Bergerak Pulih dari Pandemi : Tangguh untuk Indonesia

0
95

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Tak seperti perputaran musim-musim, pandemi COVID-19 memilih waktunya sendiri: dia bertahan setelah hampir dua tahun menerpa Indonesia.

Kita tak dapat memastikan kapan dia angkat kaki dan tidak kembali. Maka cara terbaik menghadapi “musim pandemi” adalah mengubah cara pandang: kita perlu bersiap untuk hidup bersama COVID-19 dalam tempo lebih panjang, dalam masa yang tidak pasti. Tetap waspada, tak boleh abai pada protokol kesehatan. Dan, terus berlatih kesabaran.

Kesabaran. Karena ketangguhan hanya dipahat di dalam hati yang sabar, tanpa menyerah, melenturkan gerak kita menggapai endemi dari zona pandemi. Pada titik ini, menjadi tangguh bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, kewajiban. Obligation.

Dia menjadi semacam “patriotisme baru” yang dilahirkan di tengah gemuruh pagebluk. Keseimbangan gas dan rem dalam periode transisi akan baik terjaga bila kita setia bertangguh. Spirit ini harus diwujudkan dalam aksi nyata, dalam mitigasi serta adaptasi pada berbagai situasi krusial.

Mitigasi berbasis data, teknologi, dan ilmu pengetahuan memudahkan kita memetakan soal, mempercepat keputusan bijak kapan saat menekan pedal rem dan gas. Lebih-lebih, manakala situasi darurat datang kembali: langka obat, darurat oksigen, minim fasilitas, dan sulit mengakses layanan kesehatan.

Panduan yang sama mutlak kita perlukan untuk bergerak bersama dalam kerja vaksinasi, testing, treatment dan tracing. Di atas fondasi ini, kita merawat spirit ketaatan pada protokol kesehatan, pembatasan mobilitas di semua level, serta menguji konsolidasi kekuatan negara dalam menyelamatkan rakyat.

Dengan ketangguhan, kita dapat menyuburkan lahan bagi tumbuh-kembang dunia usaha, serta segala adaptasinya di tengah aneka perubahan.

Ini memang bukan jalan mudah.

Tapi kita telah teruji di arena tersulit berkali-kali. Dan, ke luar dari badai dengan kepala tegak. Ya, kita bisa. Karena di jalan ketanggguhan, kita akan selalu menemukan harapan untuk bertumbuh bagi Indonesia.


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here