Bupati Piter Gusbager Bersama Pihak Terkait Lakukan Gerak Cepat Menuju ‘Keerom Lumbung Jagung Nasional’

0
104
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHUt, MUP, saat mengikuti rapat koordinasi tindak lanjut untuk mempersiapkan Keerom sebagai Food Estate, di Keerom, Kamis (21/10/2021). (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Tindaklanjut Kunjungan Dirjen, Bupati Keerom Lakukan Koordinasi Dengan Pihak Terkait.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHUt, MUP, melakukan langkah cepat Bersama pihak terkait dari pusat hingga ke daerah, terkait rencana menjadi Keerom sebagai food estate tanaman jagung atau sebagai ‘Lumbung Jagung Nasional.’

Salah satunya, yaitu Bupati Keerom melakukan rapat koordinasi sebagai tindak lanjut dengan pihak terkait secara virtual dan tatap muka. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Arso Grande, Keerom, pada Kamis (21/10/2021).

Hadir secara virtual dengan zoom meeting dari Jakarta, Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, Suparji. Sementara secara onsite, hadir Kepala BWS Papua, Nimbrot Rumaropen, dan jajaran. Selain itu hadir Kepala Balai Teknik Irigasi, Deri Iriawan, dan sebagai moderator, Asmelita (Kasubdit III).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Keerom, mengingatkan bahwa program pemerintah pusat ini telah mendapat atensi bahkan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

‘’Kita di Keeroom tidak boleh tertinggal di belakang untuk persiapan Keerom food estate ini. Kita harus siap untuk cepat bergerak karena pak presiden tak akan main-main untuk membangun seluruh wilayah di Indoensia termasuk Papua dan Keerom ini,’’pesannya di kesempatan awal.

Selanjutnya Bupati melakukan paparan tentang progress dan apa yang telah dilakukan Pemkab Keerom dalam rangka Keerom menuju lumbung jagung nasional tersebut. Secara cekatan, Bupati menjelaskan tentang kondisi geografis Keerom, peta tata ruang dan juga peta rencana penyiapan lahan untuk tahap I seluas 10.000 hektare yang akan menjadi lahan jagung.

‘’Secara administrasi Keerom terdiri dari 11 distrik, 91 kampung, Keerom merupakan daerah transisi dari pesisir ke pegunungan. Secara geotropi, daerah ini tak seluruhnya dataran diwilayah selatan dan sebagian barat. Garis batas denga negara tetangga PNG, Keerom sepanjang 150 Km, Bersama dengan Kab Pegunungan Bintang, ini adalah garis batas terpanjang untuk perbatasan RI-PNG,’’jelasnya.

Sementara menyangkut rencana tata ruang untuk lahan yang akan menjadi lahan jagung, Bupati menjelaskan bahwa Keerom telah menyiapkan lahan yang cocok untuk pengembangan tanaman jagung.

‘’Khususnya khususnya daerah yang datar, kemiringan baik, kesesuaian lahan baik, aksesbilitas cukup dan faktor sisial budaya mendukung yaitu masyarakat dan adat. Termasuk menyangkut kriteria dan kondisi air, sungai besar dan kecil, cekungan air tanah, semua dilihat untuk kesesuaian lahan jagung kita juga factor aksesbilitas,’’ujarnya

Dengan factor-faktor tersebut, akhirnya pemerintah telah membuat peta untuk tahun pertama 3000 hektare dar rencana 10.400 yang telah dipetakan, akan mulai dipersiapkan ditanami jagung.

‘’Karena factor aksesbilitas inilah juga kita rencanakan untuk focus di distrik Arso, Mannem dan arso Timur. Peta yang kita arsir berwarna merah disini 10 ribu Ha telah siap karena ini masuk dalam Kawasan APL atau areal penggunaan lain. Sehingga bebas dari konflik kepentingan khususnya aspek hukum, hutan sekunder dan areal eks kelapa sawit, rakat pun sangat mendukung,’’paparnya.

Atas paparan tersebut, Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, Suparji, menyambut baik atas apa yang telah dilakukan Bupati dan tim/jajarannya. Menurutnya pemerintah pusat akan melakukan upaya-upaya strategis dan saat ini telah beberapa kali ada pertemuan tim teknis kementerian dengan Pemkab Keerom untuk tindak lanjut. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here