Dukung Giat MBS-Perdhaki, Bupati Piter Gusbager : “Enyahkan Malaria dari Keerom, Drainase dan Rumah Harus Ditata”

0
145
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan pemeriksaan darah malaria sebagai rangkaian kegiatan MBS-Perdhaki yang dilaksanakan di Kampung Yanama, Arso PIR I, Distrik Arso pada Selasa (23/11/2021). (arief/lintaspapua.com)

Pesan Bupati Keerom saat Hadiri Kegiatan MBS-Perdhaki Keerom di Kampung Yanama, PIR I.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengemukakan untuk mengenyahkan penyakit malaria dari Keerom bukanlah hal yang mudah. Karenanya ia mengingatkan bahwa semua pihak harus bekerjasama berantas malaria untuk menuju Elmaripa atau eliminasi malaria di Papua tahun 2027, dan Indonesia bebas Malaria tahun 2030.

Bupati Keerom menyampaikan hal ini saat menghadiri acara Mass Blood Survey (MBS) atau pemeriksaan darah massal yang digelar Perdhaki GF-ATM-PPM Tingkat Kabupaten Keerom di Kampung Yanama, Arso PIR I, pada Selasa (23/11/2021).

‘’Kami sampaikan apresiasi kepada Perdhaki yang secara konsisten melaksanakan program dan kegiatan pemberantasan penyakit malaria. Posisi API atau angka prevalemsi penyakit malaria yang sebelumnya di level 200-an kini turun hingga di angka 120-an, namun kita ingin agar Keerom zero (nol) untuk malaria, untuk menuju kesana tentu tak mudah seluruh pihak harus mendukung upaya-upaya menuju Elmaria 2027 dan Indonesia bebas malaria 2030,’’pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti bahwa buruknya lingkungan membuat nyamuk malaria susah dienyahkan.

‘’Untuk enyahkan malaria dari Keerom, maka habitat nyamuk harus kita enyahkan dengan menata lingkungan, drainase dan lingkungan rumah. HKN tahun ini hendaknya menjadi semangat untuk hidup sehat bagi kita. Maka saya jadikan momentum ini untuk canangkan untuk Keerom bebas malaria dimulai dari Kampung Yanama,’’ujar Bupati Keerom lebih lanjut.

Pada kegiatan ini, turut hadir Ketua TP-PKK Keerom, Ny. Angela TH Frank Gusbager, ST, Danramil Arso, Mayor Suprapto, Kepala SSR PWK Jayapura I, Agus D, Kepala Dekenat Keerom, Pastor Kris Bidi. SVD, Ketua Panitia Kegiatan, Yonas, Plt. Kepala Kampung Yanama, todat, tomas dan warga kampung Yanama.

Sedangkan Kepala SSR PWK Jayapura I, Agus D, mengemukakan bahwa kegiatan MBS yang digelar selama 3 hari ini (23-25/11) merupakan hari penting bagi pemberantasan malaria di Kampung Yanama dan Kabupaten Keerom.

‘’Kegiatan MBS adalah penanganan secara massal penyakit malaria, dengan cara periksa darah secara massal, pengobatan massal bagi yang terkena malaria, dan upaya menjadikan pekarangan kita bebas dari nyamuk malaria, kita harus buat pekarangan kita bebas nyamuk, malaria harus enyah dari kampung kita, kita bersihkan lingkungan biar nyamuk ini merasa bahwa kampung kita bukan habitat mereka, kabupaten ini bukan habitat mereka sehingga Kampung Yanama Bebas Malaria, dan Keerom bebas malaria, akhirnya Papua dan Indonesia juga bebas malaria,’’pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia, Yonas, mengemukakan bahwa kegiatan malaria digelar di Yanaman karena kampung tersebut masuk 3 besar kampung dengan prevalensi Malaria, sedangkan Keerom termasuk juga 4 besar daerah endemic malaria di Papua setelah Kota Jayapura, Timika dan Sarmi.

‘’Kegiatan 2 hari awal adalah pengambilan sample darah massal yang dilayani di 3 pos pemeriksaan MBS, untuk hari ketiga, tim MBS bakal melakukan kunjungan door to door. Kita juga telah siapkan 8 orang tenaga medis terdiri dari 3 dokter, 1 perawat, 1 bidan, 1 analis dan 2 bag. farmasi. Kegiatan penutupan dilakukan pada tanggal 25 november sore hari sekaligus penarikan doorprice sumbangan Bupati Keerom,’’terangnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah malaria kepada tamu undangan termasuk Bupati Keerom, ketua TP-PKK Keerom, Danramil Arso, dan lain-lain. Ditutup dengan ramah tamah dengan masyarakat Kampung Yanama. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here