KESEMPATAN KEDUA : Mari Kita Berpaling Kepada-Nya, Dengan Jujur ​​Mengakui Dosa dan Kesedihan Kita

0
85

KESEMPATAN KEDUA

“Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.” (Ibrani 12:17)

Salah satu contoh kebaikan Tuhan yang istimewa adalah “kesempatan kedua”, kesempatan yang baru setelah sebuah kesempatan tertentu hilang. Sebuah pepatah China kuno mengatakan, “You cannot jump into the same water” dalam bahasa Indonesia “Anda tidak akan bisa melompat ke air yang sama untuk kedua kali”.

Ini berbicara mengenai waktu yang terus berjalan sebagaimana aliran sungai, jadi ketika kita meloncat ke dalamnya tidak mungkin diulangi lagi dengan air sungai yang sama, meskipun tampaknya sama tetapi air yang melaluinya telah berbeda, air yang sebelumnya telah mengalir jauh ketika kita melakukan lompatan kedua.

Demikian juga dengan waktu dan kesempatan dalam kehidupan kita. Ketika kita melewatkan satu kesempatan, yang satu itu tidak akan pernah kembali. Waktu atau kesempatan yang telah lewat tidak mungkin kembali, yang ada adalah waktu dan kesempatan yang baru dan berbeda. Tetapi apakah ada suatu jaminan jika kesempatan yang baru itu (biasa disebut dengan istilah Second Chance) pasti akan ada lagi.

Seorang teman baik saya saat berkuliah pernah mengalami kecelakaan hebat hingga para dokter pun saat itu memvonis bahwa nyawanya tidak akan tertolong, namun ternyata dengan kekuatan yang diberikan Tuhan, ia diberi kesempatan untuk tetap hidup hingga saat ini, bahkan akhirnya ia kini menjadi hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Ada kesempatan kedua yang kemudian ia tidak sia-siakan.

Orang-orang yang bergerak di dunia usaha juga mengerti prinsip ini, tidak semua kesempatan akan bisa terulang. Pilihan yang sudah diambil menyisakan dampak atau implikasi, tanpa kepastian adanya kesempatan lain untuk memperbaiki kesalahan atau kecerobohan dari apa yang telah dibuat, ataupun untuk melakukan sesuatu yang terlewatkan sebelumnya.

Memang semua kesempatan yang hilang tadi bisa saja terjadi kembali, tapi itu hanya karena Tuhan yang mengijinkannya. Namun itu bukan berarti kita menyia-nyiakan setiap kesempatan yang sudah diberikan pada kita.
Sudah semestinya kita tidak membuang-buang kesempatan atau menggunakan waktu secara asal-asalan. Berusahalah maksimal pada setiap kesempatan yang kita miliki.

Sebab lebih baik lakukan yang benar pada kali pertama daripada berharap memperbaikinya di lain hari. Namun jika pun Tuhan memberikan kesempatan kedua, terpujilah Tuhan yang memberikannya bagi kita. Amin. (JB)

Questions:
1. Pernahkah dalam hidup Anda diberi kesempatan untuk kali yang kedua oleh Tuhan?
2. Dalam hal apa kesempatan kedua yang Anda dapatkan dari Tuhan? Ceritakan!

Values:
Chronos (waktu) tidak pernah kembali tapi chairos (waktunya Tuhan) tetap ada bagi yang benar-benar merindukannya.

Lebih baik lakukan yang benar pada kali pertama daripada berharap memperbaikinya di lain waktu.

“Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku,
penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”
__ Mazmur 94.19

Tuhan adalah Penghibur, Pemelihara, dan Tuhan kita. Hanya kehadiran-Nya yang penuh kasih karunia dan kelembutan dapat membawa ketenangan dan penghiburan bagi jiwa kita yang gelisah dan putus asa.

Mari kita berpaling kepada-Nya, dengan jujur ​​mengakui dosa dan kesedihan kita. Mari kita memintaNya untuk menghilangkan kecemasan kita dan mengembalikan kepada kita gairah, sukacita, dan keyakinan akan keselamatan kita. (***)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here