DAP Wilayah TABI Gelar Pleno, Bupati Piter Gusbager : Masyarakat Adat Sangat Berperan Untuk Pelestarian Hutan

0
150

Bupati Keerom, Piter Gusbager,SHut, MUP , bawakan materi tentang masyarakat adat dan pelestarian hutan di Rapat Pleno Dewan Adat Papua Wilayah Tabi

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dewan Adat Papua Wilayah Tabi, menggelar kegiatan Rapat Pleno DAP Wilayah Tabi di Keerom selama 2 hari (7-8/9/21) tepatnya di Hotel Arso Grande. Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHUt, MUP, dipercayakan untuk membawakan materinya pada pleno sesi II pada Selasa (7/9/2021).

Bupati Keerom dalam paparannya yang mengangkat tema, ‘’Posisi dan Peran Serta Masyarakat Adat dalam pelestarian hutan’’ mengemukan bahwa hutan sesuai UU no 41 tahun menyebut bahwa hutan adalah hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi oleh pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dan yang lain tak dapat dipisahkan.

‘’Dengan beberapa difinisi lain seperti yang termuat dalam UU no 32 tentang LH dan pengelolaannya, maka negara ini mengakui keberadaan adat. Karena memang adat telah ada lebih dahulu sebelum negera itu ada. Maka dengan kuatnya posisi adat maka seharusnya adat bisa mengambil peran lebih dalam pengelolaan dan pelestarian hutan,’’ujarnya.

Namun sayangnya masyarakat adat saat ini yang diberi kewenangan oleh negara untuk mengelola secara terbatas terhadap pengelolaan hutannya, ada kalanya terjebak oleh beberapa kepentingan atau konflik of interes.

‘’Salah satu  contoh, adalah yang baru saya dengan Forkompinda turun untuk menyelesaikan atau menghentikan pengelolaan hutan secara tak bertanggungjawab baahkan merusak lingkungan yang ternyata diberikan hak tersebut oleh adat, soal ini kami dari pemerintah tak akan mundur sesuai kewenangan yang melekat di pemerintah, ini tak lain karena kepentingan kami hanya melindungi masyarakat banyak dan lingkungan hutan,’’ujarnya.

Untuk itu ia berharap, masyarakat adat memiliki kearifan lokal yang sudah ada contoh seperti di Papua barat dan beberapa lainnya. Hal tersebut tak lain adalah untuk menjaga hutan adat atau lingkungan hidup bisa tetap terjaga untuk kkehidupan kedepan. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here