Tokoh Adat Sebut Kontingen PON XX 2021 Tak Perlu Khawatir Soal Keamanan Papua

0
100
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat foto bersama dengan pemuda dari berbagai suku di Indonesia saat berkunjung ke Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. (IRFAN / LINTASPAPUA.COM)

Bupati Mathius Awoitauw : Kabupaten Jayapura Tanah Damai, Terlalu Berlebihan Jika Atlit dan Ofisial Dikawal Aparat Brimob

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Ondofolo Kampung Yoka Ismail Mebri menegaskan, bahwa Kontingen PON XX Papua, baik itu atlet dan ofisial tidak perlu khawatir soal keamanan di Papua.

“Tidak perlu khawatir atau terprovokasi dengan informasi yang tidak benar soal keamanan Papua diluar sana,” kata Ismail Mebri, kemarin, ketika ditanya soal kontingen PON XX yang datang ke Papua dengan pengawalan aparat keamanan dalam hal ini Brimob dari masing-masing daerah.

Ia pun menyampaikan, ucapan selamat datang bagi rombongan peserta Kontingen PON XX Papua dari seluruh Indonesia di Bumi Khenambay Umbay Kabupaten Jayapura. Kehadiran Kontingen PON XX Papua dari 33 provinsi dengan menyertakan aparat kemanan didalamnya, mungkin saja itu bagian dari struktur kepanitiaan mereka. Sebagai tuan rumah yang baik, pihaknya harus menerima kehadiran mereka dengan baik sebagai tamu dan memberikan pelayanan yang terbaik sebagai tuan rumah.

“Seluruh masyarakat Papua di Kabupaten Jayapura tentunya akan menyambut semua peserta yang datang, kami hidup dengan damai dan berdampingan dengan saudara-saudara kita dari masyarakat Nusantara yang sudah lama hidup dan tinggal menetap disini,” pungkas Ismail Mebri yang juga salah satu Tokoh Adat Sentani.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura, Benhur Wally mengatakan, dalam persiapan penyelenggaraan PON XX di Papua dan secara kusus Kabupaten Jayapura, seluruh Tokoh Adat dan Masyarakat sudah berkomitmen untuk mensukseskan PON XX. Termasuk didalamnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat PON XX berlangsung.

“Ini pesta olahraga, wujud dari persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa yang setia dan senantiasa menjaga kedaulatan bangsa, bukan ajang pamer alutista,” kata Beny sapaan akrabnya.
Ditempat terpisah, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menilai sangat berlebihan apabila Kontingen Pekan Olahraga Nasional ( PON) XX yang datang ke Papua, khususnya Kabupaten Jayapura dikawal oleh Brimob dari masing-masing Daerah.

Menurut pria yang juga Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura itu, kebijakan soal keamanan, sudah ditetapkan dan diatur oleh Panitia Besar ( PB) dan Sub PB sebagai tuan rumah penyelenggara iven Nasional ini.

Dikatakan, pernyataan Gubernur Papua saat pelaksanaan CDM II di Kabupaten Jayapura dihadapan seluruh Ketua KONI setiap Indonesia sangat jelas bahwa Papua tanah damai, aman, dan silahkan datang sebagai peserta dan Kontingen PON di seluruh Indonesia ke Papua.
“erlalu berlebihan kalau atlit dikawal sama brimob, saya harap kebijakan ini bisa dievaluasi oleh masing-masing kontingen yang datang ke sini (kabupaten jayapura). Soal keamanan sudah kami pastikan, kabupaten jayapura dalam kondisi aman,” ujar Bupati Awoitauw di Sentani. Jumat (17/9/2021).

Kata Mathius, Kabupaten Jayapura ini ibarat miniatur nya Indonesia. Sebab disini (Kabupaten Jayapura) Ada berbagai Kerukunan dan Ikatan Keluarga dari suku-suku di Nusantara ini. Kami hidup bersama dan berdampingan dalam kondisi kekeluagaan dan saling menolong satu sama lain, termasuk Ikatan dan Keluarga besar Sumatera Barat.

“Kalau dikawal untuk datang kesini, berarti bukan ikut pertandingan atau perlombaan di bidang olahraga, ini pesta olahraga. Tidak boleh menciptakan situasi, seolah-olah kabupaten jayapura dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Bupati Jayapura dua periode ini menjelaskan, untuk standar keamanan atlet PON sudah diatur semua oleh pihak panitia yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan masyarakat.

“Pesta olahraga ini adalah pesta persaudaraan sesama anak bangsa dari seluruh suku dan daerah di seluruh Indonesia. Kita harus beri kesan bahwa dari sabang sampai merauke, kita bersaudara didalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya. (Irf)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here