HUT KMA Ke-VIII di Yoboi, Hanna Hikoyabi Wakili Bupati Jayapura

0
94
Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP., saat diwawancara. (irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kebangkitan Masyarakat Adat (KMA) Ke- VIII tahun 2021 yang diselenggarakan di Wilayah Adat Buyakha (Noloblu).

Peringatan HUT KMA kali ini dilakukan secara serentak di 12 Wilayah Adat yang ada di Kabupaten Jayapura, Senin (25/10/2021) lalu. Kampung Adat Yoboi yang berada di dalam Dewan Adat Suku (DAS) Buyakha (Noloblu) menjadi salah satu tempat pelaksanaan HUT Ke- VIII KMA Tahun 2021 di Kabupaten Jayapura.

Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, yang mewakili Bupati Jayapura memimpin pelaksanaan peringatan HUT ke- VIII KMA di Wilayah Adat Buyakha (Noloblu).

Dalam arahan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, di peringatan HUT Ke- VIII KMA tahun 2021, yang dibacakan Sekda Kabupaten Jayapura Hanna S. Hikoyabi menyebutkan, sampai saat ini masyarakat adat masih diberikan ruang oleh negara terlebih khusus di Papua, sehingga keberadaan lembaga masyarakat adat semakin kuat.

“Yoboi tadi kebangkitan masyarakat adat kedelapan. Saya sudah pesan, saat tadi baca sambutan Bupati Jayapura. Dengan adanya peringatan kebangkitan masyarakat adat ini, kita harapkan adat ini semakin kuat lembaganya, termasuk sumberdaya manusianya juga sudah harus cerdas dalam mengelola potensi budaya yang ada di daerah ini,” ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan media online ini, Rabu (27/10/2021).

*Apalagi sekarang ini uang sudah masuk ke kampung, maka kolaborasi antara masyarakat adat dan kampung itu harus menjadi satu potensi yang dapat mengembangkan kampung. Jadi kampung-kampung di kembangkan, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di kampung. Tetapi, tadi saya juga pesan agar menjaga kebersihan kampung. Karena di Kampung Yoboi ini sudah menjadi destinasi wisata,” tambahnya.

Selain menjaga kebersihan kampung, kata Hanna, juga harus menumbuhkan kreativitas-kreativitas lain dari masyarakat adat di kampung adat Yoboi ini.

“Jadi harus tumbuhkan kreativitas yang lain, untuk kampung (Yoboi) ini tetap menjadi kampung destinasi wisata Papua, Indonesia dan bahkan ke dunia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanna kembali juga mengingatkan masyarakat adat di Kampung Adat Yoboi, untuk terus mempertahankan kearifan lokal, keunikan, serta kebersihan lingkungan di kampung. Sehingga selalu menarik orang untuk datang berkunjung ke Kampung Yoboi.

Kampung Yoboi saat ini sudah menjadi destinasi wisata sebagai salah satu kebanggaan di Kabupaten Jayapura. Tidak saja menjadi tujuan wisata di Indonesia, tetapi juga tujuan wisatawan dunia.
Untuk diketahui, Kebangkitan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura dicetuskan oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw pada 24 Oktober 2013 lalu. (Irf)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here