Bupati Piter Gusbager Apresiasi Kerja KIPRa di Keerom

0
166
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP Bersama Sekda, Trisiswanda Indra saat menerima KIPRa Papua di Kantor Bupati Keerom, Jumat (24/9/2021). (Arief/lintaspapua.com)

Masyarakat Wembi Berhasil Budidaya Ikan Air Tawar, Gudang Garam Kelola Serehwangi

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP mengapresiasi atas kerja dan program dari Yayasan KIPRa Papua. Hal ini mengemukaka dalam pertemuan atau audience antara Bupati Keerom dan Yayasan yang bernama lengkap Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRa) di Trinity Room, ruang kerja Bupati Keerom, Arso, pada Jumat (24/9/2021) siang.

Dalam audience ini, Bupati Keerom didampingi Sekda, Trisiswanda Indra, menerima KIPRa Papua yaitu Manager Program Kipra (livehood), Eduard Agaki bersama staf lapangan Marthen Karafir dan Naomi Kwambre. Turut juga pada pertemuan ini Ketua Dewan Adat Mannem/Arso Timur, Jack Mekawa, serta Kadistrik Arso, Lauren Borotian dan Kadistrik Mannem, Adolof Boryam.

Pada kesempatan tersebut KIPRa diberi kesempatan mempresentasikan kegiatan dan program kerja yang telah dilaksanakannya di Kampung Wembi (Distrik Mannem) dan Kampung Gudang Garam (Skanto), dimana maasyarakat disana telah menerima beberapa program pemberdayaan seperti budidaya ikan air tawar di Wembi dan pengelolaan tanaman sereh wangi di Skanto.

Atas hal tersebut, Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, menyampaikan apresiasi dan berharap program tersebut bisa dikembangan di kampung-kampung adat lainnya. Karena apa yang dilakukan KIPRa di Keerom selaras dengan visi dan misi Pemkab Keerom yaitu pemberdayaan dan ekonomi masyarakat Keerom.

‘’Kami tentunya memberi apresiasi, tadi disampaikan ada showcase/demonstarsi di Kampung Wembi dan Gudang Garam, dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Juga hasil pemetaan pengetahuan lokal masyarakat terkait dengan pandangan mereka akan tempat-tempat penting mereka dan kondisi kampung-kampung dalam konflik kepentingan mengatasnamakan pembangunan,’’ujar Bupati Keerom, usai kegiatan dalam sebuah wawancara.

Bupati juga menilai pemilihan kedua kampung tersebut tepat, karena Wembi merupakan kampung asli dan tua sedangkan kampung Gudang Garam mewakili kampung baru.

‘’Saya kira pemerintah juga mengapresiasi kepada KIPRa karena sebagai LSM, mereka bukan hanya memberikan kritik tanpa solusi. Tapi KIPRa telah menyampaikan apa yang menjadi konsep mereka dan memberikan solusi serta melakukan sesuatu, model seperti inilah yang kita harapan dari LSM, sebagai lobi group mereka juga melakukan sesuatu, buat rekomendasi yang baik,’’ujarnya.

Karenanya, ia telah memerintahkan Sekda untuk mendukung program-program yang sejalan dengan visi misi Pemkab Keerom tersebut. Bahkan Bupati berharap program tersebut juga bisa dijadikan showcase untuk 4 kampung asli yaitu Arso Kota, Workwana, Sawiyatami dan Wembi.

‘’Kalau program pemberdayaan ini berhasil, tentunya tak akan ada lagi pos adat yang terkesan menakutkan, menyeramkan dan menyusahkan kita. Pos adat ini ada karena anak-anak kita tak diperhatikan, didiamkan. Sebenarnya ini tanggungjawab 3 pilar, pemerintah, adat dan agama serta pilar terakhit LSM, sebagai lobi grup yang menjadi penyeimbang utnuk membangun daerah ini,’’ungkapnya.

Sementara itu Manager Program Kipra, Eduard Agaki, mengemukakan bahwa pihaknya dalam beberapa waktu ini telah melakukan program pemberdayaan bagi masyarakat kampung Wembi dan Gudang Garam. Maka pada kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan kepada Pemkab Keerom atas progress program tersebut.

‘’Bersama masyarakat adat, kami telah bekerja dan lakukan pemetaan wilayah adat serta program program pemberdayaan. Untuk Wembi kami sampaikan ternyata wilayah mereka 70 persen telah masuk konsensi Sawit dan HPH, maka kita minta agar yang 30 persen termasuk hutan adaty bisa dipertahankan baik oleh masyarakat, maka kita juga ajarkan program pemberdayaan kepada masyarakat,’’ujarnya.

Hal inilah yang mereka sampaikan kepada Pemkab Keerom untuk mendapatkan dukungan agar bisa mempertahankan hutan adat sekaligus memberdayakan masyarakat adat sekitar.

‘’Kami bersyukur dan berterimakasih atas apa yang telah kami sampaikan ini ditanggapi positif oleh Bupati Keerom. Ini mendukung kami untuk terus melakukan yang telah ada. Seperti di Wembi, Jumat depan akan dilakukan panen ikan mujair, sementara di Gudang garam, kita latih produk lanjutan serehwangi seperti telah ada hand sanitiser, balsam cair dan juga teh serehwangi dengan merek Dewapapua, kita harap dengan hasil ini, masyarakat adat mampu melindungi hutan mereka,’’ujarnya.

Sedangkan Ketua Dewan Adat Arso Timur/Mannem, Jack Mekawa, menyampaikan dukungan atas apa yang dilakukan KIPRa dan juga sambutan Bupati Keerom terhadap hal tersebut.

‘’Kami dari adat tentunya mendukung KIPRa sehingga mendampingi mereka bertemu Bupati Keerom, ini hal positif dan kami sangat mendukung kerja-kerja yang luar biasa untuk masyarakat Keerom. Dukungan pemerintah untuk program seperti ini tentunya sangat kami harapkan, dan kami  apresiasi atas kerja KIPRa dan juga dukungan Bupati Keerom,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here