KASIH YANG MELEKAT : Marilah Kita Bersyukur Kepada Allah Atas kasih-Nya Yang Tak Berkesudahan Atas Kita

0
46

KASIH YANG MELEKAT

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39)

Di awal abad 20 ada penulis wanita terkenal dari Amerika Serikat yang bernama Margaret Wise Brown. Ia dikenal sebagai seorang penulis cerita anak-anak dan sangat dihormati dalam dunia tumbuh kembang anak. Meskipun sederhana namun tulisan-tulisan Margaret Wise Brown memiliki makna yang mendalam. Salah satu karya terbaiknya berjudul “The Runaway Bunny” (Kelinci yang Kabur).

Buku itu berkisah tentang seekor kelinci kecil yang berkata kepada ibunya bahwa ia memutuskan kabur dari rumah.

“Kalau kamu lari,” kata ibunya, “Aku akan mengejarmu karena kamu adalah kelinci kecilku.” Selanjutnya sang ibu berkata, jika anaknya menjadi ikan di sungai, ia akan menjadi nelayan yang akan menangkapnya. Jika sang anak menjadi lelaki kecilnya, ia akan menjadi ibu manusia yang akan merengkuh dan memeluknya.

Apa pun yang dilakukan anaknya, meski anaknya tetap bersikeras, sang ibu takkan pernah berhenti mengejarnya. Ia tidak akan menyerah dan meninggalkan anaknya. “Huh,” kata si anak kelinci, “Kalau begitu lebih baik aku tinggal di sini saja dan menjadi kelinci kecil Ibu.” “Nah, kalau begitu makanlah wortel ini,” sahut ibunya.

Kisah ini mengingatkan kita akan perkataan Daud dalam Mazmur 139:7-10, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku dan tangan kanan-Mu memegang aku.” Marilah kita bersyukur kepada Allah atas kasih-Nya yang tak berkesudahan atas kita. Dia akan terus-menerus hadir, menyertai, dan membimbing kita. Tuhan tidak pernah jauh dari kita.

Apapun keadaan kita. Melalui badai, sakit penyakit dan rupa-rupa kesulitan, namun Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian, karena Ia tahu siapa kita. Ia tahu kalau kita lemah dan tak berdaya.

Percayalah, bahwa kasih Tuhan sungguh melekat dalam hidup kita, seperti bayangan yang terus mengikuti kita, demikianlah Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendirian. Badai dan taufan dapat menimpa siapa saja,dapat membuat takut, tetapi tidak bisa memisahkan orang percaya dari Kasih Tuhan.

Kasih Tuhan itu sempurna atas kita, sebab Ia sempurna, maka tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Tuhan, sebab kasih-Nya terlalu kuat. Kadang kala kita membayangkan hal-hal yang akan memisahkan kita dari kasih-Nya, namun Ia berkata secara jelas bahwa tidak ada satupun yang dapat menarik posisi kita keluar dari dalam Kristus Yesus. Amin. (YMH)

Questions:
1. Menurut Anda apa yang melatarbelakangi Daud menulis Mazmur 139:7-10?
2. Ceritakan pengalaman khusus yang membuat Anda menyadari bahwa kasih Tuhan melekat dalam hidup Anda!

Values:
Dalam Kerajaan Allah, setiap warganya akan merasakan kasih dari Sang Raja yang selalu melekat setiap saat.

Tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:39)

“Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.”
__ 2 Korintus 7.1

Tuhan telah memberkati kita dengan begitu banyak janji indah. Dia telah mengirimkan Putra-Nya “untuk menaklukkan kematian dan menghidupkan kehidupan dan keabadian.” Dia akan “mengubah tubuh kita yang fana menjadi seperti tubuh-Nya yang mulia.”

Dia akan membawa kita pulang untuk bersamanya selamanya, tetapi sampai hari itu tiba, Dia akan tinggal di dalam kita dan mengungkapkan dirinya kepada kita.

Dia akan menjadikan kita lebih dari pemenang dan tidak akan membiarkan apa pun memisahkan kita dari kasih-Nya.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan respon kita? Tuhan ingin hidup kita menjadi murni, menjauhi apa yang jahat, keji, busuk, dan korup. Dia ingin kita melakukan ini, bukan agar kita dapat membanggkan diri secara moral, melainkan agar kita dapat menunjukkan kepadaNya penyembahan dan penghormatan kita. Dalam keinginan kita untuk memuji Tuhan, jangan lupa bahwa salah satu cara terbesar untuk memuji Dia adalah dengan mencari Dia dalam kemurnian dan kekudusan !. (***)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here