<
Lintaspapua.com

“Akhirnya, Hendaklah Kamu Kuat di dalam Tuhan, di Dalam Kekuatan Kuasa-Nya.” (Efesus 6 : 10)

LINTAS PAPUA - Minggu, 5 Desember 2021 - 01:17 WITA
“Akhirnya, Hendaklah Kamu Kuat di dalam Tuhan, di Dalam Kekuatan Kuasa-Nya.” (Efesus 6 : 10)
Roh Kudus dilambangkan sebagai Merpati Putih dari Surga. (gbika.org) ()
Penulis
|
Editor

BAHAYA ZONA NYAMAN KEKAYAAN DAN KESUKSESAN

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” Matius 5:1-4

Apa maksud perkataan Yesus pada ayat bacaan diatas? Bukankah ini sepertinya paradoks dan bertentangan dengan prinsip dunia? Apakah orang yang berbahagia/diberkati adalah orang yang mengalami masalah pelik misalnya bangkrut, sakit, atau ditinggalkan orang yang dikasihi? Bukankah ini sepertinya tidak masuk akal? Bukankah kita “berbahagia” dan merasa diberkati bila usaha kita berhasil, menjadi juara kelas, uang melimpah, sukses, terkenal dan dipuji hampir oleh semua orang?Betulkah demikian?

Tapi apa kata Alkitab? “Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu” (Lukas 6:24, 26).

Ternyata pikiran Yesus berbalikan dengan gambaran kita selama ini tentang berbahagia dan diberkati. Cara berpikir dunia ternyata berbeda dengan cara berpikir Yesus atau cara berpikir kerajaan Sorga. Justru saat kaya, sukses, terkenal adalah keadaaan yang berbahaya. Lalu pesan apa sebenarnya yang hendak disampaikan kepada kita?

Ternyata Yesus tidak berbicara tentang hukum dan fakta yang dapat dilihat seperti prinsip dunia bahwa jika “kaya“ kita disebut berbahagia. Yesus katakan, “Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Mat. 19: 24). Artinya, kebahagiaan sejati kita tidak ditentukan kalau kita berprestasi, sehat dan punya banyak harta. Seperti yang dunia pahami, justru ketika hidup kita tanpa hambatan kita sedang masuk dalam zona bahaya, sebab kita tidak bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Pengalaman Ayub sebagai seorang yang taat, tetapi pengalaman perjumpaannya dengan Allah justru ia alami saat ia kehilangan semuanya bahkan kehilangan dukungan istrinya yang adalah harapan terakhirnya. Ayub mengakui, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5).

Kekayaan rupanya adalah jebakan yang bikin kita ada dalam zona berbahaya, ketika kita merasa “terhibur “ oleh kekayaan kita sedang tidak peka bahwa kehidupan kita yang telah diciptakan menjadi manusia baru yang tidak sepenuhnya tergantung pada materi.

Yesus sedang mengajarkan “di dalam ketidakberdayaan kita” justru kita bisa mengalami Allah. (DD)

Questions:
1. Benarkah kekayaan dan kesuksesan adalah zona nyaman yang berbahaya?
2. Mengapa bisa berbahaya? Bukankah keadaan miskin lebih berbahaya? Diskusikan.

Values:
Kebahagiaan sejati kita tidak
ditentukan kalau kita berprestasi, sehat dan punya banyak harta.

Kingdom Quote:
Kekayaan rupanya adalah jebakan yang bikin kita ada dalam zona berbahaya.

 

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
__ Efesus 6.10

Terkadang badai dalam kehidupan bisa datang bertubi-tubi, sehingga kita merasa kewalahan, tidak memiliki kekuatan untuk dapat bertahan dan bergerak maju.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa sumber kekuatan kita adalah Tuhan; dalam hanya di dalam Nya sajalah kita dapat dikuatkan dan dimampukan untuk tidak hanya bertahan melainkan keluar dari badai sebagai pemenang.

Ketika badai terasa begitu menakutkan, berserulah padaNya dan tinggallah diam didalam Nya. (***)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123