Status Tahanan Kejari Papua, Berkas ‘Penggelapan’ Mantan Bupati Keerom, Markum Dilimpahkan ke Kejari

0
329
Kapolres Keerom, AKBP. Christian Aer, SH, SIK, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Rabu (4/8/2021). (Arief/lintaspapua.com)

Kapolres : Selain dugaan penggelapan , Muh. Markum Juga Disangkakan Tipikor.

KEEROM  (LINTAS PAPUA) – Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan bolak balik berkas dari Polres ke Kejari, akhirnya berkas perkara Mantan Bupati Keerom Priode 2018-2020, Muh.  Markum SH, MH, MSi  dinyatakan lengkap atau P21 atas kasus dugaan pengelapan terhadap sejumlah barang inventaris rumah dinas Bupati Keerom.

Dalam keterangannya, Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer kepada wartawan di Mapolres Keerom pada, Rabu (04/08/2021) pagi ini,  Kapolres Keerom,  mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Jayapura pada tanggal 29 Juli 2021, yang mengatakan bahwa berkas perkara Muh. Markum sudah lengka atau P21.

“Pada hari Selasa 03 Agustus 2021 (Kemarin) tepatnya pkl 15:30 WIT kami melimpahkan saudara Muhammad Markum beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Jayapura,” ujarnya.

Disebutkan bahwa,  penahanan terhadap tersangka juga sudah diperpanjang selama 40 hari dan kini statusnya sebagai tahanan Kejari Jayapura.

“Setelah 20 hari masa tahanan penyidik, kini sudah diperpanjang sebagai tahanan Kejari Jayapura selama 40 hari dan diperkirakan sampai akhir Agustus ini,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, tersangka dijerat Primer pasal 3 pidana penjara seumur hidup dan atau paling singkat 1 tahun paling lama 20 tahun. Sedangkan subsider pasal 10 dipidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 7 tahun UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi dan primer pasal 374, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun pasal 372  dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

“Dalam kasus ini tersangka disangkakan tindak pidana korupsi dan penggelapan dalam jabatan,”pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here