kampung-kampung di pegununga dan pesisir pantai kita berkumpul untuk masa depan yang lebih cerah. Pengalaman saya SD dan SMP di asrama Kaokonao. Lanjut sekolah keguruan di Jayapura juga tinggal di asrama. Suatu saat nanti kalian akan merindukan asrama,”

Usai acara formal, dilanjutkan dengan kegiatan games yang dibagi per kelas SD dan SMP SATP. Setelah itu ramah tamah dan penyerahan hadiah.

Acara turut dihadiri oleh Vice President Community Development yang juga Ketua Badan Pembina YPMAK Nathan Kum, Pengawas YPMAK, Samuel Rorimpandey, Kepala Divisi Pendidikan Fransiskus Wanmang, Kepala Divisi Humas, Feri Uamang, Deputi Program Pendidikan, Onny Wiranda dan undangan lainnya dari PT Freeport Indonesia dan YPMAK beserta undangan lainnya. (Tora Imannuel /  www.ypmak.or.id)

Leave a Reply

Install di layar

Install
×