Gandeng Sejumlah Pihak, BINDa Papua Gelar Vaksinasi Covid-19 di Tiga Tempat

0
67
Suasana vaksinasi Covid-19 di Pasar Pharaa Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (22/11/2021). (irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Badan Intelijen Nasional Daerah (BINDa) Papua menggelar Vaksinasi Covid-19 secara massal di tiga lokasi berbeda yang ada di Kabupaten Jayapura. Yakni, di Pasar Pharaa Sentani, Pasar Lama Sentani dan di depan Sentani City Square (SCS) Mall Borobudur.
Vaksinasi massal yang serengak ini juga menggandeng sejumlah pihak yaitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas Ebungfauw serta TNI-Polri.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Badan Intelijen Nasional Daerah (Binda) Papua, Kolonel (Inf) Rahmat Puji Susetyo kepada awak media mengatakan, kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan adalah dalam rangka menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) masyarakat sebagai salah satu target pemerintah untuk mencapai rata-rata nasional 70 persen.

“Tujuannya adalah menciptakan herd immunity, itu yang (menjadi) tujuan nasional. Karena kita mengejar rata-rata nasional 70 persen,” ujar Rahmat Puji Susetyo yang juga selaku penanggung jawab kegiatan vaksinasi massal Covid-19, di sela-sela kegiatan vaksinasi massal, di Pasar Pharaa Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (22/11/2021).
Dirinya menuturkan, memang untuk (mengejar target 70 persen nasional) itu berat, tapi harus kita lakukan.

“Dan di (kabupaten) Jayapura ini sudah 70 persen, tapi tetap kita kejar. Karena apa?, Jayapura ini kan pintu masuk utamanya ke Papua, sehingga ini yang harus diperkuat orang yang ada di sini,” tegas Rahmat.
Jadi, lanjut Rahmat, kita mengantisipasi yang Covid-19 gelombang ketiga, sehingga orang yang masuk Jayapura juga sehat dan yang ada di Jayapura juga tidak terpapar Covid-19.

“Selain itu, Jayapura baik Kota maupun Kabupaten itu kan barometer untuk daerah-daerah lain. Sehingga kalo ini bisa kita capai, maka daerah lain itu bisa meniru bagaimana Jayapura ini,” ungkap Rahmat beralasan.
Ditambahkannya, jangan sampai Jayapura yang merupakan pintu masuk dan ibukota Provinsi kurang, sehingga itu akan membuat daerah lain terutama di wilayah Pegunungan tidak termotivasi.

Ini bagian dari (tugas) BIN dan BIN adalah bagian dari bangsa ini, untuk sama-sama bagaimana kita meningkatkan kekebalan masyarakat.
Respon Masyarakat Masih Bagus

Rahmat menilai, respon masyarakat yang ingin divaksin masih bagus, meski sudah sering dilakukan di tempat yang sama namun antusias masyarakat untuk vaksin masih cukup tinggi.
“Kalaupun pesertanya menurun, menurun bukan berarti masyarakat kurang termotivasi, tetapi karena sudah banyak yang divaksin. Dan ini bagus karena jika secara statistik kita melihat sudah semakin banyak jadi makin sulit kita mencari orang untuk divaksin karen rata-rata semua di tempat ini sudah divaksin,” terang Rahmat.

Dirinya mengungkapkan, untuk selanjutnya pihaknya akan bergerak ke kampung-kampung yang sebelumnya pada saat menjelang PON belum tercover dengan baik, begitu pun daerah pinggiran dan juga daerah trans atau pertanian.

“Kita bereskan di Kota dulu lah, karena ada bandara, ada pintu masuk dari luar ke Papua. Jadi kota harus clear dulu baru kita menyasar daerah pinggiran,” pungkasnya.

Kegiatan vaksinasi massal yang diinisisasi oleh BINDa Papua ini juga melibatkan relawan dari TNI, Polri, Dinkes dan Dinas Sosial Kabupaten Jayapura.

Vaksinasi massal ini berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 22 dan 23 November 2021 ini terbuka untuk umum. Di mana, setiap peserta vaksinasi selanjunya akan menerima bingkisan berupa sembako. (Irf)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here