PT. FREEPORT INDONESIA : Bagaimana Kami Berperan Bersama Masyarakat

0 7

Sebagai salah satu produsen tembaga dan emas terkemuka di dunia, kami menyadari pentingnya menyediakan logam-logam esensial ini untuk kebutuhan ekonomi masa kini. Kami memiliki kewajiban untuk melaksanakan hal tersebut selaras dengan tanggung jawab sosial dan korporat kami untuk menjamin kehidupan generasi yang akan datang.

Kerjasama ini ditandai dengan adanya penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan tailing pada Selasa, 22 Oktober 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Penandatanganan MoU oleh Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dilakukan di depan Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (Corpcom PTFI)
Kerjasama ini ditandai dengan adanya penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan tailing pada Selasa, 22 Oktober 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Penandatanganan MoU oleh Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dilakukan di depan Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (Corpcom PTFI)
Kerjasama ini ditandai dengan adanya penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan tailing pada Selasa, 22 Oktober 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Penandatanganan MoU oleh Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dilakukan di depan Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (ISTIMEWA /Foto Ilustrasi)

PTFI menerapkan dan mematuhi kebijakan-kebijakan etis, sosial dan lingkungan. Kebijakan-kebijakan yang kuat membimbing kami ke arah pengembangan berkelanjutan. Pengalaman dalam masyarakat menciptakan terlaksananya kebijakankebijakan tersebut di Indonesia. Komitmen terhadap transparansi memungkinkan para pemangku kepentingan PTFI untuk menelusuri kinerja kami.

Program pengembangan masyarakat PTFI merupakan penggerak bisnis utama dari rencana-rencana operasional PTFI dan merupakan salah satu bagian dari berbagai macam inisiatif-inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan.

PTFI berjuang untuk menerapkan program pengembangan masyarakat yang memiliki dasar bisnis yang kuat, memberikan dukungan kepada inisiatif tanggung jawab perusahaan PTFI lainnya dan konsisten dengan standar-standar pengembangan masyarakat tingkat dunia.

Rendahnya Angka Partisipasi Sekolah disebabkan oleh terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Mimika serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, maka PTFI dan Biro Pendidikan YPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya kepada putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dalam implementasinya, PTFI dan Biro Pendidikan YPMAK bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Lembaga Pendidikan, Konsultan Pendidikan, dan mitra-mitra lainnya.

Pendidikan dan Pelatihan

PTFI dan YPMAK Sejak Tahun 1996 hingga tahun 2018 telah memfasilitasi 11.000 siswa dalam program beasiswa mulai dari tingkat SD sampai dengan S3 dan secara rutin melakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah dimana para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikannya.

Dalam mendukung peningkatan kualitas bagi siswa-siswi dari daerah terpencil, maka PTFI dan LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Pesat dan Keuskupan Timika dalam pengelolaan 5 asrama putra dan putri di Mimika dan dengan Yayasan Binterbusih di Jawa Tengah. Penerapkan pendidikan berpola asrama ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin bagi siswa-siswi agar mereka memiliki kemandirian dan memiliki pola hidup teratur.

Foto bersama peserta lokakarya “Menuju YPMAK 2041 yang Berkelanjutan”. (ISTIMEWA)

Bekerjasama dengan pihak ke tiga dalam penyelenggaraan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi para guru di Kabupaten Mimika untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para guru dalam pengajaran mata pelajaran khusus serta memberi dukungan bagi para guru yang ditugaskan di daerah terpencil.

PTFI juga membangun sebuah Institut Pertambangan untuk melatih putra dan putri asli Papua agar trampil menjadi pekerja tambang klas dunia yang siap bersaing di dunia industri pertambangan.

Pemberdayaan Perempuan

PTFI melalui Koperasi Aitomona sejak tahun 2008 memberdayaan perempuan Papua dan memberikan ketrampilan bagi ibu rumah tangga sehingga dapat berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Lewat berbagai pelatihan seperti mengelola keuangan keluarga, menjahit sampai dengan membuat makanan dari bahan lokal di ajarkan agar dapat tecipta industri skala rumah tangga di masa yang akan datang.

Peningkatan Kapasitas Lembaga

PTFI terus berusaha dan mendukung lembaga-lembaga yang menjadi representatif masyarakat lokal dalam meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan dana program pengembangan masyarakat dari PTFI. Lembaga-lembaga yang menerima dana program pengembangan masyarakat adalah YPMAK, Yayasan Tuarek Natkime, Yayasan Waartsing, Yayasan Yu-Amako, Yayasan Hak Asasi Manusia dan Anti Kekerasan (YAHAMAK) dan Forum MoU 2000.

Melalui auditor independen dan pelatihan pembuatan laporan keuangan sangat diperlukan untuk meningkatkan akuntabilitas lambaga, sehingga masyarakat yang menjadi sasaran program dapat mengetahui penggunaan dana tersebut dan konflik kepentingan pada kelompok-kelompok masyarakat dapat dihindari. (Disadur dari https://ptfi.co.id/id/community-capacity-building )

Leave a Reply

Install di layar

Install
×