Bupati Piter Gusbager Bersama Warga 4 Distrik Hadiri KKR di Sports Center PTPN

0
151
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dan istrinya, Ny. Angela T.H. Frank Gusbager, SH, saat memberikan kesaksian hidup dan karya pada acara KKR ‘Kristus Raja Semesta Alam Pulihkan dan Suburkan Negeri Kami – di 'Kompleks Tami Sports Center', Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom., Minggu (21/11/21). (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Dibawah Tema ‘Kristus Raja Semesta Alam Pulihkan dan Suburkan Negeri Kami – Keerom’

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP dan istri, Ny. Angela T.H. Frank Gusbager, ST, bersama ratusan warga tami dan sekitarnya yang berasal dari distrik sekitar seperti Distrik Arso, Arso Barat, Mannem dan Arso Timur, menghadiri kegiatan KKR yang dilaksanakan di di Tami Sport Centre Kampung Workwana, pada Minggu (21/11/2021) sejak sore hingga malam hari.

Ibadah KKR atau Kebaktian Kebangkitan Rohani dengan tema ‘Kristus Raja Semesta Alam Pulihkan dan Suburkan Negeri Kami – Keerom’, ini dipimpin oleh duet pendeta – pastor, yaitu Pdt. Jhon Baransano, S.Si, M.Mis dan Pastor John Bunay, Pr.

Kegiatan KKR diawali dengan doa pembuka yang dipimpin Ketua Pastor Dekenat Keerom, Pastor Krispinus Bidi, SVD, dilanjutkan dengan menyanyikan kidung-kidung pujian dan pemberian Kesaksian Hidup dan Karya yang kali ini diberikan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, didampingi istri, Ny. Angela T.H. Frank Gusbager, SH.

Pada kesempatan awal, bupati menjelaskan tentang dipilihnya lokasi sports center sebagai tempat kegiatan KKR kali ini.

‘’Memang awalnya kita menyiapkan lokasi ini dengan menimbun, meluruskan dan memperbaiki lokasi ini hingga ada helipad adalah untuk kedatangan bapak Presiden Joko Widodo, namun ternyata jalan yang kita persiapkan dengan baik mulai dari Yowong hingga Tami ini ternyata kita siapkan untuk kedatangan Tuhan Yesus disini, inilah buktinya, kita bisa menggelar KKR disini, kita hadirkan Tuhan disini,’’ujarnya.

Bupati juga menambahkan bahwa tema KKR kali ini ‘Kristus Raja Semesta Alam Pulihkan dan Suburkan Negeri Kami – Keerom’ telah menunjukkan mujizatnya. Karena selama ini warga Tami dan sekitarnya yang sejak belasan tahun lalu dalam pergumulan karena matinya kelapa sawit membuat mereka dalam kesulitan ekonomi, bahkan banyak yang telah meninggalkan lokasi.

‘’Ternyata tuhan memiliki rencana dan rancangannya sendiri, itulah kenapa dalam doa selalu kita akhiri dengan kata ‘biarlah hanya kehendakmu sendiri yang jadi’. Siapa yang membayangkan lokasi kita menjadi program menuju lumbung jagung nasional. Ternyata hanya dalam waktu satu bulan mujizat itu nyata di tanah ini. Sejak saya bertemu Presiden Jokowi pada tanggal 2 Oktober menjelang pembukaan PON, kini kita telah bisa lakukan penanaman perdana jagung dan juga kita miliki lokasi yang akan kita jadikan sports center ini, punya lapangan yang sebagus ini,’’lanjutnya.

Baginya, ini semua adalah rancangan Tuhan, bukan rancangan manusia semata.

‘’Maka marilah, siapa yang mau menerima rancangan dan kehendak Tuhan, marilah kita bersama Tuhan untuk membangun negeri kita, Keerom, marilah kita berdoa untuk semua orang di kabupaten ini, maka Tuhan ada untuk menjawab pergumulan kita, Keerom akan pulih dan dan diberkati, disuburkan tanaman-tanaman kita, amiiin,’’pungkasnya.

Sementara itu Pdt. Jhon Baransano, S.Si, M.Mis saat memimpin ibadahnya mengingatkan pembaharuan dan perubahan harus dimulai dari Iman, maka ia ingatkan bahwa tidak nama lain yang berkuasa di atas tanah ini kecuali Yesus, maka percayailah iman itu, bawa nama Tuhan dalam setiap upaya dan pembangunan yang dilakukan.

‘’Terimakasih kepada Bapak Bupati Keerom, yang telah dan setiap melakukan pembangunan selalu meletakkan lebih dahulu, nama Tuhan didalam setiap kegiatan dan pembangunan seperti di Tami kali ini. Yakini Tuhan pasti hadir untuk pulihkan dan suburkan tanah Keerom,’’ujarnya.

Sementara itu, Pastor Jhon Bunay, Pr, pada kesempatan berikutnya, mengingatkan untuk tidak usah menoleh kebelakang, tapi baiknya menatap kedepan. ‘’Untuk membawa perubahan dan pembaharuan saatnya menatap kedepan, kita yakini bahwa Tuhan akan beserta orang-orang yang percaya dan beriman,’’ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pastor dan pendeta juga memberikan doa pemulihan dan kesembuhan bagi jemaat yang hadir. Dilanjutkan dengan pemberkatan tanaman-tanaman dan air yang berasal dari beberapa lokasi di Keerom, juga melakukan pemberkatan terhadap jembatan tami.

‘’Atas nama Tuhan, biarlah tanaman ini, air-air ini dan jembatan ini membawa kuasa kebaikan bagi seluruh masyarakat Keerom. Tak ada lagi bencana, tak ada lagi kekeringan dan kekurangan air. Yang ada hanyalah kebaikan Tuhan, berkat Tuhan sehingga tanah ini menjadi subur, jembatan ini kuat dan tak ada lagi banjir, jauhkan kuasa roh jahat atas Keerom, berkat Tuhan untuk Keerom, aamiiin,’’ujar Pastor saat pemberkaatan.

Ibadah KKR ini juga dihadiri Forkompinda dan para pimpinan gereja dan majelis jemaat dari perwakilan beberapa denominassi gereja yang ada di Keerom. Nampak diantaranya, Kapolres Keerom dan istri, Sekda Keerom dan istri, para asisten, pimpinan SKPD dan pimpinan dekenat dan gereja di Keerom. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here