Ilmuwan Muda Papua, Ajak Anak Muda dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua

0
203

MANOKWARI (LINTAS PAPUA) – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat bersama dengan Yayasan Econusa memberikan pembekalan tentang prinsip, etika dan
metode penelitian ilmiah melalui Bootcamp Ilmuwan Muda Papua (IMP) 2021.

 

Selain pembekalan  dasardasar penelitian juga dilakukan pembekalan lain seperti penulisan akademik, Teknik komunikasi  serta coaching dari tim pakar untuk mempertajam rencana penelitian yang akan mereka lakukan.

Bootcamp IMP 2021 berlangsung pada 14 17 September 2021 di Manokwati dan diikuti oleh 25  mahasiswa/i seTanah Papua yang terpilih dari 104 pendaftar. Ke25 mahasiswa/i dari 5 universitas ini
selain berkesempatan mengikuti bootcamp, juga akan mendapatkan pendampingan dalam melakukan  penelitian, dan juga beasiswa dana penelitian.

Dalam penutupan Bootcamp IMP 2021, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berharap IMP  dapat mengorganisir partisipasi anak muda dalam kegiatankegiatan penelitian yang berkualitas  sehingga dapat berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya alam dan budaya di Tanah Papua.


IMP merupakan salah satu program yang sejalan dengan kebijakan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar  dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan memberikan kesempatan
kepada mahasiswamahasiswi untuk mengasah kemampuan, bakat dan minat kaum muda di Tanah  Papua dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Provinsi Papua dan Papua Barat yang terletak di gugusan pulau New Guinea adalah pulau dengan  keanekaragaman hayati tertinggi baik dari tumbuhan, hewan, serta adat istiadat masyarakat yang erat
dengan alam. Sayangnya hasilhasil riset masih sangat terbatas di Papua dan Papua Barat masih sangat  terbatas sehingga dibutuhkan lebih banyak stimulan untuk mempromosikan penelitian ilmiah yang
dapat menjadi rujukan pengambilan keputusan maupun pengembangan ekonomi masyarakat berbasis  sumberdaya alam yang lestari di Tanah Papua.

LAPORAN KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI PAPUA BARAT
(Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si)

Program Ilmuwan Muda Papua (IMP) diinisiasi sejak tahun 2018 oleh Balitbangda Papua Barat bersama  Yayasan EcoNusa untuk memfasilitasi mahasiswamahasiswi S1 di perguruan tinggi negeri maupun
swasta di Tanah Papua sebagai periset handal dan melakukan penelitian tentang pembangunan  berkelanjutan di Tanah Papua.

Tahun 2021 ini tema penelitian Ilmuwan Muda Papua adalah “Mengelola Sumberdaya Alam dan Budaya  Tanah Papua”. Diharapkan peran serta anak muda ini dapat menghasilkan penelitian sebagai basis dari
perumusan kebijakan, advokasi kebijakan, dan inovasi sumberdaya yang dapat mempercepat

Tercapainya komitmen Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebagai propinsi pembangunan  berkelanjutan.

Pendaftaran IMP 2021 dibuka pada bulan Juni hingga Agustus 2021. Terdapat 104 proposal penelitian  dari mahasiswa/mahasiswi di 12 universitas di Tanah Papua. Dari hasil seleksi seleksi administrasi,
substansi dan presentasi oleh Tim Panel Pakar, terpilih 25 proposal terbaik dari lima universitas di Tanah Papua.

Seleksi substansi dan presentasi dilakukan oleh Tim Panel Pakar yang beranggotakan Prof. Jatna  Supriatna (Universitas Indonesia), Prof. Roni Bawole (Universitas Papua), Henderite Ohee (Universitas
Cenderawasih), Prof. Charlie D. Heatubun dan Victor Kambu (Balitbangda Papua Barat) serta M. Farid  (Yayasan EcoNusa).

Bapak dan Ibu, saat ini bersama kita semua, telah hadir 25 peserta terpilih Ilmuwan Muda Papua tahun  2021 yang berasal dari 5 universitas yakni: Universitas Papua, Universitas Cenderawasih, Universitas
Victory, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Universitas Musamus.

Topik penelitian yang akan dilakukan sangat beragam mulai dari studi buah merah sebagai bahan  kosmetik dan pewarna alami makanan, keragaman jenis burung untuk pengembangan potensi  ekowisata lokal, pemanfaatan kulit buah matoa, desain arsitektur ramah lingkungan berbasis budaya
lokal, dll.

Sebagai peserta terpilih, kedua puluh lima adikadik mahasiswa ini mendapat kesempatan pelatihan  intensif, coaching dari Tim Pakar, serta dukungan dana penelitian masingmasing maksimal 15 juta
rupiah. Jika IMP tahun lalu hanya memfasilitasi 10 mahasiswamahasiswi, tahun ini atas seijin Bpk.  Gubernur, Balitbangda Papua Barat menambah kuota menjadi 25 orang penerima manfaat IMP 2021.

Bapak dan Ibu yang saya hormati, sejak tanggal 14 September lalu, ke25 adikadik ini telah mengikuti  Bootcamp Ilmuwan Muda Papua. Bootcamp diisi dengan materi tentang prinsip, etika, dan metode  penelitian ilmiah serta skill penulisan akademik, teknik komunikasi, dan fieldtrip ke laboratorium alam  Gunung Meja.

Selama Bootcamp peserta dicoaching Tim Pakar untuk mempertajam rencana penelitian masing masing yang akan dipresentasikan pada hari terakhir. Di tengah pandemi Covid19, kami menerapkan
protocol kesehatan yang ketat selama kegiatan berlangsung.

Bootcamp merupakan tahapan penting untuk menyiapkan mereka sebagai ilmuwan muda yang dapat  melakukan penelitian ilmiah dengan standar baik. Paska Bootcamp, peserta akan melakukan penelitian
lapangan dan menuliskan hasil penelitian untuk disebarluaskan kepada public pada akhir tahun 2021.

Dari program ini, kami berharap tumbuh sosoksosok ilmuwan muda serta pejuang konservasi dari  Tanah Papua yang dapat mendukung komitmen pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat dalam
mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayahnya.

Selain itu, Ilmuwan Muda Papua sejalan dengan kebijakan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang  dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Serta diupayakan untuk
mendukung peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di Tanah Papua untuk mencapai Indeks  Pembangunan Manusia yang lebih baik di masa mendatang. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here