Bupati Piter Gusbager Bayar Hak Tenaga Kesehatan di Keerom Capai Rp. 1 M Lebih

0
161
Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP,. (Arief/lintaspapua.com)

Piter Gusbager SHut, MUP : Jangan Sedikit-sedikit Mogok, Itu Timbulkan Image dan Tradisi Buruk

‘’Saya Ingatkan, Kalau Berikutnya Ada Mogok Lagi, Maka Pimpinannya Saya Ganti’’

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, mengemukakan bahwa untuk hak-hak nakes terutama pembayaran insentif, kinerja dan lain-lain, pihaknya telah membayarkan bagi nakes seluruh Keerom sebesar Rp 1 Miliar lebih atau tepatnya Rp.1.146.300.000,–

Ia menegaskan dengan telah dibayarkan hak Nakes hingga dua triwulan di tahun 2021 ini, maka seluruh hak-hak Nakes di Keerom telah diselesaikan. Karenanya ia meminta agar desas-desus dan lain-lain di Kabupaten Keerom sudah harus dihentikan.

‘’Jadi untuk hak-hak Nakes telah kita bayarkan sebesar Rp. 1 M lebih. Untuk itu saya ingatkan kepada Nakes untuk bekerja dengan baik dan profesional sesuai sumpah janji Nakes,’’ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya.

Ditambahkan bahwa Pemkab Keerom sangat konseren terhadap urusan-urusan kepentingan public seperti kesehatan, pendidikan dan peningkatan SDM. ‘’Karena ini adalah urusan yang mendasar bagi Kabupten Keerom,’’tegasnya.

Bupati juga mengemukakan bahwa hingga saat ini, Pemkab Keerom juga telah membayarkan operasional Puskesmas kepada 8 Puskesmas yang ada yaitu Puskesmas Arso Kota, Arso 3, Waris, Towe Hitam, Ubrub, Milki dan Senggi.

Biaya operasional Puskesmas yang bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) seebsar Rp.1.047.537.281 untuk 8 Puskesmas yang sudah yaitu Puskesmas Arso Kota, Arso 3, Waris, Towe Hitam, Ubrub, Milki dan Senggi. ‘’Sementara 3 puskemas lain yaitu Puskesmas Arso Barat, Arso Timur dan Pitewi masih dalam proses verifikasi untuk pembayaran,’’ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti adanya budaya baru di kalangan Nakes kabupaten Keerom, yaitu mogok atau palang.

‘’Kini saya lihat ada budaya baru di Nakes, yaitu sedikit-sedikit palang, sedikit-sedikit palang. sedikit-sedikit tulis di Manila, mogok kerja. Saya ingatkan ini bertentangan dengan tugas dan fungsi Nakes serta sumpah janji tenaga kesehatan yang spirit utamanya adalah pelayanan kepada masyarakat,’’tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa Nakes sebagai bagian dari ASN ada aturan main, nilai, norma dan tata krama serta budaya kerja. Maka dirinya tak mau mendengar lagi ada budaya seperti itu di Keerom.

‘’Saya ingatkan hak saudara sudah dibayar maka jangan sampai ada lagi palang, hasut-hasut dan pengaruhi sana-sini untuk palang, saya ingatkan, saya akan cari tahu siapa provokkatornya dan akan saya hentikan dia dari Nakes. Kalau ia masih melakukan ini, maka ia berurusan dengan Bupati Keerom,’’tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa budaya sedikit-sedikit mogok telah timbulkan image dan tradisi buruk di hadapan masyarakat. Maka sekali lagi ia ingatkan tak boleh lagi ada mogok-mogok atau ia akan bertindak tegas.

‘’Saya Ingatkan, Kalau Berikutnya Ada Mogok Lagi, Maka Pimpinannya Saya Ganti. Buktinya, hari ini saya sudah tandatangani penghentian kepala Puskesmas Milki, karena meninggalkan tugas dan perintahkan anak buahnya untuk tinggalkan tugas. Demikian juga, saya ingatkan RSUD Kwaingga dan Puskesmas Arso Kota, berikutnya kalau ada pemogokan, pemimpinnya saya ganti, Kepala RSUD atau kepala IGD atau pimpinan lainnya yang bertanggungjawab,’’tegasnya lagi.

Menurutnya, budaya mogok adalah tak boleh ada bagi ASN. ‘’Karena seolah-olah kita bekerja demi uang saja. Memang kita butuh uang, kita bukan demi uang kita bekerja, karena kita melakukan pelayanana dalam bekerja bukan demi uang,’’ujarnya lagi.

Ia juga meminta, jangan sampai Nakes membangun opini public seolah-olah Pemkab tak perhatikan Nakes. ‘’Apalagi yang kurang, Pemkab telah memperhatikan kalian, yang kurang adalah rasa syukur kalian. Ingat bersyukurlah telah bekerja, karena masih banyak orang yang belum bekerja. Saya juga ingatkan kepada guru-guru, kepala sekolah, jangan coba-coba, karena Bupati punya cara untuk mengecek apa yang terjadi. saya akan evaluasi,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here