Pelaksanaan PON XX 2021 Dinilai Sebagai Pekan Olahraga Para Pejabat, Inilah Alasannya

0
135
Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu, saat dikonfirmasi. (Irfan /lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pelaksanaan PON XX di Papua Tahun 2021 dinilai pekan olahraga para pejabat. Bahkan pelaksanaan olahraga nasional yang akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang itu terkesan hanya menampilkan wajah-wajah para pejabat.

Menurut Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu, terkait banyaknya spanduk maupun baliho yang terpampang para wajah pejabat di muka umum, ketimbang wajah para atlet yang ditampilkan menjelang iven olahraga terakbar di Indonesia yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari saja.

“Jadi pekan olahraga nasional (PON) XX di Papua ini, seolah-olah pekan olahraga para pejabat. Karena hampir sepanjang tahun, dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun terakhir ini, yang ditampilkan itu wajah-wajah pejabat, yaitu wajah ketua panitia, ketua harian, wakil ketua I, wakil ketua II, ketua bidang dan lain sebagainya, ketimbang wajah-wajah atlet kita,” ungkapnya ketika memberikan keterangan kepada wartawan, di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (15/9/2021)
Hengky Jokhu menambahkan, untuk apa banyak menampilkan wajah parah pejabat. Seharusnya, yang ditampilkan itu wajah para atlet agar masyarakat tahu, misalnya kalau untuk cabang olahraga atau Cabor dayung atletnya ini, kemudian cabang olahraga renang atletnya ini, terus untuk cabor atletik ini atletnya dan seterusnya.


“Dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun terakhir jelang PON XX ini, seharusnya atlet-atlet dari masing-masing cabor itu yang ditampilkan dimuka umum. Supaya masyarakat tahu atlet-atlet yang ada di setiap cabor. Artinya, itu pemerintah melibatkan masyarakat dalam PON XX ini, yang mana secara tidak langsung mereka telah mengikuti perkembangannya,” papar mantan Ketua KADIN Kabupaten Jayapura tersebut.

Kalau sepanjang tahun yang ditampilkan hanya waja para pejabat saja, Hengky menuturkan, maka tentunya masyarakat akan tersisih, yang mana mereka tidak merasakan bagian dari pagelaran PON tersebut, melainkan hal ini merupakan hiruk-pikuk atau euforia para pejabat saja.

“Oleh karena itu, kita berharap kepada para atlet atau olahragawan di tiap-tiap cabor dari Provinsi Papua itu yang harus ditonjolkan agar ada kebanggaan tersendiri dari para atlet maupun masyarakat. Supaya mereka bisa merasakan, bahwa mereka adalah bagian dari pelaksanaan pekan olahraga nasional ini,” imbuhnya.

Katanya, jika hanya para pejabat saja yang ditampilkan, maka sepertinya semuanya ini di Take Over oleh para pejabat, yang mana kemudian bisa muncul penilaian, bahwa PON kali ini merupakan pesta pejabat untuk hura-hura bagi para pejabat saja. Sehingga nantinya akan menjadi pertanyaan dimana porsinya masyarakat dalam pesta olahraga terakbar ini.

“Akibat dari adanya pejabat yang banyak ditampilkan, maka tentunya kemungkinan besar setelah pagelaran PON. Nasib para atlet kita akan sangat malang, yang mana dampaknya juga akan bermuara pada venue-venue yang dibangun secara megah ini. Atau venue-venue ini kemungkinan tidak terawat dengan baik, karena tidak adanya perhatian bagi para atlet,” ucap Hengky Jokhu diakhir keterangan persnya. (Irf)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here