Ekspor Puluhan Ton Coklat Ke-Luar Negeri, Stafsus Billy Mambrasar Puji Gubernur Papua Barat dan Bupati Mansel

0
87

MANOKWARI (LINTAS PAPUA) –  berlokasi di Hotel Mansinam Beach, dalam acara Loka Karya persiapan ekspor Coklat Papua Barat, Staff Khusus Presiden Republik Indonesia Billy Mambrasar, memuji Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Balitbangda Provinsi Papua Barat (Prof Charlie H dan Jajaran), Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perindag, Bupati Manokwari Selatan dan semua jajaran OPD Papua Barat dan Koperasi Eiber Suth Ransiki, atas di ekspornya tambahan 10 ton Coklat Ransiki Ke luar Negeri..

Sebanyak 10 ton biji kakao kering Ransiki yang menjadi komoditas andalan asli Tanah Papua, khususnya Papua Barat, tersebut, akan dikirimkan kepada PT. Cargrill Surabaya Indonesia dan 400kg untuk Jika Chocholate Jakarta.

“Presiden Jokowi memberikan arahan agar Kepala Daerah dapat mendorong Potensi lokal daerahnya, meningkatkan PAD melalui ekspor, dan Gubernur Papua Barat bersama dengan Bupati Manokwari Selatan memenuhi komitmen mereka untuk Presiden lewat inisiatif baik ini” Ujar Stafsus Presiden asal Papua tersebut.

Sebelumnya, Billy Mambrasar yang adalah Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, menjadi konsultan untuk Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH). Bersama IDH Indonesia, sebuah konsep ekonomi hijau didorong, dan kemudian investor yang tertarik berinvestasi tetapi harus menjaga alam Papua, dan melibatkan Orang Asli Papua sebagai pemilik hak ulayat, diundang untuk ikut membangun sektor ekonomi hijau, termasuk mempromosikan Coklat Ransiki ini.

Bapak Dominggus Mandacan menjelaskan bahwa Papua Barat terus menjalankan komitmen yang tertuang Peraraturan Daerah Khusus (Perdasus) No. 10 Tahun 2019 untuk mengembangkan pembangunan Papua Barat melalui pengembangan ekonomi hijau. Kakao, merupakan salah satu komoditas unggulan Papua Barat yang telah tertuang dam peraturan tersebut.

“Pada bulan Februari, saya telah melepas pengapalan 12 ton biji kering Ransiski dengan tujuan Jakarta dan sekarang hampir 11 ton kakao tersebut akan dikirimkan ke dua kota berbeda di Indonesia. Hal ini membuktikan, bahwa semua pihak baik dari pemerintah, mitra pembagunan, para petani lokal, koperasi dan pihak pembeli telah melakukan koordinasi yang sangat baik,” ujar beliau dalam rilis yang diterima.

Dalam tiga tahun terakhir, Koperasi Eiber Suth telah aktif dalam melakukan ekspor Cokelat Ransiski yang memang menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Permintaan akan cokelat ini tidak hanya datang dari Indonesia saja, bahkan Koperasi Eiber Suth sempat mengirimkan cokelat ini sampai ke Perancis.

Total ekspor dan pengiriman dalam negeri dari produk coklat asli Papua ini adalah Sebagai Berikut:
Biji Kakao Trading yang di trading ke London sebanyak 12 Ton, melaui Cargil untuk kebutuhan Indonesia dan ekspor sebanyak 95 Ton, di Beli Pipiltin group yang memiliki Anomali Cofee sebanyak 2.5 Ton, dan ke berbagai kota dan Provinsi di Indonesia sebanyak kurang lebih 1 Ton Coklat.

Beberapa Mitra melalui berbagai program di Papua Barat secara aktif melakukan pendampingan usaha kepada koperasi ini selama tiga tahun ke belakang baik dalam sarana dan prasaran, juga kuailtas SDM yang terlibat di dalamnya. Adapun pendampingan yang telah dilakukan ialah; penyediaan alat, perbaikan rumah produksi dan juga pelatihan kepada anggota koperasi.

Lebih lanjut, Bapak Dominggus Mandacan berpesan, bahwa pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi hijau di Papua Barat ini juga salah satu upaya untuk mewariskan kepada generasi Papua di masa mendatang dengan bijaksana dalam mengelola sumber daya alam. Hal ini telah dituangkan dalam grand desain investasi hijau Papua Barat dan peta jalan pegembangan komoditas unggulan non deforestasi.

Billy Mambrasar, Staff Khusus Presiden Republik Indonesia, yang giat dalam menggerakan program Petani Milenial ini, memberikan apresiasi kepada Provinsi Papua Barat dan Koperasi Eiber Suth yang berhasil memperkenalkan coklat Ransiski khas Manokwari Selatan kepada Indonesia bahkan luar negeri.

“Bertepatan dengan momen Hari Tani Nasional, kita semua menyaksikan bahwa kabupaten Manokwari Selatan telah berhasil mendorong petani-petani cokelat untuk bisa menjadi eksportir. Ini salah satu kabar baik yang harus saya sampaikan ke pemerintah pusat,” Ujar Billy, yang pernah menjadi konsultan ekonomi Hijau untuk Papua dan Papua Barat bersama Yayasan Inisiatif Dagang Hijau.

Lebih lanjut, Billy juga berharap agar Kabupaten Manokwari Selatan bersama para petani cokelat dari Ransiski ini dapat bergandengan dengan program Petani Mileial yang telah diluncurkan di Manokwari , Ibu Kota Provinsi Papua Barat, pada bulan Mei tahun ini.

“Pemerintah Papua Barat berencana menggandeng Program Petani Milenial, Kementerian Pertanian RI, yang ada di Papua Barat,untuk mengelola ratusan hektar lahan Produksi yang masih harus di optimalkan, untuk memenuhi kebutuhaan ekspor yang masih belum sepenuhnya terpenuhi” Ujar Billy Mambrasar menjelaskan.

Staf Khusus Presiden Joko Widodo ini melihat peluang yang sangat bagus, jika para pemuda juga mau terjun langsung dalam sektor pertanian Papua Barat, “Saya optimis, jika banyak anak muda Papua yang mau bergabung menjadi Petani Milenial akan dapat mendorong komoditas-komoditas unggulan di Papua Barat dapat berkembang pesat.” (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here