Bupati Keerom, Piter Gusbager Buka Diklat Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Terampil

0
37

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP Bersama Kepala BBPP Lembang, DR. Ir. Ajat Jatnika MSc melakukan pukul tifa bersama menandai pembukaan ‘Diklat Dasar Fungsional penyuluh Pertanian Terampil Bagi Aparatur Penyuluh Pertanian Kabupaten Keerom Tahun 2021’ yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Keerom, Arso, Senin (13/9/21). (Arief/lintaspapua.com)

Penyuluh Adalah Pilar Penting Pembangunan Pertanian di Keerom.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP mengemukakan bahwa penyuluh pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Keerom.


‘’Pertanian adalah kor bisnis bagi perekonomian di Kabupaten Keerom, karena 60 persen lebih penduduk di Keerom ada di bidang pertanian. Maka penyuluh pertanian adalah pilar penting dalam pembangunan sector pertanian di Keerom,’’ujarnya.

Bupati mengemukakan hal ini saat membuka ‘Diklat Dasar Fungsional penyuluh Pertanian Terampil Bagi Aparatur Penyuluh Pertanian Kabupaten Keerom Tahun 2021’ yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Keerom, Arso, Senin (13/9/2021).

Kegiatan diklat bagi penyuluh pertanian ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan di Keerom, dimana tahun-tahun sebelumnya selalu dilaksanakan di luar Keerom. Sebanyak 30 lebih penyuluh pertanian seluruh Keerom mengikuti kegiatan ini.

Para penyuluh ini akan dididik selama 20 hari lebih dengan materi-materi yang dibawakan oleh pemateri dari Balai Besar Penyuluh Pertanian (BBPP) Lembang. Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Pertanian dan Perikanan Kab Keerom, Balai Penyuluh Pertanian Sentani dan BBPP Lembang.

Karenanya Bupati Keerom menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala BBPP Lembang yang juga hadir di kesempatan tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh maka ia ingin agar kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan bagi penyuluh pertanian di Kabupaten Keerom.


‘’Saya harap penyuluh Keerom menjadi penyuluh yang terampil bagi pertanian di Keerom, karena mereka adalah orang-orang teknis yang berhadapan langsung dengan petani, persoalan dan lahan. Kegiatan ini juga sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Keerom, Piter – Wahfir yaitu adanya kemandirian di bidang pertanian,’’tambahnya.
Sementara itu Kepala BBPP Lembang, DR. Ir. Ajat Jatnika MSc, menyampaikan rasa syukurnya karena Bupati Keerom dinilainya memiliki semangat untuk memajukan sektor pertanian di Keerom.

‘’Kita bersyukur karena Bupati memiliki niat ingin memajukan sektor pertanian, maka penyuluhan menjadi hal yang harus dimunculkan. Melalui diklat, penyuluh akan kita latih agar ia menjadi pengungkit produktivitas pertanian di Kabupaten Keerom,’’ujarnya.

Ia juga menyampaikan BBPP Lembang siap untuk mendukung dan kerjasama dengan Pemkab Keerom. Bukan hanya dalam pelatihan teknis namun juga bila diperlukan untuk kegiatan teknis lain seperti penanganan tanaman holtikultura seperti bawang merah, dll.

Pada kesempatan tersebut Bupati Keerom juga memerintahkan Kadinas pertanian untuk memprogramkan di tahun depan tentang penanganan pasca produksi untuk tanaman holtikultura.

‘’Kalau Keerom memiliki cold storage untuk hasil pertanian yang sifat dasarnya cepat membusuk maka dengan kapasitas cold storage 30-40 ton, seperti yang di Lembang, saya kira ini bisa membantu Pemkab Keerom yang telah menjalin kerjasama dengan petani dan mitra, bukan hanya penyimpanan bahkan juga pengemasan, ini tentunya akan menjadi nilai tambah bagi terwujudnya kemandirian petani dan pertanian di Keerom sesuai visi misi Piter – Wahfir,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here