Kutuk Aksi KKB, Kabaintelkam Paulus Waterpauw Dorong Polda Papua kejar Pelaku

0
131

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi dengan membakar fasilitas umum pemerintah mulai dari gedung sekolah hingga rumas sakit, di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9) lalu.

Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Pol. Paulus Waterpauw mengutuk aksi tersebut.

Untuk itu, Komjen Paulus Waterpauw mendorong Polda Papua untuk mengejar dan menangkap KKB pimpinan Alipki Taplo di wilayah tersebut.

Atas aksi KKB, seorang tenaga kesehatan berinisial GM meninggal dunia, sementara seorang rekannya KS dalam kondisi kritis. Keduanya sempat hilang pasca aksi KKB tersebut.

“Selaku Kabaintelkam tetapi juga sebagai senior Papua mengutuk perbuatan para pelaku tersebut karena sangat keji dan tidak berperikemanusiaan, Kapolda dan jajaran harus bisa memburu para pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kabaintelkam, Paulus Waterpauw

Penegasan hukum, kata Kabaintelkam penting dilakukan agar kedepannya para pelaku tidak lagi melakukan hal serupa di Papua, apalagi saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan guna membuka keterisolasian di Papua agar masyarakat bisa hidup lebih baik.

“Penegakan hukum penting, agar kelompok ini tdk terus menerus melakukan perbuatan kekacauan kekerasaan sejenis ini lagi pada  masa yang akan datang, karena pemerintah sedang sibuk membangun membuka terus tabir kehidupan masyarakat papua kedepan,”  ujar Kabaintelkam

Diberitakan sebelumnya, GM dan KS yang dikabarkan hilang saat aksi KKB ditemukan pada kedalaman sebuah jurang di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Aparat TNI Polri berhasil menemukan keduanya, namun GM ditemukan tak bernyawa. Sementara rekannya, KS yang dalam keadaan luka disekujur tubuhnya dan selamat dari kejaran KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo.

Suster KS ditemukan selamat dengan luka tusuk dan memar di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian kepala hingga kaki.

Gracio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here