Latar Belakang Sejarah PT. Freeport Indonesia : 1936 – Ekspedisi Cartenz, oleh A. H. Colijn, F. J. Wissel  dan geolog Jean-Jacques Dozy

0
86
AREAL TAMBANG PT. FREEPORT INDONESIA. 1972 - Memulai produksi penambangan dan pengolahan bijih. Pengapalan konsentrat dilakukan pada tahun berikutnya. (https://ptfi.co.id)

Expedisi Pertama

1936 – Ekspedisi Cartenz, oleh A. H. Colijn, F. J. Wissel  dan geolog Jean-Jacques Dozy, merupakan kelompok luar pertama yang mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg.

1960 – 1969

1963 – Ekspedisi Freeport,  oleh Forbes Wilson & Del Flint untuk menemukan kembali Ertsberg.

1967 – Penandatangan Kontrak Karya (KK) 1 yang merupakan salah satu pionir PMA pertama untuk jangka waktu 30 tahun setelah beroperasi.

1970 – 1979

1972 – Memulai produksi penambangan dan pengolahan bijih. Pengapalan konsentrat dilakukan pada tahun berikutnya.

1980 – 1989

1988 – Penemuan cadangan Grasberg.

1990 – 1999

1991 – Penandatanganan Kontrak Karya (KK) II, yang merupakan pembaharuan KK I, untuk jangka waktu 30 tahun dengan hak perpanjangan s.d. 2 x 10 tahun.

1995 – Penyelesaian pembangunan kota Kuala Kencana di dataran rendah, suatu fasilitas dan sarana prasarana pendukung operasi produksi penambangan.

1996 – Memulai dana kemitraan 1% dari penjualan perusahaan bagi pengembangan masyarakat lokal yang dikelola institusi masyarakat, tambahan dari program CSR yang dilakukan langsung oleh perusahaan.

1997 – Penyelesaian dan pengoperasian PT Smelting di Gresik Jawa Timur, fasilitas pemurnian yang menghasilkan Katoda Tembaga pertama di Indonesia. Rata-rata 40% produksi konsentrat perusahaan dimurnikan di smelter ini.

2000 – 2009

2004 – Memulai investasi proyek pengembangan bawah tanah sebagai kelanjutan dari tambang terbuka Grasberg yang berakhir di tahun 2018. $9 miliar telah diinvestasikan dan tambahan $20 miliar akan diinvestasikan sampai dengan 2041

2010 – 2019

2018 – Penandatanganan Ijin Usaha Pertambangan Khusus ( IUPK) yang merupakan perubahan bentuk dan perpanjangan usaha pertambangan sampai dengan 2041. 51,24% saham perusahaan dimiliki oleh pihak nasional Indonesia. Memulai pembangunan tambahan fasilitas pemurnian tembaga dan fasilitas pemurnian logam berharga. (disadur dari https://ptfi.co.id/id/sejarah-kami )


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here