<
Lintaspapua.com

Dua Tahun Bertugas, Inilah Pandangan Presiden Jokowi Terkait Kinerja Staf Khusus Milenial

LINTAS PAPUA - Kamis, 2 Desember 2021 - 17:17 WITA
Dua Tahun Bertugas, Inilah Pandangan Presiden Jokowi Terkait Kinerja Staf Khusus Milenial
Presiden Jokowi dan Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar. (istimewa) ()
Penulis
|
Editor

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Dua tahun sudah sejak terpilihnya para stafsus milenial oleh Presiden Jokowi. Sejak kemunculannya saat itu sampai hari ini, sosok-sosok terpilih yang menjabat staf khusus milenial tersebut menuai diskusi secara daring, dan banyak yang mempertanyakan keputusan Presiden dalam membentuk mereka, terkait dengan kontribusi terhadap negara dan penggunaan anggaran negara yang besar untuk membayar gaji mereka.

Sebagian besar hanya menyoroti 5 Stafsus Milenial Presiden saja, walaupun kenyataannya, ada 11 Staf Khusus Presiden RI yang bekerja membantu keseharian tugas Presiden Joko Widodo. Sejatinya fungsi kerja Stafsus Milenial , adalah melekat pada arahan Presiden, yang memberikan penugasan, sehingga yang berhak memberikan penilaian kinerja Stafsus  adalah Presiden nsendiri.

Setelah 2 tahun bertugas, ini adalah pandangan presiden terhadap Kinerja Staf Khusus Milenial Presiden RI ini.

Mengutip dari harian Kompas tanggal 30 November 2021, Menurut koordinator staf khusus  Presiden RI, AAGN Dwipayana, sejauh ini Presiden Jokowi cukup puas dengan kerja para staf khusus termasuk yang berusia milenial. Mereka menjalankan kerja berdasarkan penugasan Presiden, berbeda dengan Menteri yang kerap memberi publikasi terbuka. Jika melihat di Instagram, para staf khusus Presiden dari kalangan milenial ini kerap mengunggah kiprah atau aktivitasnya di media sosial masing-masing.

Beberapa penugasan oleh Presiden RI, terkait proses digitalisasi UMKM, Putri Tanjung terlihat aktif berkeliling Indonesia bersama Menteri Koperasi dan UMKM, mendorong UMKM untuk “naik kelas”, utamanya secara digital. Putri Tanjung juga berhasil menggandeng pihak swasta, dan beberapa pihak lain, untuk mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap pelaku UMKM, termasuk dengan Programnya: Pahlawan Digital UMKM dan Womenpreneurs.

Angkie Yudistia berhasil menggoalkan Perpres untuk Disabilitas, yang memastikan hak-hak kaum disabilitas ini dilindungi oleh negara. Baru-baru ini, juga terlihat, Presiden melantik Komisi Disabilitas Nasional yang akan bertugas memastikan implementasi dari fungsi negara mellindungi hak-hak dari Kaum Disabilitas di Indonesia.

Presiden Jokowi dan Staf Khusus Billy Mambrasar. (istimewa)

Billy Mambrasar yang berasal dari Papua, yang sangat aktif membagikan semua kiprah perjalanan karir di media sosial nya. Papua pertama yang berhasil berkuliah di Universitas Harvard ini telah melakukan banyak gebrakan selama ia menjabat sebagai stafsus.

Mulai dari mendorong terbentuknya inkubasi bisnis di Universitas Teuku Umar Aceh, memberikan rekomendasi terkait Inpres No. 98 Thn 2020 mengenai kesetaraan gaji guru honorer, menginisiasi pembentukan Manajemen Talenta Papua, melaunching program Bawa Perubahan (BaPer), melaunching program petani milenial di Papua dan Papua Barat yang diikuti oleh 2,000 orang dan bersama Kemenkominfo melaksanakan Papua Tech sebagai bagian dari ekosistem manajemen talenta nasional. Yang terkini ialah mengadakan pelatihan 250 pengusaha Papua yang nantinya akan dihubungkan dengan investor melalui program Link & Match bekerja sama dengan Kementerian Investasi.

Selama menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar juga berkeliling ke 22 Provinsi dan menulis 26 memo masukan kebijakan kepada Presiden Joko Widodo.

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar bersama Presiden Joko Widodo. (ISTIMEWA)

Billy Mambrasar turut membantu mengawal dan mendampingi Implementasi PON XX Papua yang merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo, termasuk mendampingi beliau dalam acara Pembukaan PON dan kunjungan kerja ke Papua dan Papua Barat selama empat hari berturut-turut.

Menanggapi cibiran-cibiran yang sering diterima, Billy dengan santai menjawab bahwa kritik adalah hal yang lumrah dan perlu jika ingin maju. Ia sangat memperhatikan setiap masukan membangun yang ia terima dan menerapkannya apabila memang tepat dengan program-program yang ia jalani saat ini. “Seperti kata bapak Presiden, lebih baik kita buktikan identitas kita melalui kerja kerja dan kerja, dan hal itu yang persis saya lakukan. Masih banyak tugas saya yang belum selesai, karena impian untuk melihat Indonesia maju dan khususnya Papua adalah tujuan utama saya,” tambah Billy. (***)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123