Polsek Nimboran Dibakar, PRIMA : Ubah Cara Pandang, Hukum Pelaku Penembakan

0
281

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Sekelompok warga di distrik Nimboran Kabupaten Jayapura, Papua, membakar markas polisi setempat, senin 2 Agustus 2021 siang. Dari info yang dilaporkan anggota Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), pembakaran terjadi akibat dari kedatangan polisi ingin membubarkan sekelompok orang yang tengah melakukan pemalakan, berujung salah seorang pemuda yang belum diketahui namanya, tertembak.

Menyikapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPW Partai Rakyat Adil Makmur Provinsi Papua, Pontius Omoldoman, tak habis pikir. Pasalnya, menurut Pontius, polsek tersebut dikenal kerap melakukan patroli rutin untuk pelayanan pada masyarakat. Prestasi jajaran polsek Nimboran, pernah mendapat pin dari kapolri karena berhasil melakukan pelayanan kepada publik.

Wakil ketua dari partai yang baru itu melanjutkan, kalau kita buka profil facebook polsek tersebut, publik kerap menyimak kegiatan humanis aparat dengan masyarakat. Entah kenapa pendekatan tersebut tak berhasil menyelesaikan penyakit masyarakat seperti pemalakan dan pemalangan jalan? hingga warga yang sering mereka (polisi) layani itu nekat bakar kantor itu, pungkasnya

Pontius yang juga ketua asosiasi sarjana Indonesia wilayah Papua, mengatakan, oknum aparat yang menembak warga harus diproses secara hukum yang adil. Menurutnya, PRIMA sedari awal mewanti-wanti, siapapun, termasuk polisi, “ubah cara pandang* dalam meladeni keonaran dan salah paham yang terjadi, khususnya di Tanah Papua.

Pendekatan dialog persuasif tanpa senjata mematikan. Apapun situasinya, jangan sembarang kokang senjata, kecuali saat bertempur. Doktrin mati atau dia mati jangan dibawa ketika berhadapan dengan warga sipil. Kedepankan protap yang lebih humanis agar tak menimbulkan amarah warga pada aparat negara sebagaimana yang terjadi saat ini. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here