Keerom Rap Festival dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda Dinilai Sukses

0
129
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP saat kegiatan Keerom Rap Festival (KRF) dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021 di Keerom, Sabtu (22/10/2021).  (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Nazhar Rap Sanggaria Juara I Namun Semua Peserta Dapat Hadiah dari Bupati Keerom.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Keerom Rap Festival yang dilaksanakan KNPI Keerom dalam rangka Hari Sumpah Pemuda atau HSP ke-93 tahun 2021, dinilai berhasil dilaksanakan dengan sukses. Hal ini tercermin dari keterlibatan dan antusias pemuda/pemudi untuk mengikuti iven yang baru pertama kali digelar di Keerom ini.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 2 hari (22-23/10/21) di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa, berjalan dengan baik dan mendapat antusias dari pemuda-pemudi di Keerom bahkan Jayapura dan sekitarnya. Penampilan para peserta pun, oleh juri dinilai memiliki kualitas dan performa yang baik.

Acara penutupan semalam (23/10/21), dilakukan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHUT, MUP, sekaligus menyerahkan hadiah, tropi dan piagam bagi para juara. Adapun para juara tersebut berdasarkan keputusan 3 orang juri yaitu Nashar Rap Community/NRC (juara I), 58 Gank Rap (II), Black SPI Rap (III), Baribut Gank Rap (Juara Favorit), Jaifuri Rap (Juara Harapan).

Turut hadir dan menyerahkan hadiah di acara tersebut, AKBP. Christian Aer (Kapolres Keerom), Ny. Angela Tutwuri Handayani Frank Gusbager, ST (Ketua TP-PKK Keerom), Sukadi, SPd, MPd (Kadispora Keerom) dan Michael Sineri (Sekretaris KNPI Keerom).

Yang istimewa pada lomba kali ini adalah, Bupati Keerom juga menyerahkan hadiah berupa uang pembinaan kepada semua peserta yang berlomba, meskipun belum berhasil menjadi juara. Hadiah uang pembinaan ini diserahkan oleh para dewan juri, yaitu para Rapper kawakan Papua, Epo D-Fenomania, Dollar Blacit dan Michael 58, juga oleh dancer kawakan Papua, yaitu Phytos Harris serta MC komuniti Rap, Randy Mozza.

Kepada wartawan usai acara penutupan, Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengemukakan apresiasi atas kegiatan ‘Keerom Rap Festival’ yang baru pertama kali digelar di Keerom telah berjalan baik dan sukses. Ia mengapresiasi kerja keras panitia, peserta lomba, juri hingga support dari Polres Keerom, PKK Keerom dan seluruh pemuda/pemudi pecinta music Rap di Keerom dan Jayapura Raya.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP saat kegiatan Keerom Rap Festival (KRF) dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021 di Keerom, Sabtu (22/10/2021).  (ariefnugroho/lintaspapua.com)

‘’Ini sukses besar untuk kita semua, untuk seluruh pencinta rap di Jayapura Raya. Acara kali ini berhasil kita lakukan dan kemas dengan baik, meskipun persiapan dengan waktu singkat. Saya berharap ini menjadi penyemangat pemuda di Keerom  dan Jayapura, untuk terus berkerasi, terus berkarya, dengan membuat lagu dan lirik yang dinamis dan sesuai dengan tema-tema yang relevan dengan situasi daerah, ini adalah bagaimana menjadikan music sebagai media komunikasi kepada siapa saja dan dimana saja, karena music itu universal,’’ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa yang terpenting dari iven tersebut adalah bagaimana music bisa membuat orang bisa mengembangkan diri dan berkreatif.

‘’Hal ini perlu dilakukan karena ini akan membantu proses pembentukan kaarakter, melatih kapasitas diri, berlatih sabar dan Tangguh. Dari iven ini kita bisa belajar banyak hal, jiwa sportivitas, kaarena yang kalah dilatih untuk bisa mengakui keunggulan orang lain, yang menang dilatih untuk tetap rendah hati dan tidak bersora sorai berlebihan. Sehingga semua berjalan baik, seimbang dan bersatu, saling support, saling dukung,’’ujarnya lagi.

Bupati juga menyebut bahwa melihat antusias dan suksesnya acara tersebut, maka tahun depan acara serupa akan digelar lagi, sehingga para peserta dan panitia bisa bekerja dan mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Sementara itu, salah satu Rapper kawakan Papua yang ada di Jayapura, Epo Dfenomena, yang juga tampil sebagai juri pada iven tersebut, mengemukakan sangat mengapresiasi Bupati Keerom yang mengagas acara terssebut.

‘’Musik Rap kita mulai dari pinggir jalan, namun kini mulai mendapat tempat dihati anak-anak muda Papua bahkan nasional, bahkan iven kali ini dihadiri Kepala Daerah, khususnya Bupati Keerom, yang mau mengikuti kegiatan ini selama dua hari bahkan sejak pembukaan hingga penutupan,’’ujar Epo.

Ia juga menilai bahwa meski Rap music jalanan yang dikenal kritis namun jika diberi ruang maka ini akan menjadi sarana kreatif berkarya di circle yang lain. Diharapkan Keerom Rap Festival akan menjadi trigger bukan hanya bagi pemusik rap namun juga bagi dancer, video maker dan konten creator yang bisa juga berguna untuk masyarakat atau mempublikasikan sesuatu.

‘’Pembuatan atau shooting videoclip misalnya, bisa melibatkan masyarakat, bisa berbicara tentang masalah social, tentang sampah misalnya, bisa juga untuk menyuarakan atau meenyemangat atlet, ini adalah semangat baru bagi pemuda agar kegiatan yang digagas Bupati Keerom bisa menjadi trigger untuk kebangkitan pemuda di hari Sumpah Pemuda kali ini, sebagai pemuda di Jayapura, kami apresiasi tinggi bupati Keerom,’’paparnya.

Sedangkan bagi grup Nashar Rap Community (NRC) yang tampil sebagai juara I di iven tersebut, mengaku senang dan bangga bisa ikutserta di Keerom Rap Festival.

‘’Kami bangga atas kegiatan ini, kami telah bekerja seminggu ini untuk menyanyi, menulis lirik, membuat beat hingga berhasil. Kami juga sampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati yang telah membuat iven luar biasa untuk mewadahi anak-anak muda yang berbakat di music rap,’’ujar salah satu personilnya, Sire Seranik. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here