<
Lintaspapua.com

Hendaklah Kita Dalam Hidup Menaruh Pikiran dan Perasaan Bersama Dalam Kasih Kristus Yesus

LINTAS PAPUA - Selasa, 7 Desember 2021 - 22:59 WITA
Hendaklah Kita Dalam Hidup  Menaruh Pikiran dan Perasaan Bersama Dalam Kasih Kristus Yesus
 ()
Penulis
|
Editor

ROBOT TRADING, HARAM ATAU HALAL ?

“Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

Valuta asing sebagai komoditas perdagangan sudah lumrah diterima di seluruh dunia. Fluktuasi kurs antar mata uang dimanfaatkan orang untuk membeli dan menjual demi mendapatkan keuntungan.

Beli saat kurs turun dan jual saat kurs naik. Namun masalahnya adalah sukar memprediksi kapan akan naik dan kapan akan turun. Atau kalau turunpun, berapa banyak turunnya agar layak untuk dibeli agar saat naik akan cukup memberikan keuntungan yang berarti.

Jadi alih-alih untung, seringkali malah rugi dan kalau untungpun, tidak cukup berarti. Hal ini karena keterbatasan manusia terus memantau pergerakan fluktuasi harga valas, selain adanya faktor emosional yang sangat berpengaruh kepada pengambilan keputusan kapan beli dan kapan jual.

Oleh karena itulah, diciptakan robot trading, yaitu algoritma program komputer yang bekerja secara otomatis 24 jam sehari yang umumnya memakai index dari forex. Karena mesin, maka bekerjanya otomatis tanpa lelah dengan mematok margin tidak lebih dari 1% saja.

Walau marginnya kecil, tetapi jika dilakukan terus menerus maka akan memberikan hasil yang signifikan dalam sehari. Tentu saja tidak selalu berada pada posisi untung karena terkadang juga rugi, tetapi peluang mendapat keuntungan lebih besar dan layanan ini terbuka buat siapa saja yang punya modal.

Layanan robot trading umumnya dikelola oleh pialang dan keberadaannya diawasi oleh Bappebti yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Jadi ini adalah cara mendapatkan keuntungan yang legal, walau ada juga robot trading abal-abal yang berujung penipuan. Nah yang menjadi pertanyaan apakah robot trading halal atau haram?

Sebagai orang merdeka dalam Kristus, kita mengerti bahwa bukan hal haram atau halal, tetapi berguna atau tidak (1 Kor. 6:12). Sekarang ada teknologi yang memudahkan kita dalam aktivitas termasuk mendapatkan uang, tetapi apakah hal itu berguna atau tidak? Kita tentu akan berkata, jika bisa mendapatkan banyak uang dengan cara mudah mengapa menempuh cara sulit. Memang semakin lama kehidupan manusia semakin dimudahkan termasuk mendapatkan uang, tetapi kita harus sadar, hidup tidaklah tergantung kepada semua kemudahan (kekayaan) itu.

Karena seringkali justru semakin bertambahnya kekayaan, ketamakan juga semakin bertambah. Dengan demikian, di masa semua serba mudah, ketika saatnya arah hidup kita ada dalam genggaman kita sendiri, akankah kita serahkan kepada Kristus penyelamat jiwa kita? Pada akhirnya kita dituntut semakin dewasa dan bijak dalam Dia. Amin. (LS)

Questions:
1. Saat kesulitan keuangan, apakah anda masih berpikir bahwa uang adalah solusinya?
2. Menurut anda apakah berlimpah uang adalah jaminan hidup yang berkelimpahan?

Values:
Memang semakin lama kehidupan manusia semakin dimudahkan, tetapi kita harus sadar, hidup tidaklah tergantung kepada semua kemudahan

Menyerahkan hidup kepada Kristus bukan hanya kekuatiran dan kesusahan tetapi juga kelimpahan dan kemakmuran kita.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan”
__ Filipi 2.5-6

Yesus tidak berpegang pada kemuliaan surgawi-Nya, tetapi menyerahkannya untuk menyelamatkan kita. Sekarang Dia meminta kita untuk mengikuti teladanNya dan membagikan hatiNya. Dia ingin kita memperlakukan satu sama lain seperti Dia telah memperlakukan kita, memikirkan kebutuhan mereka dan kehendak Tuhan diatas kebutuhan kita sendiri.

Hal yang cukup sulit dilakukan khususnya di jaman moderen seperti sekarang dimana orang berlomba-lomba memuaskan dirinya sendiri.

Namun sebagai orang percaya yang sudah menerima KasihNya; marilah kita meneladaniNya dengan memperhatikan orang lain dan bukan hanya tentang diri sendiri.  (Disadur Dari Sharing WhatsApp)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123