Yan Mandenas Minta PTFI dan Pemerintah Pusat Jelaskan Pembangunan Smelter Freeport di Gresik

0
744
Anggota DPR Papua, Yan Peremas Mandenas, S.Sos, M.Si. (Rambat/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pembangunan smelter freeport yang akan dibangun di gresik menuai berbagai komentar salah satunya dari Anggota Komisi I DPR RI, Yan P Mandenas.

Dirinya meminta pemerintah pusat dan PT. Freeport Indobenesia (PTFI) menjelaskan alasanya.

” Yang menjadi pertanyaan saya pembangunan smelter di gresik ini untuk mengelolah kontsentrat dari freport saja atau memang ada kerja sama dengan perusaan tambang yang lain di luar papua untuk mengelolahnya,” kata Mandenas kepada wartawan di Jayapura, Jumat (15/10).

Terkait hal tersebut, Mandenas meminta pemerintah dan manajemen freeport dapat menjelaskan alasan mengapa pembangunan smelter di bangun di gresik,

Menurutnya selama ini Papua cukup gigih untuk pembangunan smelter ini di bangun di Papua, tetapi kemudian di pusat ingin pembangunannya di gresik.

Ia mengusulkan bahwa sebenarnya momentum PON kemarin seharusnya di manfaatkan baik oleh pemerintah daerah provinsi, karena semua pejabat datang ke papua baik RI 1 dan RI 2 begitu juga semua menteri datang ke papua.

“Momen ini selain di manfaatkan untuk olahraga tetapi di manfaatkan untuk berdialog dengan pemerintah pusat terkait dengan masalah di papua,” imbuhnya

Selain itu kata Mandenas selaku Legislator asal Papua juga membeberkan bahwa untuk menangani berbagai macam isu yang berkembang di masyarakat terkait pembangunan smelter, masalah isu keamanan otsus dan hal lain pemerintah merasa perlu untuk mendapatkan dukungan dan kebijakan dari pemeritah pusat.

“saya melihat belakangan ini pemerintahan di papua berjalan di tempat atau tidak efektif menghasilkan banyak solusi dan kebijakan dari pusat untuk membantu pemerintah daerah untuk membangun papua,” tegasnya.

Dirinya menambahkan dengan melihat adanya pembangunan smelter freeport pada tahapan pembangunan dengan menyerap sekitar 40 ribu tenaga kerja jangan baru pemerintah mulai gerak teriak sini sana.

“Masalah di Papua ini kan tidak bisa kita teriak seharusnya komunikasi dialog itu yang sangat penting dan harusnya pemerintah rutin melakukannya. Hari ini kita di papua kehilangan pemimpin walaupun kita sedang di pimpin, karena yang memimpin tidak mampu menjawab solusi bagi penyelesaian berbagai permasalahan di papua,” jelasnya

Mandenas mengharapkan kedepan para pembantu gubernur di Papua harus mampu mendorong Gubernur untuk mengambil kebijakan strastegis untuk menyelesaikan permasalahan di Papua termasuk masalah smelter.

“saya pikir ini kegagalan pemerintah provinsi karena tidak mempu memberikan kepasatian hukum kemudian meyakinkan pusat infestor dan freport dengan partner kerja sehingga mereke melihat papua belum bisa menjamin infestasi jangka panjang yang menjanjikan untuk berinfestasi di Papua ,” pungkasnya.

Ditambahkan masalah pembangunan smelter ini tentunya pemerintah tidak bisa sendiri melakukan ini butuh tangan lain untuk melakukan langkah bersama .

“Masalah ini merupakan keputusan politik untuk bagaimana menempatkan investasi di lakukan di wilayah lain di luar papua, jadi sebenarnya pemerintahan yang kita sedang bangun ini di papua tidak terlepas dari campur tangan kebijakan politik yang perlu di dorong untuk meloloskan keinginan pemerintah daerah,” jelas Mandenas.

Gracio

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here