Api PON XX Papua 2021 Diarak Keliling Danau Sentani dan Kampung Adat Hingga ke SULE

0
142
 Mantan atlet sepakbola Papua asal Kabupaten Jayapura yakni, Rully Nere didampingi mantan atlet bola voli asal Kabupaten Jayapura Kartika Monim dan atlet dayung Erni Sokoi saat membawa obor api PON XX 2021. (IRFAN /LINTASPAPUA.COM)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Setelah disemayamkan atau diinapkan di Kantor Bupati Jayapura pada Jumat (1/10/2021) lalu, akhirnya Obor Api PON XX Papua 2021 pada Sabtu (2/10/2021) siang diarak keliling Danau Sentani dan Kampung Adat.

Api PON XX Papua 2021 yang dibawa tim terbang, tim lari dan tim lain setelah sebelumnya diarak dari Kota Jayapura ke Kabupaten Jayapura pada Jumat (1/10/2021) sore itu disambut oleh Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi mewakili Bupati Jayapura dengan tarian adat, di Lapangan Telaga Maya, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Prosesi kirab Api PON XX Papua 2021 di Klaster Kabupaten Jayapura dimulai dari Pantai Patouw, Distrik Waibhu atau Danau Sentani bagian Barat langsung menuju ke Sentani Tengah (Norobhu), kemudian ke Jembatan Kuning hingga masuk ke Sentani Timur (Daribhu) terus ke Pantai Khalkote Kampung Nolokla dan akhirnya masuk ke Stadion Utama Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Setibanya di Pantai Khalkote Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, dilanjutkan dengan penyerahan obor api PON XX dari Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura yang juga Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ke kepada tiga atlet asal Kabupaten Jayapura yakni, Rully Nere, Kartika Monim dan Erni Sokoi. Dari dermaga Pantai Khalkote Kampung Nolokla, mantan atlet Rully Nere dipercayakan membawa obor api PON XX, didampingi Kartika Monim dan Erni Sokoi.
Ketiga atlet asa Kabupaten Jayapura itu juga didampingi 240 orang hingga masuk ke Stadion Utama Lukas Enembe Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengatakan, Obor Api PON XX Papua 2021 yang dikirabkan di Kabupaten Jayapura ini adalah prosesi kirab api PON XX yang terakhir sebelum seremoni pembukaan PON XX Papua Tahun 2021 di Stadion Utama Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

“Hari ini kirab api PON terakhir di Kabupaten Jayapura, mulai dari Sorong Papua Barat dan melewati sejumlah kabupaten. Kirab api PON di Kabupaten Jayapura ini kami mau tunjukkan, bahwa olahraga dan juga pariwisata itu bisa menjadi kekuatan untuk Papua ke depan dan hari ini kita sudah tunjukkan,” ujar pria yang juga Bupati Jayapura itu ketika dikonfirmasi wartawan disela-sela kirab api PON XX Papua, di Kawasan Wisata Pantai Khalkote, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) sore.

Obor Api PON XX Papua 2021 yang diarak keliling Danau Sentani dan Kampung Adat itu disambut antusias oleh masyarakat adat di kampung-kampung yang mendiami Danau Sentani.

“Masyarakat kampung di seluruh danau Sentani itu memberikan respon yang luar biasa dan mereka mengantarkan obor api PON XX ini mulai dari Sentani bagian Barat menuju Sentani Tengah hingga ke Sentani Timur atau di Khalkote sini,” imbuhnya.

Setiap kampung di danau Sentani yang dilalui obor api PON XX tampil dengan atraksinya masing-masing dan ini merupakan satu pentas yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Di mana, mereka tampil keluar dengan atribut adatnya, untuk memberikan yang terbaik bagi PON XX Papua Tahun 2021.

“Biasanya di Sentani, tarian Isosolo itu menjadi sebuah tarian khas ketika kita menyelenggarakan festival danau Sentani. Nah, dengan tarian itu mereka (masyarakat adat) mengantarkan api PON ditambah dengan atlet yang berprestasi, baik di tingkat nasional maupun mewakili Indonesia dari Papua ke ajang-ajang internasional. Mereka adalah anak-anak di sekitar danau Sentani yakni, ada Erni Sokoi, Kartika Monim dan Rully Nere,” sebutnya.

“Jadi ketiga atlet itu adalah orang-orang yang mengenal olahraga itu di kampung-kampung di sekitar danau Sentani. Misalnya, Erni Sokoi adalah atlet dayung yang mewakili Indonesia di berbagai negara dan belajar dayung itu di danau Sentani. Ini yang luar biasa, karena dia mengenang kembali bagaimana perjuangannya saat melatih diri di danau Sentani. Begitupun juga dengan Kartika Monim yang satu kampung dengan Erni Sokoi di Kampung Putali,” sambungnya.

Untuk itu, Mathius Awoitauw berharap, dengan adanya pelaksanaan PON XX ini seluruh Indonesia dan dunia dapat katakan benar-benar ajang olahraga terbesar ini dapat terlaksana di tanah Papua dengan keunikannya.
“Inilah persembahan dari kami Timur Indonesia untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan pelaksanaan PON sukses, dan Papua ‘Torang Bisa’,” tukasnya.

Memeriahkan agenda Kirab Api PON XX di Klaster Kabupaten Jayapura, masyarakat adat di kampung-kampung yang ada di danau Sentani menampilkan tarian Isosolo diatas kapal.

Api abadi PON XX Papua 2022 diambil di Maladuk, Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Lapangan Klamono PT. Pertamina EP. Cepu Regional 4 Zona 14 Field Papua.
Kirab Api PON XX Papua 2021 dilepas dari Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (27/9/2021) lalu dan dibawa tim terbang mengelilingi lima wilayah adat di Papua selama enam hari berturut-turut mulai sejak 27 September hingga 2 Oktober 2021. Dimulai dari Biak (Saireri), Timika (Mee Pago), Wamena (La Pago), Merauke (Ha Anim), Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura (Mamta/Tabi) dan berakhir di Stadion Utama Lukas Enembe. (Irf)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here