Yusuf Rachman Terpilih Pimpin Persatuan Insinyur Indonesia – Papua, Tenaga Teknik Tidak Ber-STRI Adalah Ilegal

0
375

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Hasil Musyawarah Wilayah PII Provinsi Papua th 2020 bulan Januari yg lalu tersebut adalah terpilihnya Ir.H.Yusuf Rachman,ST.MT.CST.IPM. sebagai Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Papua sekaligus terbentuknya Kepengurusan Wilayah PII Provinsi Papua periode 2021-2024.

Penanda Tanganan MoU antara Ketua Umum PII dan Rektor UNCEN yang diwakili oleh Direktur Eksekutif Badan Pelaksana Kesekretariatan Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (Faizal Safa, ST., M.Sc., IPU., ASEAN Eng) dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM). (istimewa)

Acara tsb tidak langsung dilanjutkan dengan pelantikan pengurus karena terkendala Pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaannya dilakukan kemarin 21 September 2021 secara hibrid di dalam Ruang Rapat Pimpinan Rektorat Universitas Cenderawasih Waena Jayapura serta pengukuhan Pengurus Wilayah Papua dan Pengurus Cabang PII Kota Jayapura masa bakti 2021-2024. Pengurus Cabang yang dibentuk adalah Cabang Kota Jayapura dengan ketua Dr.Ir.Ahmad Suharto.MT.

Yusuf Rachman selaku ketua terpilih Pengurus Wilayah Provinsi Papua. (ISTIMEWA)

Yusuf Rachman selaku ketua terpilih Pengurus Wilayah Provinsi Papua dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan dan pengukuhan PW PII Papua masa bakti 2021-2024 ini merupakan sebuah momen bersejarah bagi organisasi Persatuan Insinyur Indonesia di Papua.

Beliau juga menyampaikan motivasi bahwa PII Papua dapat berkontribusi dalam pembangunan secara menyeluruh di segala bidang, dengan bekerjasama serta berkolaborasi dengan seluruh stakeholders yang terlibat seperti Perguruan Tinggi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten / Kota, industri, LSM, serta BUMN yang ada di Papua , dari kegiatan Muswil sampai pelantikan hari ini sudah menghasilkan 23 orang Profesi yang berSTRI selanjutnya diprogramkan membuka cabang sebanyak 50 % dari jumlah kab kota di Papua.

Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT. (istimewa)

Dalam acara pelantikan, ketua umum PII, Dr. Ir. Heru Dewanto, M. Sc (Eng), IPU. menyampaikan Transformasi Keinsinyuran yang telah dilaksanakan pada periode 2018 – 2021, yakni tentang Pendidikan Teknik, Pendidikan Profesi Insinyur, Sistem Sertifikasi Insinyur Profesional (SSIP), Penyetaraan SSIP ditingkat internasional melalui Mutual Recognition Agreement (MRA), serta Registrasi Insinyur melalui Registrasi dan Digitalisasi Insinyur Indonesia.

Heru Dewanto menjelaskan bahwa PII secara nasional berdiri sejak 1952 atas inisiasi Presiden Ir. Sukarno, untuk mewadahi Insinyur Indonesia yang saat itu masih sedikit jumlahnya. Dalam perkembangannya dengan terbitnya UU No. 11 Tahun 2014 dan PP No 25 Tahun 2019 tentang Keinsinyuran, Persatuan Insinyur Indonesia merupakan wadah berhimpun Insinyur yang melaksanakan penyelenggaraan keinsinyuran di Indonesia.

Adapun dalam UU dan PP tersebut diterangkan bahwa setiap Insinyur yang akan melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang dikeluarkan oleh PII. Kesadaran hukum tentang ini perlu mendapat perhatian serius karena menurut UU dan PP tersebut mereka yang berpraktek insinyur tanpa STRI dapat dikenakan sanksi administrasi (seperti berupa penghentian pelaksanaan pekerjaan) maupun sanksi pidana (ancaman penjara 2 tahun).

Dalam kesempatan ini tokoh yang memberi arahan dan ucapan selamat yaitu Dr.Ir.Apolo Safanpo,ST.MT.IPM. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tenaga kerja konstruksi atau tenaga ahli yg bekerja pada sektor keteknikan tidak memiliki STRI adalah ilegal namun disisi lain jika ini diterapkan ketat maka pembangunan tidak berjalan krn kurangnya tenaga ahli ber STRI. Sama halnya dengan Sarjana Kedokteran belum bisa praktek jika belum mendapat gelar dokter dari Ikatan Dokter Indonesi . Oleh sebab itu dengan adanya wadah pengurus wilayah dan cabang ini diharapkan dapat melakukan program terobosan bagaimana tenaga ahli dapat memperoleh STRI secara instan tetapi tetap memenuhi syarat administrasi.

Hal ini juga didukung oleh Direktur Executive PII Ir.Faizal Safa , ST.MSi.IPU.Asean Eng. akan melaksanakan transformasi bekerjasama dgn Pengurus Wilayah /Cabang di Papua. Yg mana Sistim memperoleh STRI akan didapat lebih dahulu , setelah itu ybs lanjut mengurus Sertifikat Profesi Insinyur dalam jangka waktu 2 tahun.


Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang PII Papua Masa Bakti 2021-2024 dihadiri oleh perwakilan Pengurus Pusat PII, Pengurus Cabang, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Penyelenggara, Asosiasi Perusahaan, dan para anggota PII Papua . Pengurus Pusat PII yang membacakan SK adalah Dr. Ir. Qiqi Asmara, ST, MSi., IPM (ketua Komite Pengembangan Organisasi), Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Naskah Kesepahaman antara PII dan Universitas Cenderawasih .

Sementara itu, Wakil Ketua Parsatuan Insinyur Indonesia Wilayah Papua, Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM.,mengatakan sangat bersyukur berterimakasih atas kesempatan yang diberikan, karena dirinya sebagai wakil ketua, yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih, yang mendapat mandat untuk mendirikan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur di Universitas Cenderawasih yang di percayakan oleh Rektor UNCEN dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here