TANGGUNG JAWAB KETIKA GAGAL : Takutlah pada-Nya sebab Ia Sang Pencipta yang Maha Kuasa

0
53

TANGGUNG JAWAB PADA SAAT GAGAL

“Biarlah aku menyeberang dan melihat negeri yang baik yang di seberang sungai Yordan, tanah pegunungan yang baik itu, dan gunung Libanon. Tetapi TUHAN murka terhadap aku oleh karena kamu dan tidaklah mendengarkan permohonanku. TUHAN berfirman kepadaku: Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu dengan Aku. Naiklah ke puncak gunung Pisga dan layangkanlah pandangmu ke barat, ke utara, ke selatan dan ke timur dan lihatlah baik-baik, sebab sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.” (Ulangan 3:25-27)

Firman Tuhan yang kita baca hari ini menggambarkan saat Musa berusaha “bernegosiasi” dengan Tuhan, agar bisa memimpin umat Israel hingga benar-benar masuk tanah Kanaan. Tetapi karena kegagalannya dalam peristiwa di mata air Meriba ketika saat dalam emosinya Musa memukul batu untuk mengeluarkan air, padahal Allah hanya memerintahkan Musa untuk berkata-kata kepada batu tersebut (Ul. 20:2-13).

Akibatnya Allah tidak ijinkan Musa masuk tanah Kanaan, tetapi ia harus tetap selesaikan tugas untuk mengantar umat Israel hanya sampai ke “gerbang “ tanah Kanaan. Padahal masuk tanah Kanaan adalah tujuan utama panggilan Musa (Kel 3:8). Meski jika di tilik lebih jauh penyebab semua persoalan ini adalah karena perilaku orang Israel yang suka “protes dan mengeluh “.

Jadi apakah yang Allah mau ajarkan kepada kita melalui peristiwa ini ? Setiap orang bisa alami kegagalan dalam peran yang dilakukannya. Meskipun dalam kegagalan terdapat berbagai konsekuensi, tetapi Allah ingin kita tetap berespon benar menyelesaikan setiap peran dan tanggung jawab kita dengan benar.

Dalam kegagalan kita, Allah yang baik tidak tinggal diam, DIA tidak pernah gagal terhadap Musa, Allah menyediakan rencana “lain” yang luar biasa. Musa memang tidak masuk tanah Kanaan, bahkan dalam kematiannya Ia langsung mendapat kehormatan dimakamkan sendiri oleh Allah. Musa mendapatkan “Kanaan rohani”nya di dalam tanganNya. Musa belajar bahwa Visi bukanlah TUHAN, sebaliknya TUHANlah yang harus menjadi visinya, ia serahkan dirinya dalam rencana mutlak Tuhan dan bukan rencana diriNya.

Akibat sikap bertanggungjawabnya Musa ini terhadap kegagalannya, Allah justru lahirkan pemimpin baru yaitu Yosua (Bil 27:18) Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya. Jadi kegagalan kita tidaklah boleh menjadi alasan untuk kita berhenti dari tanggung jawab kita, karena kita miliki keyakinan bahwa Allah turut bekerja dalam segala keadaaan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Anda mengerti? (HA)

 

Questions:
1. Bagaimana sikap Anda terhadap kegagalan yang Anda alami?
2. Bagaimana wujud pertanggungjawaban Anda ketika gagal dalam tugas?

Values:
Kegagalan kita tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti dari tanggung jawab, karena kita yakin bahwa Allah turut bekerja dalam segala keadaaan untuk mendatangkan kebaikan.

Kegagalan kita tidak akan pernah menggagalkan rencana Allah dalam hidup kita.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”
__ Efesus 3.20-21

Mimpi besar apa yang kita miliki? Ide luar biasa apa yang dapat kita pikirkan?

Tuhan sanggup memberikan jauh lebih besar dan lebih luar biasa dari apapun yang sanggup kita bayangkan. Dia lah Tuhan, Dia Agung, Dia dahsyat dan perkasa.

Takutlah pada-Nya sebab Ia Sang Pencipta yang Maha Kuasa. (***)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here