KESOMBONGAN & KERENDAHAN HATI : Hendaklah Hidup Kita Dalam Kristus Yesus

0
246

KESOMBONGAN & KERENDAHAN HATI (Bagian 1)

Filipi 2:5-11

Kita masih ingat piala dunia sepak bola pada 2018 dan pada momentum itu Rusia menjadi tuan rumah. Kita masih ingat salah satu pemain inti Tim Nasional Kroasia yang bernama Nikola Kalinic yang meninggalkan teman-temannya sedang berjuang di lapangan hijau melawan tim-tim tangguh lain dari berbagai negara di medan pertempuran demi kehormatan rakyat dan bangsa Kroasia.

Pada laga melawan Tim Nigeria, Kalinic dijadikan pemain cadangan oleh pelatih dan pada sisa waktu sedikit, untuk 5 menit, pelatih Tim Nasional Kroasia, Zlatko Dalic meminta Kalinic untuk menggantikan temannya untuk bermain.  Tapi, Kalinic menolak dan mengatakan:

“Saya datang di sini bukan untuk bermain waktu 5 menit.”

Pelatih dan kawan-kawan satu Tim-nya menunggu Kalinic meminta maaf atas sikap yang sombong itu. Tapi, karena tidak ada sikap merasa salah dan ia sombong, merasa diri pemain inti dan salah satu pemain pencetak gol terbanyak, maka kata “maaf” tidak datang dari mulut atau dari hatinya.

Pelatih Dalic memecat Kalinic dari Tim Nasional Kroasia. Kalinic pulang ke Kroasia dan ia menjemput  keluarga dan pergi berlibur ke pantai dan membuat foto-fotonya dan dikirim ke teman-teman Tim yang sedang berjuang di demi kehormatan rakyat dan bangsa Kroasia di medan pertempuran di Rusia.

Pemikiran Kalinic tanpa dia, Tim Nasional Kroasia tidak mungkin menang, tim akan kalah dan ditambah dengan mengirim foto-foto santai dengan keluarganya di pantai untuk mematahkan semangat  kekuatan Tim Sepak Bola Nasional Kroasia.

Tanpa pemain inti dan pencetak gol terbanyak, tapi orang sombong ini, Tim Nasional Kroasia berhasil lolos final piala dunia pada 2018 di Rusia. Pada Minggu, 15 Juli 2018 di hadapan jutaan mata di seluruh dunia Kroasia berhadapan dengan Tim Nasional Prancis. Dalam lapangan hijau di Rusia,  kedua Tim terbaik menampilkan permainan-permainan dengan skil-skil terbaik mereka masing-masing ditonton seluruh dunia.

Akhirnya, Tim Nasional Kroasia memenangkan juara kedua setelah kalah dari Tim Nasional Prancis 4-2. Tim Nasional Kroasia disambut meriah sebagai pahlawan dari rakyat dan bangsa Kroasia setelah menduduki posisi kedua atau juara dua.

Kisah orang sombong dan angkuh, Nikola Kalinic mengingatkan kita semua, jangan pernah anggap kita lebih pintar, hebat dan luar biasa dan dengan menyepelekan dan merendahkan sahabat-sahabat yang lain. Karena kesombongan adalah awal dari kehancuran dan sebaliknya kerendahan hati adalah kemenangan sejati.

Ingat!  Diantara kita, jutaan manusia di bumi ada orang-orang hebat, pintar dan luar biasa yang menjadi berkat untuk sesama manusia. Mari, kita lakukan tugas kita dengan taat dan rendah hati, supaya kita memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus dan menjadi berkat untuk keluarga, gereja Tuhan, masyarakat luas, bangsa dan negara.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengodongkan diri-Nya sendiri, yang mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah MERENDAHKAN diri-Nya dan TAAT sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itu sebabnya Allah sangat MENINGGIKAN Dia dan MENGANUGERAHKAN kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa” ( Filipi 2:5-11).

Pertanyaan: Bagaimana sikap hati saudara dan saya selama ini, sombong atau rendah hati? Silahkan renungkan!

Tuhan Yesus memberkati kita. Waa…Waa…

Ita Wakhu Purom, Selasa, 3 Agustus 2021

Gembala Dr. Socrarez S.Yoman,MA

(Disadur dari share grup whatsApp)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here