Masuk Nominee Piala Citra 2021, IMAJI Papua Garap Film Dokumenter “Noken Rahim Kedua”

0
89
Noken Rahim Kedua, disutradarai oleh Adi Sumunar dan produser Yulika Anastasia. Film berdurasi 38 menit ini digarap selama 1 tahun lebih, syuting di Pelebaga Jayawijaya tahun 2019 silam dan selesai tahun 2020. (Humas IMAJI PAPUA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Film Dokumenter berjudul Noken Rahim Kedua garapan Imaji Papua secara mengejutkan lolos kurasi dan terpilih sebagai nominee Piala Citra 2021 kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik.

Noken Rahim Kedua, disutradarai oleh Adi Sumunar dan produser Yulika Anastasia. Film berdurasi 38 menit ini digarap selama 1 tahun lebih, syuting di Pelebaga Jayawijaya tahun 2019 silam dan selesai tahun 2020.

Film dokumenter ini menyorot tentang makna noken dalam kehidupan sehari – hari kaum perempuan di Lembah Baliem. Film ini berkisah tentang keseharian seorang ibu muda bernama Mama Yowan yang belum lama melahirkan.

Sebagai seorang perempuan Baliem, Mama Yowan selalu lekat dengan noken kemanapun ia pergi. Noken menemaninya saat ia ke kebun, noken juga menjadi tempat aman untuk anak bayi, bahkan menjadi simbol kehidupan dan sesuatu yang sangat berharga. Noken identik dengan perempuan dan kehidupan.

Film Noken Rahim Kedua dengan durasi 38 menit mengajak penontonnya untuk menyimak makna filosofis noken melalui aktivitas keseharian seorang Perempuan Baliem bernama Mama Yowan.

Sutradara film, Adi Sumunar, mengaku mendapatkan gagasan film setelah melihat postingan foto di media sosial tentang bayi yang diletakkan dalam noken yang digantung di dahan pohon.

“Saya tergelitik dengan beberapa komentar tentang foto tersebut, ada yang berkomentar kasihan atau tega sekali. Lantas saya berpikir coba lihat baik – baik apakah anaknya menangis atau merasa nyaman,” ungkap Adi Sumunar.

Lebih lanjut Adi mengatakan di berbagai daerah misalnya di Sulawesi anak digendong menggunakan sarung, di Jawa anak digendong dalam jarik dan anak di Papua digendong dalam noken, dan anak – anak dari latar belakang budaya yang berbeda tetap merasa nyaman.

“Saya coba menjawab melalui film dokumenter bahwa kehidupan masyarakat asli di Papua khususnya di Wamena justru muncul hal yang lebih menarik lagi, kehidupan si bayi malah lebih banyak di dalam noken, itulah kenapa judulnya Noken Rahim Kedua. Bayi setelah dilahirkan oleh ibunya dia dimasukkan kedalam rahim kedua, yakni noken,” paparnya.
Sementara Produser Film Noken Rahim Kedua, Yulika Anastasia mengatakan film tersebut adalah kerja kolaborasi dan kerja kreatif komunitas di Jayapura.

“Film Noken Rahim Kedua adalah film dokumenter yang dikerjakan secara independen oleh komunitas. Selain Adi yang berperan sebagai sutradara, kami bekerja sama dengan Miki Wuka sebagai Asisten Sutradara dan Alfonso Dimara sebagai Director of Photography. Untuk musiknya diisi dengan seniman musik Septina Rosalina Layan sementara terjemahan dari bahasa daerah dibantu oleh Frater Petrus Hisage,” paparnya.

Pemutaran perdana Film Noken Rahim Kedua dilakukan di Asrama Nayak II, Abepura, bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu 22 Desember 2020.
“Kami masih terus mencari ruang – ruang pemutaran alternatif, agar film ini bisa diputar dan didiskusikan. Film adalah medium yang sangat kuat untuk menarasikan tentang Papua, dalam hal ini kami ingin berbicara tentang kearifan lokal,” terangnya.

Produser: Yulika Anastasia Indrawati
Sutradara: Adi Sumunar
Astrada : Miki Wuka
DOP : Alfonso Dimara
Editor: Hadi Surya
Music Director: Septina Rosalina Layan
Prasarana: Fransiska Pigay
Translator: Frater Petrus Hisage, Vincentius Himan
Desain Poster: Fajar Nirmana
Pemain: Mama Yowan Wuka, Rahel Hilapok, Sendius Hilapok
Akomodasi: Aser Hilapok
Nara Sumber: Alpius Wetipo, Thobias Elopere, Petrus Hilapok

Yulika menuturkan tahun ini pihaknya mengirimkan film tersebut dalam ajang penghargaan Festival Film Indonesia 2021. Hasilnya, Film Noken Rahim Kedua lolos kurasi dan dinominasikan sebagai Film Dokumenter Pendek Terbaik.

Selain menjadi unggulan dalam kategori film dokumenter pendek terbaik, Film Noken Rahim Kedua juga diputar di Bali Makarya Film Festival beberapa waktu lalu, dan dalam waktu dekat akan meramaikan Festival Film Sumbawa. (Humas IMAJI Papua)


_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here