Kunjungi Tiga Tempat Wisata Alami, Bupati Mathius Awoitauw : Ini yang Harus Menjadi Perhatian Kita

0
35

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi Mantan Bupati Jayapura Yan Pieter Karafir, Penggagas Festival Huruwakha Izak Felle dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, saat menabuh Tifa sebagai tanda dibukanya Festival Huruwakha, Senin (13/9/2021). (Irfan /lintaspapua.com)

Untuk Prospek Pengembangan Pariwisata, Bupati Jayapura Kunjungi Tiga Destinasi Wisata Alami Danau Sentani.

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kabupaten Jayapura merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata. Dari mulai obyek wisata danau, pantai, agrowisata dan ekowisata serta wisata alam lainnya.
Untuk itu, selama dua hari berturut-turut mulai tanggal 12-13 September 2021, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengunjungi tiga destinasi wisata alami yang ada di pinggiran Danau Sentani.
Kunjungan tersebut menjadi perhatian Bupati Jayapura dalam rangka upaya pengembangan sektor pariwisata alami di tengah kemajuan teknologi informasi.

Pada hari pertama kunjungan Senin (12/9/2021) tepatnya di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Bupati Jayapura didampingi Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP), Terry F. Ayomi dan Kepala Bagian (Kabag) Humas Kabupaten Jayapura, Sabri M. Nur menyusuri jembatan panjang yang dibangun di pinggiran sungai yang merupakan satu-satunya sungai tempat aliran air Danau Sentani yang menuju ke laut.

Sesekali Bupati Jayapura menyinggahi sarana penunjang yaitu, Tower setinggi 16 meter untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentani, pondok-pondok tempat wisatawan bersantai dan juga melayani wisatawan yang hendak berfoto bersama.

Kunjungan berikutnya atau di hari kedua Selasa (13/9/2021) adalah Kampung Yoboi, Distrik Sentani, yang berkembang dengan ikon Kampung Warna Warni dengan pemandangan sisi daratan berupa hutan sagu yang masih alami.

Di mana, Kampung Yoboi tumbuh menjadi destinasi wisata yang menarik banyak wisatawan setelah dilakukan pengecatan warna-warni oleh para pemuda, serta ada obyek wisata lainnya yang cukup menarik.

Kunjungan ke destinasi wisata yang ketiga dilakukan di Kampung Yobeh, yang sedang tumbuh menjadi wisata alam yang menonjolkan hasil olahan Sagu.

Pada kesempatan di Kampung Yobeh, Bupati juga berkesempatan membuka Festival Huruwakha II dan meresmikan Caffe ‘Rofelle’, yang menyediakan aneka menu untuk wisatawan.

Terkait kunjungannya tersebut, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan kekagumannya atas hasil kreasi di destinasi wisata yang muncul secara alami tersebut.

“Saya memang khususkan selama dua hari, mulai kemarin dan hari ini untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang alami. Destinasi-destinasi wisata alam hasil kreasi oleh masyarakat itu sendiri,” ungkapnya kepada wartawan usai membuka Festival Huruwakha II, di Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (13/9/21).
Festival Huruwakha II tahun 2021 ini mengangkat tema, “Semuanya Serba Sagu”.

Tiga destinasi wisata tersebut, kata Bupati Jayapura, tumbuh sendiri tanpa inisiasi pemerintah daerah.

“Mungkin ini yang harus menjadi perhatian kita. Lebih baik kita mendorong apa yang masyarakat sudah mulai, daripada pemerintah yang merencanakan, karena kadang-kadang tidak jadi-jadi juga,” ujarnya.
Tiga destinasi wisata tersebut, menurut Bupati Jayapura dua periode itu, sangat alami dan benar-benar menampilkan tentang Papua.

“Kemarin saya ke Yokiwa, itu beberapa hari sebelumnya mereka menyelenggarakan Festival Aleakha Center,” bebernya.

Pada festival tersebut, ada seni budaya, seni tari dan seni ukir hasil kreasi anak-anak muda yang masih usia sekolah mulai tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Sangat luar biasa sekali, hasil karya-karya itu,” tandasnya.
Terkait kunjungannya ke Kampung Yoboi, adalah terkait rencana untuk anak-anak muda setempat, karena bisa melakukan kreasi-kreasi besar serta potensinya yang luar biasa.

Kemudian kunjungannya ke Kampung Yobeh, adalah terkait membuka kegiatan Festival Huruwakha II dan peresmian Cafe Rofelle, sekaligus melihat hasil olahan Sagu. Karena dalam festival Huruwakha II mengangkat nuansa alami dan semuanya serba Sagu. (Irf)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here